Monaco, Fairmont Hotel
Tidak bisa diragukan lagi kalau Ash sangat mencintai kopi di pagi hari. Suasana kota Monaco yang indah dengan sejuknya udara di musim gugur. Tidak ada yang lebih baik dari menikmati kopi di Monaco. Dan Ash mengenal Monaco dengan keramahan mereka dalam melayani mereka para orang kaya dalam hal simpel dan mewah. Semua yang ia butuhkan ada disini. Keindahan kota, penduduk ramah, tempat mewah, dan pria-pria kaya yang tampan.
"Kau terlalu sering meminum kopi"
Ash yang sedari tadi hanya menikmati pemandangan dan menyesap kopinya kini mulai terusik. Dan ia sangat tau siapa yang sering mengingatkannya untuk tidak terlalu sering meminum kopi.
Ash membuang napasnya jengah. "Oh please Gi, jangan membuat suasana liburanku menjadi suram hanya karena segelas kopi" Ucap Ash.
Eugino tidak memberikan respon apa-apa terhadap perkataan Ash. Pria itupun hanya berjalan berlalu lalang lalu pergi entah kemana. Ash sangat tau betapa dingin dan menyebalkan pria itu. Semenjak 4 tahun ia hidup dibuntuti oleh Eugino, dirinya mulai merasakan resah karena tidak bebas. Wanita itu ingin melebarkan sayap kebebasannya ke seluruh dunia, namun yang menyedihkan ayahnya malah tidak mau hal itu terjadi. Well, Eugino dibawa oleh ayahnya sejak anak itu berumur 8 tahun, bisa dibilang Ash sering menghabiskan waktunya bersama Eugino saat itu.
Hanya saja, anak itu selalu dingin baik sikap maupun tutur katanya.
"Huh! Kenapa pria itu sangat amat menyebalkan sekali" Jengkel Ash.
Ting!
Dan terdengar bunyi dering notifikasi dari ponsel Ash. Dengan malas, Ash mengangkat ponsel itu dan melihat siapa yang baru saja mengirimkan pesan ke nomor pribadinya.
Mata Ash menyipit kala melihat pesan yang ayahnya kirimkan.
Ash!! Kau melakukan transaksi apa sampai 17 juta dollar HAH?!!
Sial! apa kau tau perusahaan sedang diambang kehancuran sekarang?!
Sekarang sebaiknya kau pulang! Papa akan memerintahkan Gino untuk membawamu pulang dengan paksa!
Ash dapat melihat semarah apa ayahnya hanya dengan melalui ketikan pria itu. Sial, kenapa ayahnya selalu merusak momen-momen dimana ia ingin menyembuhkan dirinya dari kacaunya rumah. Well, salah satu alasan Ash berlibur tiap minggunya juga karena rumah sudah bukan lagi tempat yang nyaman.
Sial, memikirkan itu membuat hati Ash terluka. Bahkan tanpa sadar dirinya sudah meneteskan air mata.
Akhir-akhir ini memang perusahaan ayahnya sedang naik. Bahkan perusahaan ayahnya mulai masuk ke jajaran 10 besar di Amerika hingga Eropa. Tak jarang jika beberapa media seperti Forbes Magazine menyebutkan bahwa Pionner Estate Corp merupakan perusahaan yang memungkinkan untuk bersaing dengan Knight Group
Pionner Corp adalah bisnis yang dikembangkan oleh kakek Gideon Leonard yaitu ayah Ash sendiri. Bisnis yang berkembang di bidang properti, perbankan, bahkan pertambangan. Sudah bisa dibayangkan betapa berkuasanya keluarga Leonard di London. Namun semakin bergantinya tahun, profit yang diperoleh perusahaan semakin menurun yang signifikan. Dan saat ayah Ash menduduki posisi sebagai pemilik sekaligus pemimpin perusahaan. Semua aspek yang dimiliki oleh perusahaan naik secara signifikan.
Namun tidak semua masa kejayaan membawa hal baik pada sekitarnya. Sejak itu Ash seringkali melihat ayahnya pulang dengan membawa aura yang buruk. Tak jarang ayahnya pulang dengan keadaan mabuk dan meracau marah tidak jelas. Dan sangat sering Ash melihat ayahnya membawa satu dua wanita ke rumahnya dan bercinta tanpa menutup pintu kamar sehingga suara desahan dan jeritan terdengar jelas di telinga Ash.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession
RomansaWARNING!! This is an explicit story. Eugino merupakan seorang anak pungut yang dibesarkan oleh Gideon Leonard. Masih menjadi misteri apa motif dibalik seorang pengusaha terkenal mau merawat anak dengan asal-usul yang tidak diketahui. Dibesarkan tanp...
