Hai, udah siap baca bab ini?
Sebelum membaca jangan lupa vote dan komen.
Follow akun wp sthfyu juga hehe😌
Selamat membaca<3
***
"Mau kemana calon pengantin?" Tanya seorang wanita paruh baya dari balik pintu kamar anaknya.
Perempuan itu menoleh "Eh ibu, titan mau ke rumah kak vaina, udah lama nggak ketemu sekalian mau anterin undangan"
"Vaina?" Tanya ibu nya mengingat-ingat nama itu.
Titania mengangguk dan menjawab "Kak vaina istrinya kapten afka, Bu"
Ibunya kemudian mengangguk paham, seolah kembali mengenali orang itu.
Tit!
"Nah,, itu sadewa udah datang. Titan pergi dulu ya, bu" pamitnya lalu menyalami tangan sang ibu.
"Ayo ibu anterin ke depan"
Di teras rumah milik titania, Sadewa turun dari mobilnya lantas menyalami tangan calon mertuanya serta meminta izin menemani titania.
"Kalian hati-hati, ya" peringat ibunya.
"Pasti dong, bu. Anak ibu akan baik-baik aja selagi masih ada sadewa di samping nya" gombal laki-laki yang berprofesi sebagai nahkoda tersebut.
Wanita paruh baya itu sontak tertawa kecil mendengar gombalan dari calon menantunya, sementara titania salah tingkah dibuatnya.
"Yaudah, bu. Kita pamit"
"Hati-hati"
Sadewa dan titania memasuki mobil, lalu tanpa ingin membuang-buang waktu sadewa langsung saja menjalankan mobilnya ke arah tujuan utama, yaitu rumah keluarga nassution.
Setelah hampir satu setengah jam melewati perjalanan, akhirnya calon sepasang suami-istri itu tiba di alamat tujuan.
Pagar besi yang berwarna putih serta dihiasi dengan warna keemasan terbuka lebar memberikan akses untuk mobil milik sadewa masuk ke dalam pekarangan rumah megah itu.
"Kamu udah bilang kalau kita mau kesini?" Tanya sadewa kepada calon istrinya.
"Belum, sengaja biar jadi surprise gitu" jawab titania.
Sadewa mengangguk paham, lalu mereka berdua turun dari mobil.
Tingtung!
Pintu rumah itu terbuka menampilkan seorang laki-laki remaja, namun sayangnya anak itu tampak tidak mengenali dua orang di hadapannya saat ini.
"Cari siapa, ya?" Tanya alister.
"Ini betul rumah kapten afka?" Tanya titania sedikit ragu.
Pasalnya, titania juga kurang mengenali remaja laki-laki di depannya ini. Terakhir ia kerumah keluarga nassution saat anak-anak perempuan yang bernama stevaina itu masih kecil, selebihnya titania hanya saling bertukar kabar dengan vaina melalui handphone.
"Betul, saya anaknya" jawab alister.
"Anak nya yang ke berapa kalau boleh tau?"
"Penting banget?" Tanya alister sedikit jutek.
"Siapa, nak?!" Tanya seorang perempuan dari belakang punggung anaknya.
"T-titania?" Tanya vaina juga ragu-ragu, setelah melihat wajah tamu yang datang berkunjung ke rumah mereka hari ini.
Perempuan itu mengangguk senang, ternyata stevaina masih mengenalinya.
"Ya ampun, titan. Udah lama banget nggak ketemu"
KAMU SEDANG MEMBACA
CAPTAIN'S DEPOSIT
Roman pour Adolescents"Aku ingin sekali bertemu dengan mu, menceritakan bagaimana melewati hari-hari tanpa mu dan membesarkan anak-anak mu sendirian"
