14. Harapan Palsu

241 16 2
                                        

Rasa bersalah masih menggerogoti hati Sandra. Terhitung sudah beberapa malam mereka lewati, Sandra malah semakin mengingat dosa-dosanya kepada Bagas.

Fakta bahwa pria itu sakit setelah kehujanan karena Sandra yang—saat itu ingin mengulur-ngulur waktu pulang—minta dijemput malam hari dan sialnya hujan menerpa tanpa permisi, ataupun ia yang secara tidak langsung menepis kemajuan hubungan mereka yang progresnya mulai menaik sedikit demi sedikit, ataupun makan siang bersama Aare di sudut kota—yang satu ini, Sandra terkesan seperti tengah selingkuh saja!

Biasanya ia bukan tipe orang yang ambil pusing, mengingat bahwa sifat tidak tau dirinya itu telah mendarah daging. Namun jika itu tentang Bagas, Sandra tidak berani berbuat demikian. Ada rasa segan di sana.

Dan sepertinya Tuhan akan terus menguji sifat ketidaktaudirian Sandra. Sejak kemarin Arin seperti menerornya. Mengatakan bahwa ia harus meminta izin suaminya sesegera mungkin agar tidak mendadak.

Sebenarnya, untuk meminta izin, rasanya itu bukan suatu masalah bagi Sandra. Bagas pun terlihat seperti selalu mendukung keinginannya. Namun masalahnya adalah alasan dibalik mengapa ia harus meminta izin suaminya lah yang membuat Sandra mengulur-ngulur. Kalau bisa ia pergi diam-diam, maka ia akan lakukan. Tetapi sayang, itu sungguh tidak mungkin untuk dilakukan walau hati terus merasa tak tenang karena ia ingin ikut berpartisipasi juga ke dalam acara reuni kecil-kecilan itu.

Apa jadinya Sandra jika ia pergi begitu saja tanpa kabar meninggalkan Bagas demi sebuah perjalanan kemah dua hari satu malam bersama teman-teman SMA-nya? Nampaknya bukan hanya amarah yang akan ia terima, namun sangat mungkin Sandra berakhir dikurung oleh suaminya di kamar, persis seperti Rapunzel di film yang ia kerap tonton.

Maka dari itu, demi merebut hati Bagas yang beberapa hari terakhir ini nampak sedikit menjaga jarak karena ulahnya sendiri sekaligus menebus dosa-dosanya, Sandra menyiapkan sebuah makan malam spesial.

Ya...tidak se-spesial itu sih. Hanya saja Sandra memasak sendiri masakan favorit suaminya—asem-asem daging dengan sambel nanas, ditambah segelas teh panas, dan bolu pisang yang baru ia ketahui ternyata merupakan salah satu favorit Bagas. Mengharapkan dirinya yang dapat merebut hati pria itu melalui makanan buatannya yang datangnya dapat dihitung jari. Selama ini mereka lebih sering memakan masakan Mak Ani ketimbang hasil olahan tangan Sandra. Jadi anggap saja ini adalah treat khusus untuk Bagas demi menjalankan sebuah misi suci.

Ia tersenyum bangga melihat semua makanan tersebut tertata apik di atas meja seperti tengah pesta rakyat saja—menimbang semua komposisi makanan, mulai dari karbohidrat sampai vitamin, ada di sana. Dan ia berdecih setelahnya, menyadari selera makanan pria itu benar-benar seperti orang tua. Daripada makan malam bersama suaminya yang masih termasuk ke dalam generasi millenial, ini lebih cocok disebut perjamuan makan para orang tua zaman boomer. Tetapi tak apa, Sandra memakan segala jenis masakan.

Derap langkah kaki Bagas Adiguna yang menuruni tangga sanggup membuat Sandra terkesiap. Ia merapikan sedikit gaun tidurnya dan tersenyum menatap kehadiran suaminya yang kini berjalan mendekat.

"Mas." Sapanya canggung karena harus mengawali.

Pria itu mendadak diam—menghentikan langkah—ketika jaraknya dengan sang istri tinggal bersisa dua bentangan tangan. Memindai istrinya bergantian dengan makanan di atas meja makan yang terlihat penuh. Ia kebingungan. Apakah dirinya melewatkan sesuatu?

"Kamu...masak sendiri?" Tanya Bagas yang dengan kaku bergerak menuju kursi. Melihat makanan yang terasa asing tampilannya dengan masakan Mak Ani biasanya, sukses membuatnya melontarkan pertanyaan tersebut. Hatinya menghangat seiring dengan langkahnya yang semakin dekat. "Wah..."

"Kata Ibuk, Mas suka asem-asem daging? Aku ambilin makan ya?"

Bagas yang masih terlalu terpaku untuk merespon itu hanya mengangguk kecil dan mendudukkan diri di atas kursi.

Propinquity Effect: BittersweetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang