[FOLLOW SEBELUM BACA]
______________________________________________
Meninggalkan atau ditinggalkan? Keduanya sama-sama sakit. Bagaimana rasanya jika di tinggalkan oleh orang terkasihmu, hal itu jelas pasti menyakitkan. Itulah yang di rasakan oleh J...
Jangan lupa Vote sebelum atau sesudah membaca untuk menghargai karya penulis!
Jawab dulu kuy!
1. Kue favorit?
2. Pada punya ayang ga?
Happy Reading 💜
•••
Malam pun sudah tiba dan disinilah Jennie akan melancarkan aksinya.
Jennie akan mencoba pergi dari neraka berkedok istana ini.
Jennie berpikir, jika dirinya tidak berusaha untuk keluar dari sini, maka akan selamanya Jennie tetap tinggal di sini.
Saat ini pukul 2 dini hari dan Jennie sudah membuat rencana. Jennie yakin rencananya akan berhasil.
Jennie membuka pintu kamar perlahan yang beruntungnya tidak dikunci dari luar. Jennie melihat kesana-kemari takut ada pelayan atau yang lebih bahaya Taehyung sendiri yang melihatnya bahwa Jennie berniat untuk kabur.
Ternyata tidak ada siapapun, itu berarti kondisi aman.
Jennie kembali melanjutkan langkahnya dengan perlahan, takut jika langkahnya akan menimbulkan suara.
Karena memang kamar Jennie tempati berada di lantai atas, dan itu berarti Jennie membutuhkan waktu lebih lama untuk menuju pintu utama rumah besar ini. Apalagi jarak tangga dengan pintu yang cukup jauh membuat Jennie tanpa sadar berdecak.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat Jennie menuruni tangga tidak ada kendala sama sekali yang membuat Jennie semakin besar peluang untuk kabur. Dalam hati Jennie sumringah, sebab Jennie akan segera bertemu dengan calon suaminya yang sangat Jennie rindukan meskipun pertemuan terakhirnya menimbulkan kesan tak baik.
Saat langkah-langkah terdekatnya menuju pintu utama tiba-tiba seseorang mengintrupeksinya dari arah belakang.
"Kau akan pergi ke mana?"
Tangan Jennie yang hendak meraih tuas pintu kontan membeku saat mendengar suara yang cukup familiar.
Dengan bahu lemas karena sudah ketahuan, Jennie pun membalikkan haluannya, dan disanalah presensi seorang Kim Taehyung terlihat dengan masih memakai kemeja putih yang bagian lengannya dilipat sampai siku, dengan tangan yang bersedekap membuatnya seperti seorang ayah yang sedang menangkap basah putrinya yang ingin keluar rumah.
"Bukan urusanmu!" balasnya dingin.
Taehyung berjalan mendekat dengan santai membuat Jennie waspada.
Rencana yang Jennie wanti-wantikan akan berhasil ternyata gagal total, belum juga Jennie menghirup udara luar sudah ketahun oleh si pemilik rumah.