Chapter 15 : Eugino & Ash

4.8K 88 0
                                        


Seminggu telah berlalu.

Eugino dan Ash mulai kembali pada kesibukan mereka masing-masing. Eugino yang sibuk mengurus perusahaan serta menjalani banyak meeting dalam satu hari sehingga sering kali Ash melihat Eugino pulang kerumah dalam keadaan kusut atau bahkan bau alkohol. Sedangkan Ash mulai mengatasi kebosanannya dengan melakukan aktifitas baru untuknya, seperti menanam bunga serta tanaman langka dan juga Ash mulai sering melakukan yoga di halaman belakang rumahnya. 

Dan perihal pernikahan, keduanya sudah jarang sekali membicarakannya. Bahkan dipikir-pikir seminggu ini baik Eugino maupun Ash keduanya tidak ada yang membuka suaranya terkait pernikahan mereka. Ash tidak ingin ambil pusing karena ia juga berasumsi Eugino sudah mengatur semua yang dibutuhkan. Ash diantara tidak ambil pusing dan tidak ingin peduli terhadap pernikahan mereka. Wanita itu benar-benar tidak ingin menikah secepat ini. Masih ada jiwa liar yang ingin mengontrol seluruh tubuhnya.

Ash rindu berpesta di klub-klub favoritnya. Ash rindu melakukan road trip dalam jeep bersama teman-teman SHS-nya. Ash bahkan merindukan bau alkohol yang menyeruak dari tubuhnya. Ia rindu semua momen tersebut. Namun sialnya, ia malah terikat kontrak yang dibuat oleh ayahnya sendiri. Sampai saat ini masih tidak tau secara jelas alasan ayahnya memilih Eugino sebagai pewaris dan orang yang ia percaya untuk menikahi putrinya.

Meski Eugino sudah hidup bersama keluarganya bahkan sebelum Ash lahir, namun Ash merasa tidak dapat mempercayai pria itu sepenuhnya. Ada kalanya Ash merasa gerak gerik Eugino cukup aneh. Semisal pria itu pulang kerumah dengan bau kokain yang sedikit tercium. Ash tidaklah bersih dari obat-obatan, dulu ia seringkali menghisap ganja dan kokain di basement rumahnya.

Sudah cukup berkutat dengan kepalanya sendiri, Ash menyelesaikan urusan kamar mandinya, mengambil baju santai dan memakainya. Setelah itu Ash menuju ke meja makan untuk menyiapkan makan malamnya sendiri.

"Hai Dorothy, tidak apa aku akan melakukannya sendiri"

Wanita paruh baya itu menatapnya dengan gugup dan terkejut.  "Tidak apa nona, biar saya saja"

"Tidak apa Dorothy, aku bisa melakukannya sendiri. Dan sebaiknya kau melakukan hal lainnya saja supaya mempercepat pekerjaanmu malam ini"

"Apa nona yakin tuan tidak akan marah?"

Ash terkekeh mendengar pernyataan itu. "Untuk apa Gino marah? Tenang saja, aku akan mengatasi pria itu sendiri. Dan sekarang pergilah, aku ingin fokus terhadap tangan-tangan ini agar dapat membuat makan malam yang enak"

"B-baiklah nona" Ucap Dorothy sebelum mengangkat kakinya dari dapur tersebut.

Setelah itu Ash langsung melihat-lihat kulkas dan lemari penyimpanan untuk mengecek ada bahan apa aja yang dapat ia sulap menjadi sesuatu yang bisa dimakan. Jujur saja Ash tidak begitu pandai memasak. Terakhir ia melakukannya adalah saat ia memasak telur hingga gosong untuk ayahnya. Dan entah mengapa malam ini ia sangat ingin memasak untuk makan malam, dan juga Ash tertarik untuk mencoba beberapa resep yang ia dapat dari internet.

Ash mengambil bawang-bawangan, sayur-sayuran, lemon, spaghetti, tak lupa ia mengambil herbs seperti rosemary, parsley, basil, dan coriander. Ash memutuskan untuk memasak spaghetti lemon dengan cream. Setelah menyiapkan beberapa bahan, Ash tak lupa menyiapkan alat masak yang akan ia butuhkan.

Satu jam berlalu, Ash berhasil membuat makanan pertamanya. Jujur saja Ash sangat amat lelah padahal ia baru membuat satu jenis makanan di dapur. Dan itu membuat Ash memutuskan untuk segera duduk di sofa dan menonton tv karena lelah.

Tak lama kemudian terdengar suara mobil yang khas membuat para pelayan sontak berdiri di dekat pintu utama. Ash yang menyadari jika Eugino sudah sampai pekarangan rumah segera berlari ke dapur untuk menyiapkan makanan yang telah ia siapkan untuk mereka berdua.

ObsessionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang