IS 21

7.3K 275 0
                                        

Vote dulu ya⭐
Juga, komen setiap paragraf
Selamat membaca

•••

Rasanya belum ada lima menit Darel memejamkan mata, tapi tidurnya sudah terusik dengan dering handphone yang terus berbunyi.

"Siapa sih, jam segini telpon," gerutu Darel.

Dengan mata yang masih terpejam, Darel mengerakkan tangannya mengambil handphone miliknya.

"Halo," kata Darel.

"Markas diserang," suara di sebrang sana, yang sepertinya suara Tian.

Mendengar hal tersebut Darel segera beranjak dari tempat tidurnya, takut Unna terganggu.

"Kok bisa," tanya Darel.

"Gak tau, tiba-tiba aja ada yang nyerang, untung gue lagi ada di sini, lho cepet ke sini sekarang!" Jawab Tian.

"Oke, lho antisipasi dulu, sebentar lagi gue Sampek situ,"

Bersiap-siap untuk pergi, Darel mengganti pakaian tidurnya dengan celana jeans dan kaos, tak lupa berpamitan dengan Unna, "sayang maaf ya aku pergi dulu," lirih Darel.

Cup

Sebuah kecupan singkat ia berikan pada Unna. Ia akan segera pergi dan segera kembali pula untuk Unna, tak mau membuat Unna khawatir jika ia belum kembali nanti.

Melajukan motonya dengan kecepatan tinggi, hingga tak terasa 10 menit kemudian Darel sudah sampai di markas bruiser.

Suasana tampak ricuh, banyak anggota bruiser maupun lawannya sudah terkapar di tanah.

Hal tersebut membuat amarah Darel semakin menjadi-jadi, ia harus menyelesaikan masalah ini sekarang juga.

•••

"Huh capek, gila mereka tu sebenernya siapa dan mau apa sih, tiga jam kita berantem, remuk rasanya ni badan, mana gak tumbang-tumbang lagi mereka," keluh Satria.

"Iya, gue juga penasaran, kenapa mereka tiba-tiba nyerang kita, gak mungkin kalo mereka gak punya alasan yang pasti," sanggah Vino.

"Dan mereka mukanya asing banget buat gue, tapi tunggu, di antara mereka kaya ada yang gue kenal..." Ucap Tian.

Dug

Suara gebrakan meja, menghentikan pemikiran mereka.

"ASTAGA, gue juga baru sadar di antara mereka tadi ada beberapa yang jadi anak buahnya si Alex," kata Satria.

"Apa ini semua ulahnya si Alex?, Kita harus gimana," tanya Vino.

"Tapi, dari banyaknya orang tadi, gak ada gue nemu si Alex, kalo emang ini ulah Alex kenapa dia gak munculin dirinya kaya biasa," ucap Tian.

"Kita gak boleh gegabah, kalo menurut kalian ini ulah Alex, gue yakin dia gak mungkin ngerencanain ini sendirian, bener kata Tian, Alex itu orangnya gegabah gak mungkin kalo ini ulahnya sendiri dia gak munculin mukanya di depan kita," duga Darel.

"Kita harus selidiki ini semua secara tuntas, Satria, Vino, Tian, lakukan, kalian mengerti!" Ucap Darel lagi.

Mereka bertiga mengangguk, suasana yang biasanya riuh akan ucapan Satria, kini menjadi sunyi.

•••

Capek, ngantuk itu yang Darel rasakan. Tapi, harus ia tahan di depan Unna, urusan markas memang sangat menguras tenaga dan pikiran, namun ia tak boleh lupa bahwa masih ada Unna yang juga harus ia urus dan pikirkan.

"Alhamdulillah, mas ayo pulang udah habis punyaku," kata Unna.

Ucapan Unna membuyarkan lamunan Darel. Ya, sekarang mereka sedang ada di luar rumah untuk sarapan. Darel harap Unna tak lagi ingat bahkan membahas tentang kepergiannya tadi. Ia tak mungkin memberitahu Unna tentang masalahnya, bahkan sampai sekarang Unna belum tahu kalo dirinya seorang ketua geng motor.

"Ha, gimana, udah selesai?" gagap Darel.

"Kamu ni kenapa sih mas, aku liatin dari tadi malah ngelamun terus," jawab Unna.

"Ngelamunin kamu," alibi Darel.

"Yang bener,"

"Benerlah, ngelamunin bidadari cantiknya aku,"

"Ih salting ya," goda Darel.

"Udah ah, ayo pulang sekarang,"

"Iya-iya yuk,"

Keduanya berjalan beriringan menuju motor. Tanpa mereka sadari ternyata ada seseorang di balik pohon yang mengintai.

"Awas aja lo berdua," ucap orang tersebut.

•••

Sampainya di rumah Unna mendudukkan dirinya di sofa, sedangkan Darel menjadikan paha Unna sebagai bantal.

Mungkin ini saat yang tepat untuk Darel memejamkan matanya sebentar. Benar saja tak butuh waktu lama, ia sudah menyelami alam mimpi.

Unna tersenyum melihat itu.

"Aku harap gak ada yang kamu tutupi dari aku mas, jangan buat aku khawatir lagi ya," batin Unna.

•••

4 Februari 2023

Uhh kira-kira siapa ya yang nyerang markas bruiser?, Coba tebak...

Segini dulu kali ini, makasih yang udah nungguin janlup votenya, maaci🤗

Ikatan Suci [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang