Bab 38 - Menangkap kadal

637 50 4
                                        

"Siapa yang memotretmu, saya hanya memotret pasangan Sagara dan Ruby untuk dikirim pada bos," ucap laki-laki itu tanpa membalikkan badannya.

Tangan kiri menjambak rambut laki-laki itu sedangkan tangan kanannya ia gunakan menyekik lehernya.

"Sssshh lepas! Saya tidak mengenalmu."

Ia memutar kepala laki-laki itu hingga bisa menatap wajah cantik yang dimiliki oleh Ruby Jisoo. Laki-laki itu terkejut melihat orang yang ia cari-cari ternyata ada dihadapannya.

Seketika kakinya bergetar, ia mundur perlahan tapi dia merasa tidak bisa mundur lagi, laki-laki itu menengok ke belakang melihat seorang pria yang menatapnya tajam dengan tatapan membunuh.

Sekarang dirinya merasa terkepung meski cuma dua orang. Tapi dua orang depan belakangnya sangat berbahaya. Kenapa dirinya harus berhadapan kedua iblis ini. Jika bukan karena dia butuh uang, dirinya tidak akan mengambil tugas ini dengan mudahnya.

"T-tolong lepaskan saya," ucap Laki-laki itu bergetar ketakutan.

Ruby menatap datar laki-laki yang kini tengah bergetar ketakutan dihadapannya. "Siapa yang mengirimmu memata-matai kami?!"

Laki-laki itu menutup mulutnya untuk tidak mengatakannya dengan mudah.

Ruby berjalan mendekat pada laki-laki yang kini memegang sebuah kamera. Tangannya bergerak meraih rahang, kemudian mencengkramnya dengan kencang. "Katakan! Siapa yang mengirimmu?!" tegas Ruby dengan mata menyorot tajam.

"Saya tidak akan mengatakannya," ucapnya dengan membalas menatap tajam Ruby.

Ruby menyunggingkan senyum miringnya, "Saya akan buat kamu mengatakannya."

Ruby mundur tanpa menatap Sagara yang kini menatapnya penasaran. Ruby merogoh ponsel yang berada disaku hoodienya. Ia mulai mengetik sebuah perintah pada seseorang.

Kemudian Ruby membuka video pada ponselnya, ia arahkan ponsel itu pada mata-mata didepannya.

"Sayang tolong aku, aku tidak ingin mati. Tolong katakan yang sejujurnya pada dia, ingat kita masih membutuhkanmu sayang. Ingat aku dan anak kita," lirih seorang wanita dengan perut besar.

Di sebelahnya ada seseorang yang jenis kelaminnya tidak bisa ditebak ia menggunakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh hingga kepalanya. Sebuah topeng berwarna hitam melekat pada wajahnya. Tangan yang memegang sebuah pedang mengarah pada leher si wanita. Membuat wanita itu bergetar ketakutan.

Laki-laki yang melihat keadaan istrinya yang tidak baik-baik saja kini menatap memohon kearah Ruby. Ia bersujud dihadapan Ruby, membentur-benturkan kepalanya sampai lantai itu basah oleh darah.

Ruby mem-pause video itu, ia mematikan ponselnya. Ruby berjongkok dihadapan laki-laki yang terus membenturkan kepalanya ke lantai.

Ruby menarik rambut laki-laki itu dengan kencang, sampai membuatnya mendongak. "Dengar, saya akan melakukan segala cara sampai kamu mengatakan yang sejujurnya pada saya. Biarkan kamu tahu siapa yang kamu mata-matai itu."

Ruby menghempas kepala itu kasar. Ia menggerakkan tangannya menyuruh anak buahnya membawa mata-mata itu ke tempat yang seharusnya.

"Biarkan dia yang menjadi urusanku," celetuk Ruby menatap Sagara sebelum pergi meninggalkan suaminya.

Sagara sedari tadi tidak bergerak sedikitpun, ia ingin tahu apa yang akan istrinya lakukan. Ternyata dia belum tahu siapa istrinya ini. Banyak sekali rahasia yang dia simpan sendirian.

Sangat mengejutkan melihat Ruby sedikit berbeda dengan Ruby yang ia lihat sehari-hari. Apakah istrinya ini punya kepribadian ganda?

Sagara menggelengkan kepalanya, tidak mungkin istrinya mempunyai kepribadian ganda. Ia mengejar kemana istrinya pergi. Dirinya tidak akan ikut campur mengenai mata-mata itu, biarkan kali ini Ruby yang bergerak.

Married With MafiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang