Halo semuaaa🥰
Sudah izin dengan ayang nya belum mau baca wp? Ntar di cariin loh, wkwk.
Siap dengan cerita di bab ini?
Sebelum baca diwajibkan meninggalkan jejak degan cara vote dan komen ya, hehe.
Selamat membaca<3
***
Kilas balik
"Telah terjadi kecelakaan pesawat pada pukul 13.45 WIB siang tadi dengan rute penerbangan Aceh-Jakarta, yang membawa 1 orang kapten pilot yaitu kapten arafka, 11 orang awak kabin yang diketahui adalah cadet Adhelino, cadet Sagara, Cadet Glenn, Louis, Byantara, Alvanathan , Naufal, Almathea, Kinasih, Aurelyn, belinda, dan 314 penumpang"
"Setelah melalui proses pencarian, dinyatakan tidak ada yang selamat dalam insiden kecelakaan pesawat ini, namun para tim masih tetap melanjutkan pencarian jasad korban yang belum ditemukan"
"Sebagian bangkai pesawat seperti ekor dan sayap pesawat ditemukan di kedalaman 45 meter dari titik kecelakaan dan potongan tubuh manusia serta barang-barang korban juga ditemukan mengambang di laut"
Titania tersentak dengan berita yang baru saja di dengarnya, seolah tidak percaya dengan berita tersebut lalu perempuan itu membuka ponselnya mencari informasi tentang berita kecelakaan pesawat hari ini.
"Ibu!!" Teriaknya histeris.
Wanita paruh baya yang berada di kamarnya langsung keluar mendengar jeritan dari sang anak "ada apa, Titan?" Tanya ibunya ikut panik melihat Titania menangis tersedu-sedu.
"Sagara, Bu!" Lirihnya memberontak.
"Sagara kenapa?" Tanya ibu mulai panik.
Titania memperlihatkan layar ponselnya yang terdapat berita tranding no 1 hari ini, pada ibunya.
"Nak Sagara!!" Teriak ibu tidak kalah paniknya saat melihat nama sagara ada di dalam daftar korban insiden kecelakaan pesawat.
"Bu, Titan mau kesana sekarang, Titan mau cari Sagara, Bu"
"Kita harus kesana, sayang"
Titania dan ibunya bergegas mencari taxi untuk mengantar mereka ke lokasi kecelakaan tanpa membawa barang apapun termasuk ponsel yang ditinggalkannya diatas meja rumah.
Langit yang biasanya cerah hari ini terlihat mendung dan gelap, seolah paham apa yang sedang terjadi di bumi hari ini, semua orang berduka, rasanya ingin sekali mereka berteriak pada semesta kenapa ini harus terjadi, namun semesta memilih diam dan tidak mendengarnya.
Ternyata pertemuan yang sangat dinantikan itu harus berakhir dengan perpisahan yang belum disiapkan, rencana pertunangan itu juga harus berakhir tragis seperti ini.
Ratusan keluarga korban, puluhan wartawan, dan para penonton yang hanya penasaran berkumpul mengerubun di pinggir laut, menyaksikan proses pengangkatan bangkai pesawat serta beberapa potongan tubuh yang ditemukan.
Bumi sedang berduka, suara tangisan pilu terdengar bersahut-sahutan di pinggir laut, terutama saat para keluarga melihat penemuan barang-barang korban yang dikumpulkan diatas terpal dengan garis polisi.
"Bunda, itu kayak seragam yang sering dipakai papa saat kerja" tunjuk sekala melihat seragam pilot yang dibawa oleh seorang polisi.
Vaina memberanikan diri menuju kumpulan barang-barang korban, dilihatnya satu persatu hingga pandangannya terhenti saat melihat barang suaminya seperti koper, topi, dan seragam pilot dengan garis 4 dibahunya menandakan bahwa itu adalah milik kapten.
KAMU SEDANG MEMBACA
CAPTAIN'S DEPOSIT
Fiksi Remaja"Aku ingin sekali bertemu dengan mu, menceritakan bagaimana melewati hari-hari tanpa mu dan membesarkan anak-anak mu sendirian"
