Tamparan keras demi tamparan keras yang khas membentuk suara yang menggema di seluruh ruangan. Malam hari yang dingin ini tidak berlaku bagi kedua insan yang sedang bergulat hingga berkeringat di seluruh tubuh mereka. Si wanita menungging dengan percaya diri mengekspos tubuh telanjangnya di bawah kendali Eugino yang kini menggoyangkan pinggulnya dengan dorongan yang cepat dan kuat. Kejantanan Eugino terus menghantam dinding rahim Sarah membuat wanita itu tak kuasan menahan desah penuh kenikmatan.
Eugino senang dengan Sarah karena menurutnya wanita ini adalah lawan yang seimbang baginya. Mereka sudah melakukannya hampir 1 jam namun tak ada satupun yang mencapai pelepasan. Mereka sudah tau bagaimana cara mengontrol pelepasan mereka supaya dapat merasakan kenikmatan yang lebih lama.
"Faster!" Ucap Sarah dengan suara yang tertahan akibat wajahnya yang terus-terusan menghantam bantal akibat dorongan pria itu.
Eugino pun menuruti permintaan Sarah dan pria itu menghantamkan pinggulnya lebih cepat dan lebih kuat. Dan saat itu juga Sarah berteriak nikmat mengisi seluruh ruangan. Eugino memejamkan matanya merasakan betapa nikmat kala kejantannya dibungkus oleh dinding vagina yang cukup sempit itu. Eugino bahkan tidak tau apa karena vagina Sarah yang sempit atau miliknya yang besar.
Persetan, semua teriakan yang dilontarkan dari mulut cantik itu bagaikan musik klasik di telinganya. Apabila musik klasik memberikannya ketenangan jiwa mungkin teriakan dan desahan Sarah memberikannya kenikmatan jiwa.
"Fuck, are you close?"
Eugino tak memperlambat temponya sama sekali sampai pria itu merasakan vagina Sarah yang mulai berkedut. Tak menjawab, Eugino menampar bokong indah Sarah hingga wanita itu kesakitan olehnya.
"Yes, yes, i'm coming!!" Sarah mendesah kencang.
Lalu Eugino membalikan tubuh mungil Sarah hingga kini mereka mengganti posisinya menjadi missionary. Tanpa bertele-tele Eugino kembali memasukkan kejantannya yang masih menegang itu. Eugino menghantam Sarah seraya tangan Eugino meremas payudara wanita itu dengan kuat.
"Harder! I'm so close!"
Meskipun Eugino tidak suka diatur dalam permainannya sendiri, ia tak bisa pungkiri kalau dirinya menginginkan lebih. Ia ingin segera mencapai pelepasannya juga secara bersamaan. Hingga waktu demi waktu kedua insan tersebut melakukannya seraya berciuman hangat. Mereka saling memuja tubuh keduanya satu sama lain. Mereka bermain tanpa lembut seolah tak ada hari esok.
"I'm coming!" Desah Sarah
Dan saat itu juga wanita itu mengeluarkan orgasmenya dengan deras meski kejantanann pria itu masih tertanam dalam di tubuhnya. Eugino menghentingkan gerakan pinggulnya sejenak guna membiarkan wanita itu mengumpulkan kembali kewarasannya setelah orgasme. Dan setelah Eugino rasa cukup, pria itu kembali menggoyangkan pinggulnya dengan cepat dan kuat.
"Ahh it feels so good..."
Desahan-desahan yang keluar dari mulut Sarah bagaikan narkotika yang membuatnya candu. Erangan demi erangan keluar dari mulut Eugino. Pria itu akhirnya merasakan kenikmatan yang sudah lama tak ia dapatkan dari wanita-wanita pemuasnya. Pelepasan kali ini terasa sangat nikmat untuknya.
Dan saat Eugino dekat pada pelepasannya, pria itu segera mencabut kejantannya dan melepas kondom yang telah menempel selama permainan berlangsung. Eugino segera menarik tubuh Sarah dengan kuat dan mencengkram pipi wanita itu dengan satu tangannya. Dan saat itu juga Sarah terkejut saat mulutnya disumpal oleh penis besar milik pria itu. Tanpa pikir panjang Eugino melepaskan spermanya ke dalam mulut Sarah. Sarah merasakan cairan itu mengalir deras tak putus-putus di kerongkongannya.
"Fuck. You are so good" Erang Eugino menatap Sarah yang masih membiarkan kejantanan miliknya di mulut mungil wanita itu.
"Do you like it?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession
RomanceWARNING!! This is an explicit story. Eugino merupakan seorang anak pungut yang dibesarkan oleh Gideon Leonard. Masih menjadi misteri apa motif dibalik seorang pengusaha terkenal mau merawat anak dengan asal-usul yang tidak diketahui. Dibesarkan tanp...
