"Sekarang jelasin ke gue! Kenapa lo ngehancurin markas geng lain? Siapa yang nyuruh lo?!" Pertanyaan itu terus terlontar dari mulut Leon berulang kali tetapi yang diajak bicara hanya diam dengan pandangan menunduk, takut.
"Lo budeg hah?!? Denger gak!!" Bentak Leon, tangannya yang kokoh dan kuat itu mencengkram kedua bahu lawan bicaranya. Mata tajamnya menatap lekat hingga sang lawan bicara pun hanya bisa tertunduk pasrah padanya. Cowok itu menghela napasnya, lalu melepas cengkraman tangannya dari bahu pria itu. Leon sudah merasa lelah sekarang. Pria itu lalu berjalan ke arah kursi dan menyeretnya di samping tempat duduk salah satu anggotanya yang sedang ia curigai.
Cowok itu mulai duduk di kursinya sembari memijat pangkal hidungnya. Rasanya begitu lelah mengurusi masalah yang tak berujung. Selalu saja dirinya yang disalahkan. Sesulit inikah untuk menemukan solusi saja?
"Ar, gue mau lo jawab yang jujur. Masalah ini bukan masalah biasa tapi, menyangkut nama geng Black Dragon. Geng Angel Wings itu seperti gambaran geng Black Dragon, mirip. Saking miripnya, begitu banyak yang ingin mengalahkan sang malaikat itu. Meskipun posisi ini sangat menggiurkan tapi lo harus inget! Di geng itu ada seseorang yang sedang gue jaga. Dan lebih parahnya lagi, ada seseorang yang sedang mengincar pemimpin tertinggi Angel Wings. Orangnya masih sama yaitu, pelaku teror geng Black Dragon." Ujar Leon.
Suasana mendadak hening. Pria yang disamping Leon membelalakan matanya. Leon berhasil membaca pikiran Arya. Ia tidak menduga kalau Leon ternyata tahu soal kehancuran markas geng itu. Dan dibalik kehancuran itu, Arya adalah salah satu dari sekelompok pelaku yang sudah menghancurkan markas geng Angel Wings. Dan kini Arya terlihat menelan ludahnya sendiri menatap Leon yang terlihat santai dengan pandangan kosong.
"Dan.. Gue tahu kalau lo adalah salah satu diantara mereka." Netra Leon menatap ke arah Arya. Lalu mereka saling berhadapan, Leon memutar posisi duduknya menghadap Arya yang memandangnya dengan tatapan takut.
Arya mulai gemetaran. Bagaimana mungkin Leon secepat itu menemukan pelakunya. Dan apa hubungannya Leon dengan geng Angel Wings?
"B-bagaimana mungkin?!" Ucap Arya terbata-bata. Arya sudah masuk ke dalam jebakan pelaku teror geng Black Dragon. Sekarang tinggal menunggu rencana akhirnya.
Lagi dan lagi masalah itu semakin menjadi rumit.
"Gue mau lo jawab yang jujur. Siapa yang telah merencanakan ini semua?" Tanya Leon tanpa memberikan celah. Tampak Arya masih kalut dengan rasa takut hingga mulutnya bahkan tidak bisa berkata-kata.
".. Aa-alvin"
•••••
Nathan tak henti hentinya mengucapkan sumpah serapah. Cowok itu mondar mandir di hadapan para anggota inti dengan emosi yang bergemuruh hebat.
"Udahlah Nat, sampe segitunya lo ngurusin si bos. Jangan-jangan lo demen sama si bos ya?" Celetuk seorang cowok yang memakai Handband berwarna hitam sambil memakan permen lolipop nya. Cowok itu duduk di barisan tengah para anggota inti.
Mereka duduk di bawah balok kayu yang berukuran besar. Mereka menunggu ketuanya yang tak kunjung datang. Seperti orang yang pergi lalu menghilang lagi.
"Lo ngomong apa?!? SETAN LO!! GAK BERGUNA BANGET GOBLOK" Jerit Nathan mengeluarkan unek-unek nya. Cowok itu pun hanya terkekeh lalu memainkan rambut temannya.
"Arkhan, jangan gitu. " Tegur temannya. Cowok yang bernama Arkhan itu hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Bisa diem? Bungeng." Ucap seorang cowok dengan nama di samping kiri jaketnya, Kaenandra. Cowok dingin yang sebelas duabelas dengan Leon.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGEL WINGS
Novela Juvenil[Sudah Tamat] Menceritakan tentang proses menjadi geng motor besar di seluruh jalanan Ibukota. Menguasai jalanan dimalam hari dengan mengibarkan bendera kekuasaan. Angel Wings, geng motor penguasa jalanan di malam hari sekaligus perisai bagi sekola...
