Interior gedung yang indah membuat siapapun yang melihatnya terkesima. Tak terkecuali Ash, ia akhir-akhir ini menjadi terobsesi dengan desain-desain bangunan yang memadukan ciri khas klasik dengan balutan kemewahan. Warna emas menjadi yang paling dominan di tiap sudut bangunan tersebut. Dan malam hari membuat bangunan tersebut menjadi semakin indah dan mencolok di seluruh Sisilia.
Ash sempat berpikir kalau bangunan tersebut adalah sebuah ballroom yang disewakan untuk acara makan malam yang diselenggarakan oleh Nicholas dan kekasihnya, namun ternyata mereka dibawa ke tempat yang lebih tertutup. Ruangan makan yang cukup luas mampu menampung sekitar 15 sampai 20 orang di meja makan. Tak hanya itu, banyak sekali pajangan atau benda-benda antik yang mewah di ruangan makan tersebut. Saat Ash menginjakkan kakinya di lantai ruangan tersebut, matanya tak bisa teralihkan oleh lampu gantung yang sangat indah.
"Gino"
Suara berat dan seksi mengalihkan pandangan Ash yang sedari tadi menatap ke lampu menjadi ke sumber suara tersebut.
Eugino menghampiri temannya lalu berpelukan hangat.
"Nico, how you been doing?"
Nicholas terkekeh. "All better now"
"Yeah, cause you finally got your girl back huh"
Sontak keduanya dengan kompak terkekeh.
"Oh, i forgot. This is my girlfriend Allison" Ucap Nicholas seraya menuntun gadisnya untuk bersalaman dengan temannya itu.
Allison mengulurkan tangannya seraya tersenyum ramah. "Hi, it's Ally"
"Gino" Balas Gino. "And this is my soon to be wife, Ashylan" Dan tangan Eugino merangkul pinggang Ash.
Ash tersenyum ramah seraya berbinar menatap kecantikan Allison yang menurutnya sangat unik dan berbeda. Ia sekarang mengerti kenapa bajingan seperti Nicholas mampu takluk pada wanita seperti Allison. Dress satin yang membungkus tubuh molek disertai dengan perhiasan yang cantik membuat Allison terlihat layaknya seperti Dewi kecantikan.
"Hi i'm Ash nice to meet you pretty"
Allison tertawa dengan pipi yang merah merona. "You're funny. I'm Ally by the way"
Setelah sesi berkenalan, Nicholas langsung menyuruh keduanya untuk duduk bersama mereka di meja makan. Belum ada makanan yang tersaji di meja kecuali sampanye yang Ash tau sebagai favoritnya Eugino. Meski ia lapar, Ash pikir segelas sampanye dapat sedikit menutupi hal tersebut.
Awalnya Ash berpikir kalau acaranya akan menjadi acara terbesar di Italia, namun ternyata hanya mereka berdua yang diundang untuk acara makan malam bersama seorang Nicholas dan mungkin calon istrinya. Well, ia tau kalau Eugino mengatakan bahwa ia dekat dengan Nicholas, namun ia hanya tidak menyangka kalau pria itu diam-diam memiliki koneksi yang tidak main-main. Apa itu salah satu alasan ayahnya memilih Eugino sebagai pewaris?.
"Off topic but i'm so sorry hearing about your father loss" Ucap Ally.
Ash tersenyum lembut ke arah Ally. "Terima kasih. Aku dan Eugino menghargai bela sungkawa mu"
Ally ikut tersenyum. "So, how do you like Sicily so far?"
"I love the buildings. Entahlah, tapi akhir-akhir ini aku sangat terobsesi dengan bangunan-bangunan yang memiliki desain arsitektur klasik namun juga modern"
"Do you wanna have one of those someday?"
Pertanyaan yang dilontarkan oleh Ally membuat Ash berpikir sejenak. "Kupikir-pikir aku hanya mengingkan hal-hal seperti itu untuk di kagumi dan dinikmati keindahannya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession
RomanceWARNING!! This is an explicit story. Eugino merupakan seorang anak pungut yang dibesarkan oleh Gideon Leonard. Masih menjadi misteri apa motif dibalik seorang pengusaha terkenal mau merawat anak dengan asal-usul yang tidak diketahui. Dibesarkan tanp...
