Jangan lupa Vote sebelum atau sesudah membaca untuk menghargai karya penulis!
Happy Reading 💜
•••
Jennie tak tahu Taehyung akan membawanya ke mana sebab kini mereka ada di sebuah rumah sakit besar di Roma, Italia.
Taehyung berjalan lebar dengan beberapa pengawal di belakangnya dan Jennie yang berada di sampingnya.
Taehyung tahu wanita itu heran kenapa tujuan pertama mereka setelah tiba adalah rumah sakit. Namun, Taehyung tak menghiraukannya dan tetap melangkah penuh wibawa.
"Apa kau sakit hingga kita ke rumah sakit seperti ini?" Jennie akhirnya membuka suara setelah sejak tadi diam.
"Tidak."
Hanya itu sahutan Taehyung. Bahkan pria itu tidak menghentikan langkah atau melirik Jennie.
Setelah masuk ke dalam lift menuju ke lantai atas di mana unit inap VIP berada.
Mereka sampai dan keluar dari dalam lift, Taehyung kembali memimpin jalan dengan pengawal yang mengikutinya termasuk Hayden.
Hingga kini mereka di depan sebuah pintu yang nampak sepi, Taehyung masuk ke dalam tanpa ragu di ikuti oleh Hayden sedangkan para pengawal menjaga di luar pintu.
Jennie celingukan dan ragu untuk masuk, namun melihat Taehyung dan Hayden yang tidak memedulikannya membuat Jennie terlihat bodoh dan memutuskan untuk ikut masuk juga.
Langkahnya melambat melihat Taehyung yang berdiri di samping brankar seseorang yang tengah berbaring dengan beberapa selang yang terpasang di tubuhnya.
Jennie baru menyadari jika Jungkook pun berada di sana hingga posisi kakak beradik itu saling berhadapan.
"Kau berbohong, huh?"
Jungkook tersentak dan mendongak, "Kau sudah sampai?"
"Jawab pertanyaanku!"
"Tidak! Tadi malam dia berhasil sadar dan membuka mata!"
Jennie mengalihkan pandangannya pada seorang pria paruh baya yang terbaring lemah di atas brankar.
Taehyung menatap tajam pada adiknya itu, "Jika sampai kau berani berbohong padaku, aku tak akan segan untuk menebas kepalamu!" desis Taehyung tajam.
"Ck! Bisakah kau tidak berbicara kasar dihadapan ayah?!" Jungkook terlihat emosional melihat saudaranya yang menampilkan raut tidak bersahabat.
Bagaimana tidak, pria Jeon itu tiba-tiba menghubunginya dan mengatakan jika sang ayah telah sadar dari koma selama satu setengah tahun lamanya. Mengingat kondisi Taehyung yang kurang stabil kala itu membuat pria bermarga Kim itu terpaksa pergi untuk menemui pria yang telah membantunya selama ini
Jennie menatap pria yang tidak muda itu dengan lekat. Jadi pria itu merupakan ayah Taehyung dan Jungkook? Tapi, setahu Jennie ayah pria itu telah tiada. Apakah Taehyung telah membohonginya?
Jennie menunduk memikirkan itu dengan diam. Dalam hati Jennie tertawa, memangnya dia siapa sehingga berhak tahu mengenai keluarga Taehyung, toh selama ini pun ternyata Jennie tak berarti apa-apa bagi pria itu.
"Ayahmu. Tidak denganku."
Jungkook menggeram kesal bahkan rahangnya terlihat mengeras, "Setidaknya kau sadar diri! Siapa yang membuatmu hingga menjadi sekarang ini jika bukan karena ayahku, brengsek?!"
Jennie melirik Jungkook yang nampak marah. Ini untuk pertama kalinya Jennie melihat pria bergigi kelinci itu memancarkan aura berbeda. Siapa lagi pemicunya jika bukan Vello Lodovico.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEQUOIA [SELESAI]
Roman d'amour[FOLLOW SEBELUM BACA] ______________________________________________ Meninggalkan atau ditinggalkan? Keduanya sama-sama sakit. Bagaimana rasanya jika di tinggalkan oleh orang terkasihmu, hal itu jelas pasti menyakitkan. Itulah yang di rasakan oleh J...
![SEQUOIA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/210867592-64-k133703.jpg)