Hening menyelimuti ruang dimana Haruto berada. Pria berusia 25 tahun itu menatap lurus ke arah secangkir kopi, object yang dengan apa yang ada di pikirannya sekarang.
Masih tak terbayang dalam benak Haruto bahwa putri dari pembunuh k eluarganya akan mengandung anaknya. Tak sedikitpun ada dalam benak Haruto akan memiliki seorang anak, kemudian menjadi sosok ayah yang melihat tumbuh kembang anaknya.
Tidak pernah.
Tapi sekarang, Haruto dihadapkan oleh kenyataan yang membuatanya marah.
Tahu! Haruto tahu anak itu tidak hadir secara sendiri. Haruto tahu anak itu ada karena dosanya dengan Junkyu. Tapi haruskah dia hadir di antara mereka? mereka yang saling membenci satu sama lain?
Benci, entah mengapa ada keraguan yang dirasa Haruto ketika memikirkannya. Meski begitu, Haruto tetap meyakini bahwa dirinya membenci Kim Junkyu serta semua yang berhubungan dengannya.
Lamunan Haruto berakhir ketika netranya menangkap kehadiran Jaehyuk. Pria bermarga Yoon itu tampak kebingungan ketika datang ke ruangan yang sama dengan Haruto.
"Kau kenapa?" tanya Haruto.
Jaehyuk menatap Haruto, kemudian menghela nafas. "Yoshi tidak ada di kamarnya. Di ruang tempat dia biasa 'bersenang-senang' juga tidak ada. Dimana si idiot itu?"
Dahi Haruto mengerut usai mendengar pertanyaan Jaehyuk. Benar juga, sejak semalam tiba disini, Haruto tidak melihat keberadaan Yoshi. Tidak hanya Yoshi, Haruto juga tidak melihat Doyoung sejak semalam.
"Doyoung juga tidak terlihat sejak semalam," ungkap Haruto.
Jaehyuk membulatkan matanya kaget karena Haruto menyebut nama Doyoung. Reaksinya yang terlalu mencolok itu pun mengundang kernyitan di dahi Haruto.
"Kenapa mukamu seperti itu?" tanya Haruto, terkesan datar dan mengintimidasi.
Jaehyuk tahu itu bukan sekedar pertanyaan kenapa dengan wajahnya. Jaehyuk yakin ada maksud tersirat dibalik pertanyaan itu.
"Yoon Jaehyuk, apa kau menyembunyikan sesuatu?" tanya Haruto, menyelidiki gelagat aneh yang ia lihat dari diri Jaehyuk.
Mengenal pria itu cukup lama sudah membuat Haruto hafal bagaimana Jaehyuk ketika bingung, gelisah, dan panik. Sejak dulu ia selalu diajarkan untuk mengenali sifat dan gelagat musuh ataupun teman sendiri.
"Ah itu... Jadi begini, dua hari yang lalu saat kau pulang dari sini, A—ayah marah pada Doyoung," ungkap Jaehyuk, memilih untuk jujur karena berbohong pun ia rasa akan percuma.
Jadi lebih baik dirinya jujur dari pada pisau yang ada di dekat Haruto melayang ke arahnya.
"Marah? Apa yang membuat ayah marah?" tanya Haruto.
"Itu... hmm bagaimana mengatakannya, ya? Intinya Doyoung mencoba membelot dari perintah ayah. Doyoung memiliki rencana lain demi kepentingan dirinya sendiri yang berpotensi menggagalkan usaha kita membunuh Kim Junmyeon," ungkap Jaehyuk.
Fakta yang baru diketahui oleh Haruto membuat Haruto sangat terkejut.
"Lalu apa yang dilakukan ayah?" tanya Haruto lagi.
"Doyoung dipenjara di sel bawah tanah," jawab Jaehyuk.
Hela nafas kasar pun Haruto keluarkan. Masih belum selesai beban pikirannya, kini ada masalah baru yang datang.
Hubungan Haruto dengan Doyoung memang tidak begitu dekat. Tapi Haruto tetap menghargai dan percaya pada Doyoung setelah pemuda itu bergabung dan tinggal di mansion ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eagle and Marigold
Fanfiction[Cerita ini merupakan remake dari book THE EAGLE. Seluruh konflik sama, tetapi sebagian besar tokoh berubah) Eagle merupakan julukan untuk seorang pembunuh bayaran profesional bernama Watanabe Haruto. Terlahir dari keluarga bahagia, Haruto menjadi...
