Siswa siswi sudah memenuhi kantin SMA Alexander, hingga kantin terasa sesak penuh umat manusia.
"Na, kita mau duduk dimana ya, penuh banget ini," ucap Zia.
"Iya, kok dah penuh gini sih,"
"Eh, apa kita ngikut duduk deket suami lo?, Tu di sana masih muat buat kita berdua," ajak Zia melihat Darel dkk di pojokan kantin.
"Eum, tapi..."belum sempat Unna melanjutkan bicaranya, Zia sudah lebih dulu menarik tangannya menuju meja di pojokan kantin.
"Hai, boleh kita gabung?"tanya Zia saat sampai di meja Darel.
"Boleh dong silahkan," ramah Satria.
"Kalian mau pesen apa, biar kita pesenin sekalian," Vino berdiri dari tempat duduknya.
"Aku mau bakso deh sama es teh, Lo mau apa Na?," Zia.
"Samain aja deh," jawab Unna.
"Oke, lo rel, sat, yan, mau apa,"
"Samain aja juga," balas Darel.
"Oke, sat yok bantuin gue,"
Satria bangkit dari tempat duduknya untuk membantu Vino.
Suasanya menjadi canggung di antara mereka berempat, ingin bicara tapi entahlah tak juga keluar suara.
Hingga Vino dan Satria datang tak ada yang berbicara, hanya sibuk dengan ponsel masing-masing.
"Buset dah, tenang bener lo pada, ngobrol-ngobrol gitu napa," ucap Satria dengan membawa senampan bakso ditangannya.
"Nih makanannya,"
"Makasih," kata Zia.
Tak ingin menunggu lama lagi, mereka segera menyantap makanan yang sudah tersaji.
"Alhamdulillah, aku dah selesai Zi, kamu udah belum,"ujar Unna.
"Bentar, gue minum dulu,"
"Oh ya, ini tadi semuanya berapa punya kita," tanya Unna menghadap Vino.
"Udah gak usah, udah aku bayarin," terang Darel.
"Wah beneran, makasih ya kak, duh baik deh,hehe," heboh Zia.
"Kapan lagi ya kan ditraktir, most wantednya sklh haha," lanjut Zia.
"Nanti deh pulang sekolah gue traktir mau gak," tawar Satria menaik-turunkan alisnya.
"Gak usah aneh-aneh deh,"sanggah Vino.
"Kumat," imbuh Tian.
"Lu pada ngapa sih kok lu sewot mau gak cantik, btw nama lo siapa?" Tanya Satria.
"Gak dulu deh nanti ada urusan soalnya, nama gue Zia,"
"Yah," bahu Satria melemas.
"Haha, makanya jadi orang gak usah jadi buaya," ledek Vino.
"Hok o, noh kaya bos, diam-diam nikah,"lanjut Tian.
"Kok bawa-bawa gue sih," ujar Darel.
"Gue juga bisa, tunggu aja ya, nanti gue tiba-tiba bawa istri juga," sombong Satria.
"Ck, gak usah ngawur," decak Vino.
"Kita balik dulu ya, assalamualaikum," pamit Unna.
"Wa'alaikumussalam, hati-hati," balas Darel.
•••
"Eh Unna tadi lo di suruh ke ruang BK," terang ila, temen sekelas Unna.
"Ada apa ya?," Bingung Unna.
"Aku kurang tau, mending kamu ke sana sekarang deh,"
"Oke, makasih infonya,"
"Sama-sama,"
"Mau gue temenin gak Na?," Tutur Zia.
"Gak usah aku sendiri aja,"tolak Unna.
"Oke deh,"
Unna melangkahkan kakinya menuju ruang BK, pikirannya teringat akan kejadian kemarin, apa benar kalo ia akan dikeluarkan dari sekolah karna ketahuan telah menikah, kalo iya...ah sudahlah Unna tak mau memikirkan hal itu.
Sesampainya di ruang BK keningnya berkerut kala ia melihat bahwa suaminya juga sudah berada di sana, apakah benar yang ia pikirkan tadi.
"Assalamualaikum," salam Unna.
"Wa'alaikumussalam, silahkan duduk Unna," ucap pak Dedi selaku guru BK di sana.
"Baik pak,"
"Baiklah bapak memanggil kalian berdua ke sini, perihal kejadian kemarin di kantin," ujar pak Dedi.
Deg
Jantung Unna sudah berdegup kencang, sepertinya memang benar apa yang ia pikirkan.
"Darel, kenapa kamu berkata bahwa Unna istri kamu, apa itu benar?,"
Hanya keheningan yang ada, Darel tak berani menjawab pertanyaan dari pak Dedi.
"Jawab Darel!!" Bentak pak Dedi.
"Iya pak, Unna memang istri saya,"jawab Darel.
"Oke, dengan berat hati saya harus mengatakan, kalian berdua akan dikeluarkan dari sekolah ini, karna peraturan sekolah menyatakan bahwa, melarang siswa-siswinya menikah saat masih sekolah,"
Huh, sudah di duga apa yang akan Unna dengar, pupuslah harapannya untuk lulus bersama-sama dengan ,Zia, sahabatnya.
"Loh gak bisa gitu dong pak," protes Darel.
"Kenapa gak bisa, kita harus mematuhi peraturan yang ada,"
"Ck, kasih toleransi lah pak,"
"Gak bisa Darel peraturan tetap peraturan, kalaupun kalian tetap sekolah, itu bisa mengganggu kalian belajar, apalagi kalau sampai Unna hamil,"
"Gak mungkin ganggu pak, Unna juga gak hamil,"
"Iya mungkin sekarang tidak, tapi bisa saja besok atau lusa Unna hamil,"
"Kalau gitu gimana tu orang biadab, yang udah nyiram istri saya pake jus alpukat,"
"Kamu tenang aja, Berlin udah bapak kasih hukuman,"
"Tapi pak, apa benar-benar tidak ada toleransi untuk kita?," Ucap Unna akhirnya.
"Tidak ada toleransi apapun, kalian berdua, akan segera kami keluarkan, tunggu saja surat DO dari sekolah,"
"Tidak ada yang bisa mengeluarkan mereka dari sekolah ini,"
Siapa yang berani-beraninya berucap demikian, ketiga orang di ruangan tersebut menoleh melihat siapa yang berkata demikian, tak terkecuali Darel ia juga ikut menolehkan kepalanya.
Deg
Darel terkejut melihat siapa yang berdiri di depan pintu sana.
•••
23 Desember 2022
Duh gimana part ini seru gak?
Siapa kira-kira pemilik sekolah megah SMA Alexander?
Makasih yang udah nunggu cerita aku, jangan lupa vote komennya⭐⭐
KAMU SEDANG MEMBACA
Ikatan Suci [END]
Teen Fiction"Sayang, bagaimana kalau ada seseorang yang datang ke ayah, meminta kamu untuk menjadi istrinya?" ••• "Apakah kamu mau menjadi istri saya?" ••• Menikah saat SMA ?!, Tak pernah sama sekali terpikirkan oleh Unna, bagaimana bisa itu terjadi?. Lalu sepe...
![Ikatan Suci [END]](https://img.wattpad.com/cover/313829219-64-k836790.jpg)