[Sudah Tamat]
Menceritakan tentang proses menjadi geng motor besar di seluruh jalanan Ibukota. Menguasai jalanan dimalam hari dengan mengibarkan bendera kekuasaan.
Angel Wings, geng motor penguasa jalanan di malam hari sekaligus perisai bagi sekola...
"Salam buat Bunda, kamu udah jauh-jauh pergi ke Bandung cuman buat ngejemput gue doang. Nih, gue beli makanan ringan oleh-oleh dari Bandung buat Bunda sama Om. " Nasya menyodorkan sebuah plastik hitam yang berisi jajanan ringan oleh-oleh dari Bandung.
Bagas menganggapinya dengan anggukan kecil lalu menerima pemberian Nasya. Gadis itu menatapnya sebentar dengan rasa bersalah karena dirinya tidak mengabari Bagas terlebih dahulu kalau ia pergi liburan ke Bandung dan menginap di sana.
"Gak masuk? Aku mau pulang." Tanya Bagas acuh. Ia marah karena Nasya tidak mengabarinya terlebih dahulu terlebih ia capek karena berjam-jam duduk di dalam mobil. Ia terpaksa menjemput gadis itu karena hati kecilnya. Ia merindukannya.
"Maaf." Lirih Nasya dengan pandangan menunduk. Ia sadar tentang kesalahannya, bukan dengan Bagas saja tetapi dengan teman dan sahabatnya juga.
"Karena apa?" Tanya Bagas kembali.
" Karena, gue gak beritahu lo soal kepergian gue ke Bandung. Sorry, gas." Jawab Nasya dengan lirih.
Bagas tersenyum, entah mengapa ia kasihan melihat gadisnya yang menunduk dengan perasaan bersalah. Seharusnya ia cukup menerima saja tapi, lebih baik seperti ini agar Nasya selalu sadar akan kesalahannya dan tidak menutup-nutupi kesalahannya darinya.
Cowok itu mengelus puncak kepala Nasya dengan lembut. "Aku udah maafin kamu, Nas. " Ucap Bagas dengan senyuman hangat. Tangannya beralih ke pipi mungil Nasya dan memberi usapan lembut ke pipinya. Sesekali ia merapikan poni gadisnya yang memperlihatkan kening Nasya dan mengecupnya sekilas.
••••••
Langit mulai berubah warna menjadi gelap. Lampu di jalanan mulai menerangi cahayanya. Gedung-gedung tampak berkilauan disertai kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya. Jakarta, tampak lebih indah dan menyejukkan mata.
Di sebuah gedung tua kosong yang gelap gulita. Dua pria ada di atas rooftop ditemani cahaya rembulan. Mereka berdua menatap indahnya kota Jakarta di atas sana. Leon dan Alvin.
"Ada apa kau memanggilku ke sini, Vin?" Tanya Leon tanpa menatap Alvin yang berada di sampingnya dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku.
"Aku hanya ingin memberitahu mu bahwa aku sudah mempersiapkan rencana yang matang untuk kita." Jawabnya dengan santai diselingi senyum tipis.
"Rencana apa?" Leon mengerutkan keningnya dan mulai menatap Kevin.
"Hmm tentang Angel Wings. Aku akan mempersiapkan pertarungan hebat dengannya dan tinggal menunggu geng legendaris ku siap untuk bertarung. Aku akan mengakhiri riwayat mereka, persis seperti Black Dragon dulu." Kevin menampakkan senyum menyeringai. Ternyata, cowok itu menyiapkan rencana busuk untuk mengakhiri perjuangan Angel Wings sama seperti Black Dragon.
"APA?! kau gila?! Kau melanggar persyaratan kita, Vin! Aku, selama ini sudah memenuhi semuanya untukmu agar mereka tidak menjadi korban rencana busukmu. Tapi apa?! Kau licik, Vin! Kau menyuruh ku untuk berbuat ini itu, agar kau tidak membahayakan mereka, cukup aku saja yang dijadikan boneka oleh mu. Mereka jangan!!" Sangkal Leon. Alvin mulai tertawa sumbang. Bodoh! Leon mudah sekali masuk ke jebakan miliknya hanya dengan menarik nama Angel Wings dan kekasihnya. Alvin tertawa puas menatap kesedihan yang akan terukir pada wajah mereka jika tahu soal rencana ini. Apa yang akan mereka lakukan jika mengetahui soal ini? Mereka sudah terlambat.
"Kenapa kau tertawa?! Ini tidak lucu. Kau.. Akan ku bunuh, Vin." Ancam Leon menggebu-gebu.
"Coba saja, kau tidak akan mampu mengalahkan ku. Jika rencana ini sudah terjadi, nama mu juga akan ikut terseret, dan kita akan masuk ke penjara bersama-sama. Karena kau adalah tangan kanan ku sekarang!" Elak Alvin membuat Leon tidak berkutik.
"Sekali lagi, kau memang licik, Vin,"
"Benar." Jawab Alvin dengan enteng dan percaya diri.
"Aku tidak akan menyerah, akan ku buat kau menderita mulai sekarang. Akan ku bubarkan geng Blake Devil dan.. Kontrak kita mulai berakhir, Alvin. " Leon mengambil sesuatu dari sakunya dan memperlihatkan sebuah kertas pada Alvin dengan senyum menyeringai. Ia lalu membakar kertas itu dan menginjaknya yang kini telah berubah menjadi abu.
Alvin terdiam sejenak menatap aksi Leon.
Skakmat! Leon berhasil membuat Alvin terbodohi. Dia pikir seorang Leon mudah untuk dibodohi? Jelas tidak! Dirinya berhasil melawan kelicikan seorang Alvin dan kini.. Tinggal menunggu rencana busuknya gagal dan harus menanggung dosanya di penjara.
"Kenapa? Kaget ya? Lo udah masuk ke dalam jebakan gue. Sekarang siapa yang lebih licik, Vin?" Tanya Leon dengan puas.
Lagi, dan lagi, Kevin tertawa sumbang kembali. Ia tidak merasa terkejut ataupun takut dengan aksi Leon. Cowok itu bertepuk tangan bangga dan berjalan memutari posisi Leon berdiri.
"Bagus! Bagus banget! Ternyata lo bisa juga akting ya? Dan gue gak tahu gimana caranya lo ngambil kertas kontrak itu dari gue, lo pinter, Leon! Lo ternyata bisa selicik ini. Tapi, gue gak akan goyah dengan rencana gue ini, gue bakal bikin semua orang tersayang lo mati! Tepat saat perang nanti di mulai! Siap-siap Leon! Persiapkan diri lo sebelum ajal menjemput." Seringai Alvin lalu meninggalkan Leon yang masih mencerna otaknya dan emosi yang meluap-luap akibat pertemuannya dengan Alvin.
Berarti masalah baru saja terselesaikan satu, yaitu dirinya bisa lolos dan Alvin tidak bisa menyeretnya masuk ke dalam masalah baru yang akan dibuatnya. Ia sudah bebas tetapi tidak untuk mereka, anggota Angel Wings akan menjadi korban kejahatan Alvin sama seperti waktu Black Dragon. Salah satu diantara mereka pasti akan mati.
Leon mengusap wajahnya kasar. Ia frustasi. Bagaimana caranya ia bisa mengalahkan Alvin dan melawan rencana busuknya. Dirinya tidak tahu kelemahan Alvin. Dan bagaimana tentang Angel Wings? Apakah mereka bisa mengalahkan Alvin?
"Aku harus berbicara dengan mereka soal ini dan mengungkapkan soal jati diri ku sebagai ketua geng Blake Devil."
_Angel Wings_
Terima Kasih sudah membaca👍🏻
Hei kalian! Jangan lupa Subscribe dan Like video Trailer Angel Wings di Youtube ya?
Saya udah share di Bab 29 loh.
Terus pantau instagram Angel Wings juga ya 😄
"angel_wings345"
Dan ada juga akun ig nya Nasya dan Putri di sana. Untuk Adinda dan Theo akan segera menyusul.
Terima Kasih sekali lagi untuk teman-teman yang setia baca cerita saya.
Saya mohon Maaf bila ada Kesalahan-kesalahan dalam cerita saya🙏🏻
Maklum masih pemula.
Part ini cuman sedikit karena Author pusing mikirin ide lain. Jadi jangan lupa Vote ya? Kalau suka Vote ajalah jangan sungkan-sungkan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.