Ceklek
Karl masuk ke dalam kamar Kiel yg terlihat berantakan, tisu berserakan di lantai serta buku yg berserakan sebagian dari buku tersebut terbuka memperlihatkan lembaran isi.
Karl memanggil beberapa pelayan untuk membereskan kamar Kiel, lalu membangunkan sang empu yg masih tertidur dengan memeluk boneka domba.
"Kiel, bangun" Karl menggoyang kan bahu Kiel.
"Hmmn" Terdengar lenguhan dari Kiel ia mengedipkan matanya beberapa kali.
Kiel mengubah posisinya menjadi telentang, ia bangun dan menatap Karl yg juga sedang menatapnya melihat Karl berada di kamarnya Kiel tanpa sadar memeluk Karl.
Karl yg di peluk oleh Kiel cukup terkejut, apa adiknya mimpi buruk? Sudahlah, ia akan pamer nanti kepada kakaknya hehe.
"Yosh yosh" Karl mengelus surai Kiel.
"Udah ya, sekarang mandi habis itu kita sarapan" Ucap Karl melepas pelukan Kiel.
Kiel mengangguk ia turun lalu entah sadar atau tidak ia sudah mengelilingi kamarnya, Karl yg melihatnya hanya diam sepertinya itu adalah kebiasaan adiknya setiap bangun tidur.
"Kiel" Panggil Karl melihat Kiel melamun di depan cermin seperti biasa.
Kiel tersentak lalu beranjak dari depan cermin ia menuju kamar mandi, membersihkan diri sedangkan Karl menyiapkan peralatan yg akan di gunakan Kiel di sekolah.
Setelah menyiapkan peralatan yg di butuhkan Kiel ia kembali ke kamar, mengganti bajunya dengan seragam sekolah dan kembali ke kamar Kiel.
Mereka menuju ke ruang makan, sampai di sana Kiel duduk di samping Karl lalu melanjutkan sarapan mereka dengan hening.
Setelah sarapan Kiel berangkat bersama Karl menggunakan mobil ia duduk di samping Karl sambil memainkan jari tangannya, Karl yg melihat tingkah menggemaskan Kiel tanpa sadar tersenyum tipis.
Mereka akhirnya sampai di sekolah Karl memarkirkan mobil di parkir khusus mobil, ia keluar dan di susul dengan Kiel yg bersembunyi di belakangnya sembari memegang ujung bajunya melihat tatapan yg di layangkan kepadanya dari siwa/i yg berada di sana.
Tak lama setelahnya datanglah Xavier dan Xander, mereka melepas helm dan mendekati adik mereka yg masih berdiri di sana dengan Kiel yg masih dengan posisi sama.
"Ayo" Ajak Xander, di angguki oleh Karl
Karl menarik tangan Kiel lembut menuju kelas mereka, kenapa tidak menuju ruang kepala sekolah terlebih dahulu? Karena yg mempunyai sekolah adalah keluarga mereka.
Sampai di kelas Bahasa X1 pun keduanya memasuki kelas, setelah berpamitan kepada kedua kakaknya yg mengantar mereka sampai ke kelas.
Beruntung Karl duduk sendiri ah tidak sebenarnya Karl yg mengusir teman sebangkunya supaya bisa duduk dengan kembaran nya yg jarang sekali berbicara dengannya meski sering di sahut dengan deheman ia tidak begitu puas.
Tak lama belum masuk berbunyi seorang guru masuk ke dalam kelas.
"Selamat pagi anak anak, sepertinya kita kedatangan murid baru" Ucap guru tersebut menatap ke arah Kiel.
"Kiel Zergan Gerdan, salam kenal" Ucap Kiel berdiri dari duduknya yg menjadi pusat perhatian teman sekelasnya.
"Baiklah Kiel, kamu boleh duduk. Saya wali kelas mu Zenal kamu bisa memanggilku pas Zen" Ucap pak Zen yg di balas anggukan oleh Kiel.
❃.✮:▹ ◃:✮.❃
Bel istirahat berbunyi saat ini Kiel dan Karl berada di kantin bersama kakak mereka dan temannya, sembari menunggu pesanan mereka datang mereka berbincang kecil dan memperkenalkan diri.
"Ini adek lo ya, kenalin gue Rangga Septian panggil Rangga or Angga" Ucap seorang di samping Xavier.
"Gue Cendrik Delson panggil Ken" Ucap pemuda di samping Angga.
"Arga Pratama, Arga" Ucap pemuda di samping Xander.
"Qansa Eldrik, Ansa" Ucap pemuda di samping Arga.
"Kiel" Balas Kiel datar dengan wajah yg sama datarnya, ia tengah memainkan jari Karl yg mana hal itu membuat kedua kakaknya iri terhadapku Karl sedangkan Karl ia menatap remah ke arah keduanya.
'Cih' batin keduanya menatap sinis Karl.
'Ada apa dengan mereka' batin Angga dan Ken menatap mereka bingung.
"Makanan datang" Ucap seorang pemuda yg mana setelahnya ia merintih kesakitan karena di tendang pemuda yg lainnya.
"Apaan si lo? Sakit tau" Ucap nya menatap jengkel ke arah pemuda di sampingnya.
"Loh kok Karl ada dua? " Tanyanya begitu melihat Kiel.
"Dia kembaran Karl, Kiel" Jawab Ken, di balas anggukan mengerti olehnya.
"Oh kalau gitu salam kenal gue Ferli Wanda, panggil aja Ferli" Ucapnya duduk di samping Karl.
"Makasih mbak" Pemuda lain yg di tatap oleh mereka.
"Iya sama sama, saya pergi dulu"
"Kenapa? " Tanyanya bingung, di tatap oleh mereka membuatnya sedikit gugup.
"Kenalin nama lo, aelah makanya jangan sibuk aja lo"ucap Ferli.
"Oh Reynold Teslan, Rey" Ucapny memperkenalkan diri.
"Kiel" Ucap Kiel, ia melirik sekilas lalu memakan nasi goreng yg di pesankan Karl.
Mereka diam menikmati makanan hingga tiba tiba..
Brak
Prang!
Seorang mendobrak meja mereka membuat makanan yg berada di sana tumpah begitu juga nasi goreng yg di makan oleh Kiel, Kiel yg terkejut tak sengaja menyenggol gelas hingga terjatuh.
"Ah maaf" Ucapnya santai melirik mereka.
'Dia kenapa' batin Kiel melirik wanita yg berada di sampingnya.
"Kiel, tangan mu" Ucapan Karl membuat mereka mengalihkan atensi ke arah tangan Kiel.
'Ada a-' Kiel menutup matanya merasa kepalanya sakit seperti ada sesuatu yg mencoba masuk ke dalam kepalanya.
Melihat hal tersebut Xavier dan Xander segera mendekati Kiel menghiraukan tatapan bingung yg lain, Xavier dengan tak berperasaan menyenggol bahu wanita yg sudah membuat adiknya terluka.
"Kiel, kamu mendengar ku? " Ucap Xander menahan tangan Kiel yg terluka agar di bersihkan Karl.
"Lebih baik di bawa ke UKS" Ucap Ken di balas anggukan oleh Karl.
"Ssh.. " Rintih Kiel, ia membuka matanya sebelah lalu lalu melirik wanita yg masih shock karena perbuatan Xavier.
"Ck" Decak Kiel pelan, yg masih terdengar oleh mereka.
"A-ayo" Karl segera membawa Kiel menjauh sebelum 'dia' keluar dan mengacau.
"Sutt.. Tenanglah Kiel" Ucap Karl lembut, ia mengelus punggung Kiel yg berada di gendongannya dengan lembut.
Xander dan Xavier menyusul setelah meminta seorang untuk membereskan kekacauan yg tadi.
»»----><----««»»----><----««
Yahho~
Alhamdulilah ujian udah selesai tadi, senang bangat tapi masih ada clasmet. Ah malas.. Kenapa gak libur aja!!
Dah maaf typo
See you (*'︶'*)♡Thanks!
KAMU SEDANG MEMBACA
The Twins Figuran [END]
Ficção Adolescente[ BROTHERSHIP ] ❗ Remaja bernama Alan berumur 14 tahun ia adalah anak rumahan yang akan keluar jika ada kepentingan saja bahkan bisa di hitung dengan jari dalam setahun ia keluar rumah. Ketika sedang menonton film pada laptop di balkon kamar di tem...
![The Twins Figuran [END]](https://img.wattpad.com/cover/324480753-64-k753548.jpg)