Halo semua❤️
Semoga suka dengan bab kali ini:)
Follow akun wp sthfyu:)
Jangan lupa vote dan komen.
Selamat membaca<3
***
"Cie yang besok tambah tua" Seru alister kepada sekala.
"Dewasa, cil. Gue belum mau tua" Balas sekala.
"Cal cil cal cil kakek lo!"
"Kakek gue kan kakek lo juga"
"Oh iya, ya"
"Bocil gue yang satu lagi kemana?" Tanya sekala.
"Tuh lo lihat sendiri kelakuan bocah satu itu" Tunjuk alister pada atlas yang sedang merayu bunda nya entah menginginkan apa lagi.
"Boleh ya, bund?" Pinta atlas memohon.
Vaina tampak sedang berpikir antara mengizinkan atau tidak.
"Hari ini aja, habis ini nggak lagi, janji" Mohonnya lagi.
"Anak manja, nggak usah di iyain bund!" Seru alister dari jarak yang lumayan jauh.
"Bunda,, boleh ya? Hari ini aja" Lagi-lagi anak itu memohon izin pada ibunya.
"Nggak usah, bunda!" Jerit alister membuat adiknya tambah kesal.
"Siapa sih yang ngomong? Suara nya ada orang nya nggak kelihatan" Balas atlas membuat alister yang kini menjadi kesal.
Vaina hanya tertawa melihat pertengkaran kecil antara kedua anaknya "Kenapa dulu?" Tanya vaina meminta alasan pada atlas.
Atlas menyengir seraya menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal, lalu menjawab "Atlas lupa bikin PR, hukumannya bersihin toilet"
Stevaina menghela nafas panjang, ternyata itu alasan anak bungsu nya tidak mau masuk sekolah hari ini. Katanya, daripada harus membersihkan toilet lebih baik dibuat alpha oleh guru nya.
"Boleh kan, bund?" Tanya atlas lagi.
"Yaudah boleh, tapi lain kali harus kerjain PR nya, jangan malas-malasan" Ujar ibunya.
Atlas sontak langsung mendaratkan ciuman pada kedua pipi ibunya tanpa aba-aba, kemudian memeluknya dengan erat.
"Makasih bunda cantik, bunda ter the best yang pernah ada, i love you bunda" ujarnya dengan manja dalam pelukan sang ibu.
"Bohong itu bund, kemarin atlas bilang yang paling cantik pacarnya!" Seru sekala dari sebelah alister.
"Kemarin sama hari ini beda" Sahut atlas.
Lantas mereka tertawa rekah setelah bergurau seperti saat ini, sebenarnya kebahagiaan itu sederhana namun mereka saja yang terkadang lupa bagaimana bentuk bahagia saat teringat betapa cepatnya laut ingin memiliki orang yang paling berarti untuk mereka.
"Non, makanan udah bibi siapin" Kata bi ineng memberi tau.
"Oh iya, bi. Ayo kita makan sama-sama" jawab vaina.
"Duluan aja non, bibi nanti kalau non vaina sama anak-anak udah selesai"
"Nggak boleh nolak, bibi sama pak dirman harus makan bareng kita" Kini giliran sekala yang menawarkan.
"Yaudah kalau maksa" Balas bi ineng membuat mereka lagi-lagi tertawa.
Semua penghuni rumah megah itu kini berkumpul di meja makan dalam rangka sarapan pagi bersama, gelak tawa pecah saat itu juga karena lawakan dari pak dirman yang berusaha mencairkan suasana.
KAMU SEDANG MEMBACA
CAPTAIN'S DEPOSIT
Teen Fiction"Aku ingin sekali bertemu dengan mu, menceritakan bagaimana melewati hari-hari tanpa mu dan membesarkan anak-anak mu sendirian"
