Jangan pergi.

1.8K 115 4
                                        

Jika kau berniat pergi untuk selamanya, kenapa kau harus kembali sebentar?

Gala

Childish Boy

Hari ini adalah hari ke 13 Nara tak bersekolah. Hal itu membuat perubahan besar di hidup seorang cowok bernama Gala. Pipi chubby cowok itu semakin menghilang. Kantung mata Gala semakin tampak. Dia juga semakin kurus. Bagaimana tidak, makan tak mau tidurmu tak nyenyak. Ia hanya sibuk menangis. Merindukan sosok Nara yang sudah mengambil sebagian jiwanya.

Hari ini, dia berangkat dengan harapan Nara akan datang ke sekolah. Di gerbang, dia berjalan terseok-seok. Rasa malas menyelimutinya. Karena ternyata, Nara masih belum muncul.

"Hei, Gal!" sapa Ayu yang sedang bersama Yuta. Cowok manis itu hanya tersenyum ke arah Gala, membuat Gala muak. "Jangan sapa-sapa aku! jangan sok akrab!" cetus Gala galak. Ayu dan Yuta hanya terkekeh.

Lalu, Gala kembali melangkah. Dan matanya tak sengaja menuju ke arah semak-semak. Samar-samar, ia seperti melihat seseorang sedang memungut sebuat tas. Dan matanya melebar saat sadar bahwa seseorang itu adalah Nara.

"NARA!" ia berteriak kencang. Hingga membuat beberapa pasang mata melihatnya. Tangis Gala meluruh. Rasa rindu yang membuncah di dadanya membuat kakinya langsung berlari ke arah Nara yang sepertinya terlihat tegang.

"STOP! JANGAN KESINI GALA!"

Teriakan itu semakin membuat siswa-siswi penasaran. Sementara orang yang Nara tuju, langsung terdiam di tempat. Bagaimana tidak, setelah sekian lama tidak bertemu, Nara tiba-tiba membentaknya sekarang. Tapi, wajah Nara juga terlihat kalut. "Jangan kesini! Sebentar saja," ucap Nara dengan nada bergetar.

"Kenapa? hiks, Nara udah gak mau sama Gala?" isak cowok itu. Nara menjadi semakin bingung. Ia tiba-tiba mengangkat tas hitam itu dan berlari menjauh ke arah jurang yang ada di belakang sekolah.

"NARA KAMU MAU KEMANA!" teriak Gala saat Nara tanpa aba-aba menjauh darinya.

"Minggir kalian semua! gue bawa bom!" teriak Nara panik. Semua siswa-siswi berhambur ke luar sekolah. Menyelamatkan diri masing-masing. Sekolah menjadi riuh. Semua berteriak ketakutan. Sementara itu, Gala sudah ditarik oleh Ayu. Ayu tak mau Gala nekat mengejar Nara yang sudah menggendong bom aktif.

"Lepasin aku! Aku mau ngejar Nara!" teriak Gala meronta-ronta. Mencoba melepas pegangan Ayu dan teman-temannya.

"Lo gila? Dia bawa bom!"

"Dia terpaksa Ayu!" teriak Gala semakin histeris. "Aku lihat sendiri Nara nemuin bom itu. Aku lihat sendiri! Tolong! Tolongin Nara!"

"Kita ... kita gak bisa berbuat banyak," salah satu guru berkata dengan panik. "Kita hanya bisa berdoa semoga Nara baik-baik saja."

"APA KALIAN GILA! NARA MAU MATI DEMI KALIAN DAN KALIAN GAK BISA BERBUAT APA-APA? KALIAN GILA!"

Gala sudah tak habis pikir dengan para manusia di sekeliling mereka. Para manusia itu terlihat pasrah menatap Nara yang berlari di sana. Terlihat Nara yang sudah mendekati sungai yang ada di bawah jurang.

Gala semakin memberontak. "LEPASIN AKU! AKU MAU NYUSUL NARA!"

"Diem! Tolong diem dan doain Nara biar dia selamat!" perintah Ayu berusaha membungkam Gala yang semakin memberontak.

Childish Boy: Love HateCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang