"lu pada ngerasain gak tadi di ruangan Darel, mencekam," ucap satria.
"Mencekam, kaya di rumah hantu aja sat," jawab Vino.
"Bukan mencekam, tapi memang suasana gak enak aja gitu, semua pada diem, kasian Darel di saat dia sakit tapi malah rasanya lebih sakit dari itu, lebih kasian lagi si Unna, dia gak tau apa-apa dan sekarang dihadapkan dengan keadaan kayak gitu, pasti dia bingung apa yang sebenarnya terjadi antara suami dan mertuanya," jelas Tian.
"Iya, semua kayak gak ada selesainya, kasihan juga gue sama Darel," saut Vino.
"Ya mau gimana lagi, kita gak bisa berbuat apa-apa kan, itu urusan internal di keluarga mereka, gak seharusnya kita ikut campur," sanggah Satria.
"Tumben bijak lo sat," kata Vino.
"Gue emang dari dulu bijak," sombong satria.
"Mulai dah tu, mending makan keburu dingin nih makanan," balas Vino.
"Yaudah dimakan nanti balik lagi keruangan bos, kita kan ke sini mau nengokin dia malah ke kantin," saut Satria.
"Tadi emang siapa sih yan yang ngajak kita nantinya," tanya Vino.
"Setan kali," jawab Tian.
"Setan setan, gua tadi yang ngajak, bukan setan, yaudah dimakan buru ah," sewot Satria.
•••
"Pa, papa mau minum apa gitu atau makan apa biar Unna beliin di kantin?" Tanya Unna.
"Gak perlu repot-repot, nanti kalau papa mau apa-apa beli sendiri," jawab Mahendra.
Unna hanya manggut-manggut menanggapi jawaban Mahendra, ia bingung sebenarnya mau ngapain, kalo gak ngapa-ngapain rasanya ada yang aneh, serba salah.
Mahendra berdiri dari duduknya, merapikan sedikit jasnya, " kalau gitu papa balik dulu, kalian baik-baik ya, Darel semoga kamu cepat sembuh, dan Unna, papa titip Darel ya sama kamu, papa pergi dulu ada urusan."
"Baik pa, mari saya antar," jawab Unna.
"Gak perlu, kamu disini aja, Darel papa pergi dulu ya," pamit Mahendra pada Darel.
Tak ada respon apapun yang Darel berikan, melihat hal itu Mahendra tetap mencoba tersenyum, pergi dari ruangan Darel.
"Mas, makan dulu ya, dari pagi kamu belum makan Lo," tawar Unna.
"Nanti aja sayang, belum laper," tolak Darel.
Tak lama kemudian terdengar salam, seraya membuka pintu ruang rawat Darel, "Assalamualaikum,"
"Wa'alaikumussalam, eh zia masuk zi," kata Unna.
"Iya na, gimana keadaan Darel?" Tanya Zia.
"Alhamdulillah udah lebih baik zi,"
"Alhamdulillah, oh iya ini aku ada bawain buah, di makan ya rel, Unna juga boleh makan hehe,"
"Makasih zi, kok repot-repot kamu ini,"
"Gak repot na, cuma buah juga,"
"Mas mau makan buah aja nih Zia bawain buah?" Tanya Unna lagi.
"Em boleh deh, mau apelnya ya," jawab Darel.
"Iya, aku kupasin dulu,"
"Duduk zi, nanti kamu pegel lo berdiri terus," suruh Unna.
Zia mengangguk dan mulai mendudukkan dirinya di sofa.
Ceklek
"Boss, eh ada Zia juga, udah lama zi?" Tanya satria.
"Belum baru dateng," jawab Zia.
"Rel gimana keadaan lo?"tanya Vino.
"Udah baikan, kalian ngapain ke sini?"
"Astaghfirullah bos ya mau jengukin lo lah masih tanya lagi," terang Satria.
"Oh," singkat Darel.
"Hah?, Gak habis vikri gue Ama lo bos, sakit aja bikin orang jengkel ya," ketus Satria.
Kini Satria bergerak menuju meja kecil dekat ranjang Darel dan mengambil satu biji apel yang ada di sana,"wih disediain apel, gue ambil satu ya rel."
"Eh sat, itu buah yang bawa gue, untuk Darel, gak nyediain lo, kok malah lo yang makan sih," protes Zia.
"Oh, yang bawa kamu toh, gpp lah minta satu, nanti tak ganti sama mas kawin emas deh," jawab satria sambil menggigit apel.
"Halah yang bener, udah sering lo ngomong kayak gitu sama cewek lain, dasar buaya," ejek Vino.
"Satria jangan dipercaya zi, tukang bohong," lanjut Vino.
"Suudzon Lu," tukas Satria.
•••
22 Juli 2023
Terimakasih ya yang udah baca dan dukung sampai part ini
Semoga kalian suka dengan part ini, bye bye
KAMU SEDANG MEMBACA
Ikatan Suci [END]
Teen Fiction"Sayang, bagaimana kalau ada seseorang yang datang ke ayah, meminta kamu untuk menjadi istrinya?" ••• "Apakah kamu mau menjadi istri saya?" ••• Menikah saat SMA ?!, Tak pernah sama sekali terpikirkan oleh Unna, bagaimana bisa itu terjadi?. Lalu sepe...
![Ikatan Suci [END]](https://img.wattpad.com/cover/313829219-64-k836790.jpg)