"Eugino!! Sungguh, kau akan benar-benar menghancurkan penampilanku jika kau terus-terusan menciumi leherku!!! Arghh!!!" Kesal Ash kala pria itu benar-benar tidak bisa menahan diri kepadanya.
Tidak peduli seberapa banyak muntahan kata yang Ash ucapkan pada pria itu, tentu saja itu hanya akan menjadi angin lewat bagi Eugino. Ash takut pria itu tak akan segan-segan memberikannya tanda di sekujur lehernya. Mereka bahkan belum sampai restoran namun penampilannya sudah mulai rusak oleh pria gila ini. Eugino tetap mencium leher, pipi, bahu wanita itu. Sial, Eugino benar-benar akan gila apabila banyak pria yang menatap mesum ke arah istrinya nanti. Semoga ia dapat menahan diri untuk tidak menembak kepala pria itu.
"Sungguh berhentilah Gino. Aku mohon" Lirih Ash.
Tak ingin membuat istrinya menangis, Eugino segera melepaskan pangutannya dari tubuh wanita itu. Tatapan Eugino seketika menuju pada hasil karyanya yang indah itu. Sial, dia sudah menjadi pria brengsek malam ini dan ia bangga. Sekarang ia dapat membawa istrinya dengan lebih percaya diri karena tanda kepemilikan itu sudah muncul, tidak akan ada pria yang bahkan berani untuk berpikir mesum pada istrinya.
Ash mengambil ponselnya dan mengarahkan kamera depan itu pada tempat-tempat ditubuhnya yang pria itu gauli. "Sial!!! Eugino ini banyak sekali!!" Ash membuang ponselnya tepat pada pria itu.
"Hey!" Sahut Eugino.
"Gila!! Apa kau ingin aku terlihat seperti ini di hadapan para pelayan nanti?! GOD!!" Geram Ash.
Entahlah, Eugino hanya tertawa di dalam hatinya. "Wear it with pride mi amor. Kau terlihat semakin cantik dengan itu di tubuhmu"
Rasanya kepala Ash ingin meledak di depan pria itu. Membayangkannya saja sudah malu, bagaimana bisa ia makan di restoran bagus dengan tubuhnya yang penuh bercak merah seperti ini.
"Memberitahumu benar-benar tidak ada gunanya. Terkadang aku lelah" Ucapnya dengan helaan napas yang berat.
Kini pria itu hanya duduk bersandar di hadapannya dengan segelas sampanye yang ia sesapi. Pria itu terlihat sangat amat seksi, tidak bisa dipungkiri jika dunia Ash akhir-akhir ini dapat dengan mudah dikontrol oleh ketampanan pria itu. Bagaimana bisa ia baru menyadari kalau Eugino setampan ini? Bukankah ia menghabiskan waktu dengan pria itu seumur hidupnya?. Apakah ia pernah melihat pria yang lebih tampan dari Eugino? Mungkin Jack ia, atau keturunan Knight lainnya sangat tampan. Namun Eugino terlihat sangat amat tampan di matanya. Mungkin ini terdengar bias, namun nyatanya seperti itu.
Alis tebal dengan bola mata yang selalu menatap tajam pada siapapun itu benar-benar berhasil menusuk hati terdalamnya. Dan kemeja putih dengan dua kancing atas dilepas menunjukan dada bidang bak polesan dewa yunani tersebut? Basah! Ash benar-benar basah membayangkannya. Ia tidak akan membiarkan wanita manapun mengambil miliknya seorang.
"Kemarilah jika kau benar-benar ingin menciumku sayang" Ucap Eugino secara tiba-tiba.
Lamunan Ash membuyar seketika. Tanpa sadar sedari tadi Eugino menyadari kalau Ash menatapnya dengan tatapan yang menelanjangi. Dan wajah polos itu benar-benar membuat Eugino gila. Rasanya ia ingin menarik kepala wanita itu, menciumnya dengan rakus lalu memaksa mulut mungilnya untuk mengulum penisnya yang sudah menegang keras di balik celana itu.
"Shut up. Aku membencimu" Balas Ash dengan ketus mencoba membuang mukanya ke arah kaca jendela mobil.
Eugino terkekeh. "Kau benar-benar menggemaskan sayang. Aku mencintaimu" Ucap pria itu.
Sial, berulang kali di dalam hati Ash mengatakan pada dirinya sendiri untuk jangan mudah terpengaruh oleh pria itu. Nyatanya sulit dan Ash tidak bisa menolak perlakuan manis pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession
RomanceWARNING!! This is an explicit story. Eugino merupakan seorang anak pungut yang dibesarkan oleh Gideon Leonard. Masih menjadi misteri apa motif dibalik seorang pengusaha terkenal mau merawat anak dengan asal-usul yang tidak diketahui. Dibesarkan tanp...
