Bagaikan diterpa oleh hamparan jarum yang berterbangan, pangutan dari kedua bibir mempelai yang seharusnya suci dan murni seolah tak memiliki kesan lagi yang tersisa. Yang dirasakan oleh Ash hanyalah perasaan kosong. Tidak peduli seberapa lihai Eugino memainkan bibirnya maupun lidahnya, hal itu tidak mampu mengisi lobang yang sudah terlanjur kosong di jiwa Ash. Perasaan takut seketika menjalar kala Eugino melepaskan pangutan bibirnya, Ash sangat tidak siap akan hal apa yang menantinya setelah ini. Sudah tertulis dalam hukum kalau hidupnya telah terikat dan bergantung oleh Eugino Ernest. Dan semua jalan dimana itu mengarahkannya untuk menjauh telah ditutup oleh Eugino. Sekarang Ash hanya bisa berjalan di tanah yang penuh oleh paku yang berhamburan.
"That was a long ass bad kiss i have ever had"
Ucapan Eugino membuat tatapan Ash seketika mengarah padanya. Ash melihat pria itu menatapnya dengan tatapan datar namun tetap terlihat kilat kemenangan dalam pupil mata itu.
"Sorry..."
Bahkan Ash tidak tau mengapa ia mengucapkan kata maaf itu.
Dan terdengar suara kekehan Eugino yang renyah. Sesaat kemudian pria itu merengkuh wajah mungil Ash dengan kedua telapak tangannya. Pria itu memberikan kecupan singkat pada bibir ranum itu.
"Aku sangat menyukai suaramu. Sejak dulu. Aku ingin mendengar ocehanmu setiap waktunya, hingga sampai dimana aku membayangkan kau mengoceh tentang aku sebagai suamimu yang selalu bangun telat, tidak tau tempat untuk meletakkan baju kotor, dan merokok disembarang tempat. Seperti yang kau lakukan saat kau masih remaja. Namun aku tidak menyukainya karena saat itu kau masih dengan status sebagai adikku"
Mendengarkan pernyataan Eugino yang mengatakan kalau dia adalah adiknya membuat Ash seketika mual. Ia tidak ingin diingatkan dengan fakta itu. Meski fakta juga mengatakan kalau mereka bukan saudara kandung, namun mengingat mereka tumbuh bersama hingga sekarang membuat ikatan saudara tersebut terasa lebih kental dari darah.
Melihat Ash yang tak bergeming membuat Eugino menekan rengkuhannya di rahang wanita itu sedikit lebih kencang.
"Katakan sesuatu"
Bahkan setelah dilayangkan tatapan tajam oleh sang suami, Ash masih saja diam tak bergeming seolah menantang pria itu pada permainannya.
Eugino tertawa pelan. "Aku lebih memilih kau menamparku seperti tadi dibandingkan kau diam seperti patung"
"Aku tidak tau apa yang harus kukatakan" Ucap Ash dengan suaranya yang parau.
Eugino menyeringai puas. "Kau dengar? Suaramu sangat indah sayang, fuck aku bahkan bergairah hanya dengan mendengar suara lembutmu itu"
Pria itu merendahkan kepalanya dan memangut bibir ranum kesukaannya dengan lumatan yang penuh gairah dan kasar. Eugino menarik pinggul istrinya untuk lebih mendekat padanya. Tangannya yang kekar itu menggerayai tubuh molek Ash tidak tau malu. Hingga tangan itu mendarat pada sasaran tepat yaitu bokong Ash yang sintal. Eugino mencium bibir Ash lebih dalam seraya mencengkram bokong istrinya hingga Ash sedikit menjerit.
Ciuman ini masih sama seperti tadi, hanya gairah yang dapat dirasakan oleh Eugino. Pria itu sadar untuk mencapai puncak kenikmatan ia harus bersabar. Caranya untuk mendapatkan wanita itu tidaklah benar, dan terbilang tidak lazim sama sekali. Ia memanfaatkan upacara suci untuk memuaskan hasrat membunuhnya di waktu dan tempat yang bersamaan. Eugino tidak ingin melakukan ini, namun jiwanya sudah tak tahan untuk membasmi para tikus yang merayap di kartelnya selama berbulan-bulan.
"Aku mencintaimu"
Ash melihat ke dalam tatapan itu. Tatapan tegas yang tidak mengatakan sedikitpun kebohongan. Ash menarik napasnya seraya memejamkan mata. Ash takut, ia sangat takut suatu saat dirinya akan jatuh ke dalam lubang yang telah disiapkan oleh pria ini. Ash dapat melihat betapa pria itu mencintainya hanya melalui tatapan mata pria itu, namun disatu sisi Ash juga melihat obsesi yang sangat besar. Ash tidak tau sampai kapan obsesi itu dapat dikontrol.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession
RomanceWARNING!! This is an explicit story. Eugino merupakan seorang anak pungut yang dibesarkan oleh Gideon Leonard. Masih menjadi misteri apa motif dibalik seorang pengusaha terkenal mau merawat anak dengan asal-usul yang tidak diketahui. Dibesarkan tanp...
