One year later...
Kepala Ash kembali mengulang memori-memori indah yang berkesan dalam hidupnya. Terutama tepat pada waktu musim gugur seperti ini. Ash yang sedang duduk di dekat jendela kembali terngiang akan masa kecilnya saat ia dan ayahnya membersihkan daun-daun yang berguguran di halaman belakang istana mereka. Tanpa sadar pipinya yang sebelumnya kering kembali basah oleh air mata yang tetiba jatuh ke pipinya. Ash sangat tau betapa ayahnya menyukai musim gugur. Di musim gugurlah ayahnya selalu menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu bersamanya.
Hingga tepat hari ketiga di musim gugur, ayahnya sudah meninggalkannya selamanya. Dan keesokan harinya tepatnya sekarang, adalah hari pemakaman ayahnya.
"Kau tau, aku tidak begitu mengenal ayahmu seperti apa. Tapi dari melihat caramu bertingkah dan berekspresi kau begitu kehilangan sosok yang sangat berjasa di hidupmu" Ucap Bettany.
Ash tersenyum dengan masih memandangi halaman rumah melalui kaca. "He was the only thing i have ever had. He was the one who watched me grow up into becoming a person. That's why it such a torture when suddenly he's gone"
Bettany tersenyum lembut sembari mengusap punggung Ash. "You'll be fine. You're such a strong girl" Bettany memeluk Ash dari samping hingga mereka berdua menangis meluapkan emosinya masing-masing.
Setelah Bettany melepaskan pelukannya ia memegang tangan Ash dan berkata. "Aku berjanji Ash, aku akan selalu ada disampingmu baik dalam keadaan sulit sekalipun"
tok. tok. tok
Lalu suara ketukan pintu di kamarnya menginterupsi.
"Masuk" Jawab Ash dengan suara yang lemah tanpa menoleh sedikitpun
Dan terdengar suara pintu yang terbuka dengan lembut.
"Permisi nona. Um. Maaf apabila saya mengganggu waktu anda. Tapi. Ayah anda akan segera dimakamkan, dan anda diminta untuk penghormatan terakhir nona" Ucap Sarah, pelayan tertua di rumah ini.
"Minta Eugino saja sebagai pengganti, aku tidak bisa" Balas Ash.
Dan seketika pelayan tersebut bergetar gugup.
"M-ma-maaf nona. Namun Eugino tidak ada rumah sejak 3 hari yang lalu" Jawab pelayan itu.
Bettany dan Ash mengerutkan wajahnya. "Aneh. Kenapa Eugino bisa tidak ada bahkan di hari pemakaman ayahnya" Ucap Ash.
"That's weird. Bukankah dia salah satu orang kepercayaan ayahmu?" Tanya Bettany.
Ash pun membuang napasnya kasar. "5 menit" Jawab Ash.
Pelayan tersebut langsung mengangguk. "Baik nona" Setelah mengucapkan itu si pelayan segera pergi.
Disitu Ash kembali mengingat perkataan ayahnya tentang daun gugur. Dimana ayahnya mengakatan, bahwa ia jarang melihat daun yang masih sedikit hijau gugur di musim ini. Dan ia berharap ketika ia mati pada saat musim gugur, ayahnya berjanji kalau Ash akan melihat sehelai daun hijau yang jatuh dihalamannya saat musim gugur membuat semua daun di dunia kuning.
Mengingat hal itu membuat Ash tertawa kecil.
***
Upacara pemakaman ayahnya telah setelah beberapa menit yang lalu. Ash yang sebenarnya terpaksa mengikuti upacara tersebut kini dapat dengan lega berjalan kembali ke kamarnya. Rasa duka yang tertumpuk kian mereda seiring berjalannya waktu. Ash sekarang merasa kesepian di rumah yang besar ini. Ia tidak tau lagi harus berbicara dengan siapa, ia tidak tau lagi harus berbagi tangis dengan siapa kecuali Bettany yang baru saja harus kembali Amerika Serikat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession
RomanceWARNING!! This is an explicit story. Eugino merupakan seorang anak pungut yang dibesarkan oleh Gideon Leonard. Masih menjadi misteri apa motif dibalik seorang pengusaha terkenal mau merawat anak dengan asal-usul yang tidak diketahui. Dibesarkan tanp...
