PENJARA?

4.5K 482 102
                                        

Haii:)

Siap dengan bab kali ini?

Jangan lupa vote dan komen yaa:)

Selamat membaca<3

***

Sepanjang perjalanan menuju rutan bareskrim, atlas yang duduk di kursi sebelah kemudi terus mengumpati seseorang yang telah membohonginya. Atlas berjanji pada dirinya sendiri, bahwa orang itu akan habis ditangannya.

"Makanya jadi orang jangan keras kepala" ucap sekala yang masih fokus mengemudi, tanpa menoleh sedikitpun.

Atlas menoleh, lalu kembali fokus kedepan tanpa menjawab apapun.

"Lo harus minta maaf sama om billy, sama rindu juga. Rindu kelihatannya takut banget pas lo bentak tadi" ucap stella.

Atlas hanya mengangguk, pikirannya bukan tertuju kepada dua orang itu melainkan kepada laki-laki yang berstatus sebagai ayahnya.

Beberapa saat setelah berbincang-bincang di mobil, akhirnya mereka sampai di halaman rutan. Tanpa menunggu sekala dan Stella,  remaja laki-laki itu langsung turun dari mobil.

"Pak, saya mau ketemu sama tahanan atas nama Arafka"

Karena tak kunjung mendapat jawaban dari polisi, atlas dengan tak sabarnya lantas berkata "Ini perintah dari jenderal Pati, pak" bohongnya.

"Mari saya antarkan" ucap polisi itu menuntun jalan anak laki-laki itu.

Atlas menunggu diruang tunggu, tangannya sudah sangat gatal ingin menyapa laki-laki itu. Selang beberapa waktu, afka datang bersama seorang polisi yang menjemputnya. Lirikan atlas kian menajam saat afka duduk di depannya.

"Atlas sendiri?" Tanya afka pertama kali.

Bugh!

Afka memegang wajahnya yang terasa nyeri akibat pukulan dari anaknya "Kenapa, atlas? Papa salah apa?"

Bugh!

"Anjing Lo!"

Bugh!

"Lo masih nanya salah lo apa sama gue?!"

"Papa nggak tau papa salah apa sama kamu!"

Bugh!

"BANGSAT LO, ANJING! LO BOHONGIN GUE! BAJINGAN! BRENGSEK LO! LO NGGAK PANTAS JADI MANUSIA! LO HARUS MATI DITANGAN GUE!"

Bugh!

Plak!

Setelah melayangkan pukulan mengenai wajah papanya, atlas juga mendaratkan sebuah tamparan keras. Afka meringis menahan sakit serta nyeri di wajahnya, beberapa kali afka mencoba mengelak, namun tenaga anaknya itu sangat kuat, meski sebelah tangannya masih dibaluti perban.

"LO JAHAT! TEGA LO BOHONGIN ANAK SENDIRI! LO MANUSIA APA BUKAN?!"

"Atlas, maafin papa, papa terpaksa bohongin kamu karena papa mau kamu memaafkan papa" jawabnya.

"GUE BENCI SAMA LO!"

Afka melangkah beberapa langkah mendekati atlas, "Maafin papa,nak. Papa udah setuju buat donorin darah untuk atlas waktu itu tapi bunda kamu malah___"

"Tolong jangan buat keributan disini!" Tegur salah seorang polisi yang melerai keduanya.

"DIAM LO!" sentak atlas kepada polisi itu.

Sejurus dengan itu, atlas menjangkau senjata yang berada di pinggang polisi itu.

Dorrr!!

CAPTAIN'S DEPOSIT Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang