Chapter 20 : Make Love

9.5K 153 0
                                        


Eugino mengangkat tubuh mungil Ash seolah itu hanyalah seonggok karung kosong yang tak berarti. Memang jika dibandingkan, tubuh Eugino jauh lebih besar dibanding Ash. Tubuh Eugino yang kekar dan berortot membentuk bak pahatan dewa yunani yang indah. Sementara Ash dipahat seperti dewi cantik yang menjadi kiblat dari gairah seksual indah di dunia.

Sementara tubuhnya di angkat bak karung goni, Ash tetap memilih diam dan tidak memberontak sedikitpun. Setelah peristiwa besar yang terjadi di pernikahannya, Ash tau kekuatan dan pengaruh seperti apa yang dimiliki pria itu. Dan Ash yakin itu sangat besar hingga terlintas dipikiran Ash untuk tidak melawan sama sekali mengingat semuanya jelas akan sia-sia.

"Awww!!" Pekik Ash kala tubuhnya di lempar ke sebuah ranjang berukuran king size.

Ash menyempatkan melihat sekililingnya. Ia menyadari kamar ini berbeda dari kamar yang ia sempat singgahi untuk istirahat, kamar ini jauh lebih luas dan memiliki aura yang sedikit mencekam. Ia yakin ini adalah kamar Eugino dan akan menjadi kamarnya mengingat mereka sudah resmi menjadi suami dan istri pada hari ini. 

Sementara dihadapannya Ash melihat suaminya yang berdiri gagah bak penguasa dunia. Ash memperhatikan tatapan Eugino yang jauh lebih gelap dari biasanya. Dan raut wajah pria itu sangat mengerikan, bahkan garis-garis di wajahnya seolah mengatakan bahwa mangsa di depannya tak akan mampu lari dari kurungannya. 

Eugino melepaskan kancing kemejanya perlahan dan satu persatu hingga akhirnya menunjukkan dada bidang berbulu halus yang akan membuat wanita manapun menelan liurnya. Perasaan bergejolak seolah memukul keras jiwa Eugino. Ketika tidak ada yang menghentikannya, Eugino tidak akan berhenti dan akan terus menembus batas normal yang ada. Dan perasaannya terhadap Ash lah yang menahan Eugino selama ini. Eugino mencintai Ash dengan tidak normal. Pria itu sudah terobsesi bahkan sejak dirinya melihat Ash dilahirkan.

"Kau sangat cantik..." Ucap Eugino seraya menatap tajam ke arah Ash.

Ash melihat kini pria itu merangkak di atas ranjang menuju dirinya.

"Tubuh indah ini.... Hanya milikku..."

"Jiwa indah ini... Hanya milikku..."

"Hati yang murni ini... Hanya milikku..."

"Pikiranmu ini... Hanya milikku..."

"Kau adalah milikku seutuhnya Ash"

Hingga kini wajah tegas nan tampan itu berada tepat di hadapannya. Napas pria itu bergemuruh hingga ash merasakan tubuhnya gemetar entah karena perasaan apa. Di lain sisi, Ash menatap ke dalam bola mata indah itu, dan ia hanya mendapati kelembutan dan ketulusan yang mendalam. Kini Ash sangat yakin untuk menyingkirkan pikirannya soal pria itu mencintainya dengan tulus akan memakan banyak waktu dan tenaga.

"Aku mencintaimu, Ash" Eugino mengelus lembut pipi Ash yang sudah memerah sejak tadi.

Suasana kamar yang tadinya mengerikan entah kenapa berubah menjadi sesuatu yang indah bagaikan terbungkus oleh kelopak mawar yang sebentar lagi akan mekar. Dan kini suasana menjadi tenang namun tetap terdengar suara detak jantung mereka berdua yang memiliki arti jauh berbeda.

Eugino menurunkan wajahnya hingga mendekat pada Ash. Dengan perasaan yang tepat, Eugino mendaratkan bibirnya hingga membentuk sebuah ciuman lembut tanpa gairah hanya cinta. Suasana kamra sangat tenang dan damai namun telinga mereka seolah mendengarkan alunan musik klasik tentang cinta. Ash tidak mengerti kenapa ia terharu hanya dengan ciuman Eugino. 

Eugino mencabut pangutannya lalu tersenyum lembut pada Ash. "Kau adalah hal terindah yang tuhan dan ayahmu berikan padaku" Ucapnya dengan nada lembutnya.

ObsessionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang