-20-

558 76 32
                                        

Kek ada rindu-rindunya gitu!:)
-Abbyanza

*

*

"beneran mau ikut?"

Abbyanza menghela nafas lelah, lalu melirik Sidik sebal.
"lo udah nanya gitu 19 kali, Dik" ketusnya

"ya tapi ini kemping loh, kamu bakal tidur cuma diatas tikar yang pastinya gak nyaman, dempet-dempetan, kalo makan pasti barengan, kamar mandinya juga pasti gak bersih, terus udah gitu-"

"seenggaknya sekali seumur hidup, gue mau ngerasain, Dik" kata Abbyanza melas
"Kalo masalah tidur, lo tenang aja. Bang Dimas udah beliin gue karpet bulu kecil buat gue tidur didalam tenda, ya meskipun gue harus kena omelan dia dulu"

Sidik menatap Abbyanza khawatir, baru aja kembali pulang beberapa jam yang lalu, eh sekarang udah mau pergi lagi ikut acara kemping.

Setelah pergi bersama orang tuanya selama seminggu tanpa kabar, semalam Abbyanza kembali pukul 02:00 dinihari di antar Dimas. Jangan tanya perasaan Sidik saat mengetahui adik kecilnya kembali pulang, Sidik bahagia. Sangat!

Selama seminggu itu, Abbyanza tinggal bersama mama papanya alias orang tua Dimas. Dan selama disana pula, Dimas benar-benar memonopoli Abbyanza, bahkan menyita ponselnya. Itulah alasan Abbyanza susah dihubungi, karena ponselnya berada di tangan Dimas. Abbyanza masih belum mengetahui perihal kebangkrutan yang dialami keluarganya itu hanyalah kebohongan belaka, yang Abbyanza tau, kini papinya sedang berusaha bangkit kembali dengan bantuan papanya.

"mbok, Sidiknya tuh" rengek Abbyanza pada mbok Yum yang sedang menguncir dua sebagian rambutnya dan memasangkan jepitan pita warna hitam, matanya melirik sinis pada Sidik yang membantu menyiapkan keperluannya.

Mbok Yum senyum dengan kepala menggeleng kecil
"udah udah" lerainya
"kamu juga Dik, percaya aja sama neng Abbyanza. Lagipula cuma 3 hari dua malam, nanti kita juga selalu nengokin kesana"

"ya tapi mbok, aku-"

"sekali lagi lo ngomong, gue pukul ya lo, Dik" sewot Abbyanza

Susah payah Abbyanza membujuk papi maminya beserta Dimas agar diizinkan mengikuti acara ini, segala macam bujukan dan rayuan Abbyanza lancarkan agar berjalan sesuai keinginan. Jangan sampe sekarang Abbyanza harus membujuk mbok Yum dan Sidik juga.

Sidik menghela nafas
"yaudah, tapi nanti kalo gak betah, langsung bilang. Biar aku langsung jemput"

Abbyanza senyum lebar
"siap"

**

**

Kedatangan Abbyanza di sekolah bersama Sidik yang membawa barang-barangnya untuk keperluan kemping, tentunya mengagetkan semua anggota pramuka yang telah bersiap untuk berangkat.

"Abbyanza" pekik Lilis senang campur lega, lalu memeluknya erat
"yaampun kamu kemana aja?"

Abbyanza senyum lebar
"gue ada acara keluarga dulu kemarin" jawabnya
"ini posisi gue gak di ganti 'kan, Lis?" tanyanya was-was setelah Lilis melepaskan pelukannya.

Lilis menggeleng
"nggak kok, tapi emang kemarin ada penambahan satu anggota buat gantiin kamu kalo gak dateng juga hari ini"

"yah, terus gue gimana dong?" tanya Abbyanza lesu

"gak papa, kata a' Jafar juga gak papa kalo misalnya nambah satu anggota lagi"

Jafar yang baru keluar dari ruang guru, mematung saat melihat Abbyanza yang kini tengah mengobrol sama Lilis.

ABBYANZATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang