Jangan lupa Vote sebelum atau sesudah membaca untuk menghargai karya penulis!
Ada question nih, yuk jawab 😋
1. Kata-kata yang bikin mental kalian down apa?
2. Nemu akun ini dari mana?
Happy Reading 💜
•••
"Kamu selesai kelas jam berapa?" Eunwoo bertanya.
"Mungkin sekitar jam 3, ada apa?" Jennie menolehkan kepalanya pada sang calon suami.
"Nanti datanglah ke studio pemotretanku," ucapnya.
Jennie mengernyit, "Untuk apa?"
"Menemaniku."
Jennie berdecak, "Kenapa tiba-tiba?"
"Hanya ingin," Eunwoo berucap seraya mengedikkan bahunya.
Jennie hanya membalas dengan anggukan singkat. Kemudian memakai tas selempangnya juga mengambil buku-bukunya di atas dashboard mobil karena mereka sudah sampai di area parkir kampus Jennie.
"Terima kasih telah mengantarku, kalau begitu aku pergi. Bye!" Jennie langsung keluar dari mobil tanpa menunggu jawaban dari Eunwoo.
Eunwoo hanya mengangguk pelan. Well, ini lebih normal dibanding saat mereka awal berpacaran dulu, mengingat sikap Jennie yang dulu sedingin es. Eunwoo memaklumi sikap gadisnya itu.
Jennie tengah berjalan di lorong dengan tenang, namun tiba-tiba Sejeong berlari ke arahnya dengan heboh.
"Kau dalam masalah!" serunya panik dengan napas yang tersenggal-senggal.
"Masalah apa?" Jennie berusaha setenang mungkin.
"Lokermu penuh sekali...dan pintu lokernya nyaris terlepas..." ucap Sejeong disela tarikan napasnya.
"Lalu?" ujar Jennie dengan enteng karena menurutnya tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan dari penuturan Sejeong barusan.
"Tunggu... Kau tidak marah pintu lokermu hampir terlepas karena fans-fans mu itu mengirimi surat cinta dan hadiah?" Sejeong berubah heran.
Jennie menggeleng singkat.
"Memangnya calon suamimu tidak marah?" tanya Sejeong.
"Dia tidak tahu," Jennie menggelengkan kepalanya.
Sejeong menatap Jennie tajam, "Kau bisa dianggap berselingkuh jika tidak memberitahunya! Kau tak ingat bahwa penggemar Lee Eunwoo itu sangat membeludak?"
"Eunwoo tidak akan mempersalahkannya. Dia pasti paham," sahut Jennie tenang.
"Terserah," balas Sejeong pasrah. Tidak ada gunanya juga ia menceramahi Jennie.
"Ini untukmu," Jennie memberikan semua hadiah yang berada di lokernya pada Sejeong.
"Kamu tidak ingin semua ini?" Sejeong melirik hadiah yang berada di tangannya, disana terdapat beberapa kotak coklat dalam berbagai macam. Boneka beruang yang masih terlihat sangat baru dan bersih, ada pula yang memberikan jam tangan yang sudah pasti harganya selangit karena bisa dilihat dari brand ternama. Dan masih banyak lagi, Sejeong hampir tidak tahu semua barang yang berada di pelukannya karena saking banyaknya Sejeong membawa semua hadiah.
Jennie menggeleng "Aku hanya akan mengambil semua surat ini dan membacanya," ujarnya seraya menatap beberapa surat yang terbungkus rapi.
"Oh ya, aku ada kelas sekarang, aku pergi dulu," selanjutnya Jennie berjalan meninggalkan Sejeong yang termangu dengan semua hadiah dipelukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEQUOIA [SELESAI]
Romantizm[FOLLOW SEBELUM BACA] ______________________________________________ Meninggalkan atau ditinggalkan? Keduanya sama-sama sakit. Bagaimana rasanya jika di tinggalkan oleh orang terkasihmu, hal itu jelas pasti menyakitkan. Itulah yang di rasakan oleh J...
![SEQUOIA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/210867592-64-k133703.jpg)