Tambov Oblast, Russia
Ratusan manusia berhuru-hara mengejar sebuah koin untuk bertahan hidup di kota tua tersebut. Russia cenderung memiliki cuaca yang dingin, dan tidak perlu terkejut jika ada beberapa orang yang dengan santai tidak menggunakan atasan meski cuaca di luar rumah menyentuh 1 derajat celcius. Selain itu semua tampak normal di Russia.
Seorang pria dengan blazer coklat dan topi berjalan dengan hantaman angin yang cukup kencang. Pria itu menatap sekeliling seraya menghembuskan asap rokoknya dengan santai. Jalan penyebrangan ini adalah favoritnya, setidaknya ia dapat melihat orang-orang yang dengan sungguh-sungguh menjalankan hidup mereka dengan normal tanpa ada tuntutan besar terhadap sesuatu. Bukankah itu yang diinginkan semua manusa di bumi?. Entahlah, melihat orang-orang tersebut adalah caranya untuk merasakan hidup normal yang sesungguhnya.
Dan beberapa saat ia merasakan kehadiran seseorang berdiri di sebelahnya namun orang tersebut tidak menyapa ataupun menyaut.
"What is it Shurik?" Ucapnya seraya menghembuskan asap rokoknya.
Pria yang disebut Shurik itu tertawa pelan. "Cuaca akhir-akhir ini lebih hangat dari biasanya, apakah kita harus menyalahkan pabrik industri kali ini?" Ucapnya bercanda.
Namun Shurik melihat pria itu hanya diam dan mengabaikannya. Saat dirinya mengikuti arah tatapan pria itu, ia melihat pasangan yang sedang bermain dengan anak-anak mereka yang sekiranya masih 5 atau 6 tahun. Dan itu menjelaskan semuanya tanpa penjelasan.
"Aku merasakan apa yang kau rasakan, Adrian. Keinginan untuk merasakan hidup dengan normal, berkeluarga dan bertengkar" Shurik tertawa membayangkan jika ia berkeluarga. "Namun kita tidak bisa mengabaikan kenyataan yang kita dapat"
Adrian menatap lurus ke arah Shurik yang kini menatap ke arah pasangan yang sedari tadi ia lihat.
"Jika semua ini mudah, aku lebih baik mengorbankan satu tanganku dan keluar dari semua tanggung jawab ini" Ucap Adrian.
Shurik mengeluarkan sebatang rokok dan membakarnya. "But we can't, so what are you gonna do about it?"
Adrian mengedikkan bahunya sebagai respon. "I don't even know" Balasnya disertai helaan napas yang terdengar sendu.
Shurik sangat mengerti perasaan yang dirasakan oleh partnernya tersebut. Mereka berdua adalah dua assassin terbaik yang pernah dimiliki oleh Rudolph Taras. Selama 10 tahun mereka mengabdi pada Rudolph tidak sekalipun mereka gagal dalam misinya. Mereka sangat terkenal di dunia gelap Russia, dan beberapa orang menyebut mereka dengan sebutan 'The Infallible Assassin'. Tidak peduli sasaran mereka siapa, pejabat, presiden, atau petinggi mafia lainnya dengan segudang pertahanan. Dalam 5 detik target sudah pasti ditemukan tak bernapas.
Namun sayangnya tahun ini bukanlah keberuntungan mereka. Nama mereka sebagai assassin terbaik di Russia mulai tergores karena kegagalan mereka dalam membunuh istri dari pemimpin mafia terbesar di Inggris, Eugino Ernest.
Berita kegagalan mereka berdua yang bertebaran di dunia gelap itu membuat beberapa kartel mulai bersiaga terhadap serangan dari mafia yang ternyata lebih kuat dibandingkan oleh Rudolph Taras. Siapapun di antara mereka yang berhasil mengalahkan siapa, akan dengan mudah menjadi yang terkuat di dunia mafia. Dan untuk seseorang yang sangat haus kuasa seperti Rudolph Taras, egonya sedikit tergores oleh kegagalan pasukan terbaiknya.
Istilah seribu kebaikan akan kalah dengan satu kesalahan ternyata benar adanya. Jika mereka hanyalah pasukan tak berharga yang memang ditujukan sebagai tameng untuk Rudolph, mungkin Shurik dan Adrian akan mati saat itu juga. Ancaman demi ancaman mulai mereka dapatkan dari petinggi-petinggi. Dan kali ini para petinggi tidak ingin mendapatkan lagi kegagalan dalam misi mereka menghancurkan istana yang dibangun oleh Eugino Ernest. Nyawa akan menjadi taruhan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession
RomanceWARNING!! This is an explicit story. Eugino merupakan seorang anak pungut yang dibesarkan oleh Gideon Leonard. Masih menjadi misteri apa motif dibalik seorang pengusaha terkenal mau merawat anak dengan asal-usul yang tidak diketahui. Dibesarkan tanp...
