3 tahun kemudian.
London, United Kingdom.
Semua pengunjung yang duduk bertepuk tangan sangat meriah kala nama Ashylan disebutkan sebagai mahasiswa yang lulus dengan predikat sempurna. Diatas panggung Ash memberikan pidatonya dengan sangat baik, ia dapat melihat semua mahasiswa dan kerabatnya mendengarkan pidatonya dengan serius.
Bagi Ash sangat mudah untuknya mendapatkan GPA yang sempurna untuknya. Ia adalah anak cerdas dan pintar. Dan Ash yang sekarang sudah sangat berbeda dengan Ash yang dulu. Ia merubah semua personalitynya dengan drastis. Kini Ash semakin tinggi hati dan selalu membuat orang lain merasa dibawahnya. Ash yang sekarang adalah Ash yang berusaha untuk menguasai dunia. Hanya saja Ash hanyalah gadis naif yang tau sedikit tentang dunia.
Dan setelah pidato, Ash langsung menuruni panggung dan menghampiri Bettany. Ash sedikit berlari dengan kostum wisudanya, Ash memeluk keduanya dengan erat.
"Uw, congrats my bear!!" Bettany mencium puncak kepala Ash.
"Thank you, you too" Balas Ash,
Bettany menatap Ash dengan tatapan yang menyinari rasa bangga kepada temannya itu. "Hey, after this we are gonna have a lot of champagne to celebrate!" Ucap Bettany
Ash terkekeh. "Thank u, Bett but i think i'm just going straight to my apartment" Ucap Ash seraya memberikan pelukan perpisahan yang hangat kepada Bettany.
Sejujurnya Ash sangat tidak enak hati menolak teman seperjuangannya, namun sungguh ada sesuatu yang membuat perasaan Ash tidak enak akhir-akhir ini. Sesuatu yang mengatakan bahwa ia harus segera kembali ke London dan bertemu ayahnya.
Bettany merapatkan bibirnya sejenak lalu tersenyum. "Baiklah, kuharap kau merayakan kelulusanmu sendiri dengan seru. Sampai jumpa sayang" Ucap Bettany seraya memeluk Ash.
Setelah melepaskan pelukannya Bettany menatap Ash sejenak lalu menepuk sebelah pundak Ash. "Ash. Sekarang tanggung jawab kau adalah diri kau sendiri. Aku tidak menyangka kau sudah sedewasa ini dari waktu ke waktu. Yang tadinya kau hanyalah anak gadis manja yang merengek ketika ayahnya tidak memperbolehkannya ke Monaco saat Summer, aku tahu cerita itu saat kau menceritakkannya padaku di kantin"
Ash terkekeh.
"And now you are the most well-managed woman i have ever known. Jika kau terus melawan segala rasa takut di dalam dirimu itu, percayalah, dunia akan tunduk padamu" Ucap Bettany.
Ash memberikan senyum percaya dirinya. "I know. That's what i'm going to achieve in life"
Bettany tersenyum bangga. "Sungguh, kau adalah anak paling ambisius yang pernah aku temui"
Ash tertawa pelan. "Thank you. Dan kupikir ini adalah perpisahan paling lama yang pernah aku lakukan sepanjang hidupku" Ucapnya sembari terkekeh.
Bettany tertawa pelan sampai pandangannya teralihkan oleh sesuatu yang sangat ia suka.
"Oh well. Pangeran tampanmu sudah menjemputmu sayang. Kupikir dia sangat jengah dan bosan setelah kulihat dari ekspresi wajahnya" Ucap Bettany.
Ash memutarkan bola matanya jengah. "Ugh, sudah kubilang dia hanyalah bodyguard pribadiku, stop sebut dia pangeran. Itu masih terlalu bagus untuk pria sepertinya" Balas Ash.
Bettany menggigit bibirnya. "Kau tahu? Jika kau tidak tertarik dengannya, lebih baik dia untukku saja. Aku tidak bisa membiarkan pria tampan sepertinya sendirian seperti itu. Oh lihat, bahkan menguap saja pria itu sangat tampan" Ucap Bettany menggoda Ash.
Ash berdecak. "Whatever, gotta go" Ucap Ash sebelum benar-benar meninggalkan Bettany.
Ash pun berjalan menghampiri Eugino yang sedari tadi hanya memandangi orang-orang berkerumun untuk mempotret kenangan mereka satu sama lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession
RomantikWARNING!! This is an explicit story. Eugino merupakan seorang anak pungut yang dibesarkan oleh Gideon Leonard. Masih menjadi misteri apa motif dibalik seorang pengusaha terkenal mau merawat anak dengan asal-usul yang tidak diketahui. Dibesarkan tanp...
