Bab 27 - Lepas Kendali

1.1K 101 4
                                        

FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️

UTAMAKAN VOTE SEBELUM MEMBACA⚠️

NEW READERS WAJIB VOTE ALL CHAPTER⚠️

***

Ketiga orang berbeda jenis, dua perempuan dan satu laki-laki menatap mansion megah yang berada ditengah hutan.

"Lo yakin kita bisa masuk?" tanya seorang perempuan dengan rambut dikuncir kuda pada gadis disebelahnya.

"Lala, bukannya kita pernah kesini ya? Masa iya kita enggak dibolehin nyonya muda mereka!" dengus Gretha-perempuan dengan rambut digerai dan memakai jepit rambut disebelah kiri.

"Affan, pergi sana bukain gerbangnya," perintah Gretha pada Affandra.

Affandra berdecak, tapi dirinya tetap melaksanakan perintahnya jika tidak dilakukan Gretha akan marah padanya berhari-hari.

"Paman, Ruby dan Sagara ada didalam? Saya dan teman-teman ingin menjenguk Ruby," ucap Affandra pada penjaga gerbang.

Paman yang dipanggil Affandra itu, menatapnya dari atas sampai bawah. "Siapa anda?"

Affandra menelan ludahnya melihat tatapan yang diberikan paman didepannya. Tatapannya seperti ditujukkan padanya sebagai musuh.

"S-saya teman sekolah mereka," jawab Affandra terbata.

Paman itu menaikkan alisnya, "Sejak kapan Tuan dan Nyonya mempunyai teman lebih muda seperti kalian?"

Affandra menatap bingung pada penjaga gerbang tersebut. "Bukankah mereka seumuran dengan kami?"

Ahsa yang dipanggil paman oleh Affandra alias Penjaga gerbang itu tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya.

Dari kejauhan terlihat seorang pria kepercayaan Sagara berdiri didepan pintu mansion mengawasi Ahsa dan Affandra dari kejauhan. Sebelum Ahsa memberitahukan rahasia tuannya, ia harus mencegahnya membongkar semuanya.

"AHSA BAWA MEREKA MASUK!!" teriak Dilaver.

Ahsa refleks menoleh kebelakang, "Baik Tuan Dilaver."

"Kau sudah dengar kan? Tn.Dilaver sudah menyuruh kalian masuk." Ahsa membukakan pintu gerbangnya untuk mereka bertiga.

"Apakah kami boleh membawa kendaraan kami masuk?" tanya Affandra sekali lagi.

"Kendaraan kalian biarkan diluar. Dari sini kalian harus berjalan kaki sampai mansion utama."

Affandra membuka mulutnya dengan ekspresi tercengang. Ia lalu mengalihkan pandangannya dari pintu gerbang ke pintu utama mansion. Gila jaraknya jauh banget. Kini ia kembali menatap Paman Ahsa dan mansion utama. Berulang kali ia menatapnya bergantian sampai Floella dan Gretha mendekatinya.

"Bagaimana apakah boleh?" tanya Gretha.

Affandra menganggukkan kepalanya, kemudian berjalan menuju gerbang membuat Floella dan Gretha menatap bergantian.

"Kita tidak naik kendaraan dra?" celetuk Floella.

"Jalan kaki."

Married With MafiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang