Seoul, kota yang menjadi tempat Haruto tumbuh sebagai seorang pembunuh kembali Haruto datangi setelah sembilan bulan lamanya. Tidak ada perubahan yang begitu signifikan ketika Haruto tiba di bandara. Semuanya masih sama seperti saat ia berangkat ke Jeju.
Berbicara tentang Jeju, berat hati Haruto meninggalkan tempat yang sudah terlanjur nyaman untuknya. Haruto juga tak tega meninggalkan peternakan milik keluarga Lee yang sudah sangat baik padanya.
Meskipun mereka mengizinkan Haruto untuk kembali ke Seoul dalam jangka waktu yang tak bisa ditentukan, Haruto tetap merasa bersalah dan tak tega.
"Hhh... aku harus cepat-cepat menyelesaikan urusanku disini," gumam Haruto.
Setelah berdiam cukup lama di dalam bandara, akhirnya Haruto kembali berjalan. Haruto tidak membawa banyak barang, hanya satu buah tas yang berisi beberapa setel pakaiannya.
Lagipula kedatangannya ke Seoul bukan untuk liburan, melainkan untuk mengawasi lebih dekat apa yang sedang dilakukan oleh Yoshi. Rasanya terlalu janggal karena pemuda itu melakukan banyak transaksi dengan situs gelap pasca mereka berhenti menjadi pembunuh bayaran.
"Watanabe Haruto." Langkah kedua kaki Haruto terhenti kala telinganya mendengar suara yang tak asing.
Lantas Haruto menoleh ke sumber suara, dimana orang yang muncul dalam pikirannya ketika mendengar suara tadi kini berdiri beberapa meter darinya.
Doyoung, salah seorang rekan Haruto dulu kini kembali bertemu dengan Haruto. Doyoung lantas berjalan kembali sampai akhirnya ia berdiri dua meter di depan Haruto.
Senyum Doyoung mengembang, begitupun dengan Haruto.
"Lama tidak bertemu," ucap Doyoung.
"Hm, kau juga. Kau tidak begitu banyak berubah," balas Haruto.
Doyoung mengangguk setuju sembari terkekeh. "Dan kau terlihat jauh lebih dewasa," tutur Doyoung.
Memang benar, Haruto yang saat ini berada di hadapannya sangat berbeda dengan Haruto yang dulu masih tinggal bersamanya.
Sekarang, Haruto terlihat jauh lebih dewasa dengan rambut hitam kecoklatannya yang sedikit panjang dan bergelombang. Ditambah lagi rambut halus yang menghias rahang dan dagunya.
"Jadi setelah ini kita akan kemana?" tanya Haruto.
"Kita akan tinggal sementara di apartemen yang sudah kusewa. Ayo," ajak Doyoung kemudian berjalan mendahului Haruto.
Melihat itu, Haruto pun segera berjalan menyusul Doyoung.
"Doyoung," panggil Haruto di tengah langkah mereka.
"Hm?" sahut Doyoung.
"Apa boleh kita pergi ke satu tempat dulu sebelum ke apartemen?" tanya Haruto.
Doyoung menoleh ke arah Haruto dengan sebelah alis terangkat.
"Memang kau mau kemana?" tanya Doyoung.
Haruto tersenyum.
"Aku ingin mengunjungi Asahi."
~oOo~
KAMU SEDANG MEMBACA
Eagle and Marigold
Fanfiction[Cerita ini merupakan remake dari book THE EAGLE. Seluruh konflik sama, tetapi sebagian besar tokoh berubah) Eagle merupakan julukan untuk seorang pembunuh bayaran profesional bernama Watanabe Haruto. Terlahir dari keluarga bahagia, Haruto menjadi...
