Baca dulu, gimana ceritanya nanti baru dipikirin. Yang penting setidaknya baca dulu.
Okey
No giplak!!!!!!!!
Gak ada kata lain lagi. Semoga suka, dan jangan bosen ya????
Jangan lupa ngasih saran
Setiap hari.
Terbit: Rabu 15 Maret.
Tamat:??????
"Gak pa pa selain karena L yang nyuruh, gue gak butuh payung. Lagian nih payung buat temenya Agnes jadi bukan masalah."
"Wuhhh tumben akur sama Agnes," Heran Irene menerima payung, dan menghalangi rintikan hujan jatuh dipuncak kepalanya dan L.
"Huhhhhh" Laskar menarik napas kasar. "Kemarin gue kasih bunga, dia malah marah marah." Frustasi Laskar.
"Iyalah orang dia sukanya kopi bukan bunga." Tegur Irene dengan kekehan ejekan.
"Okedehh saranya walaupun berasa diejek. Yaudah gue gak mau ganggu sepasang kekasih yang sedang berkasmaran. Bye bye."
Pria tinggi dengan wajah tampan diatas kata sempurna itu langsung meninggalkan sepasang kekasih itu. Meski gerimis menjatuhkan diri padanya, dia tetap berjalan santai tanpa ada kemauan untuk lari.
"Kakak kami sejak kapan suka sama Agnes," Tanya Irene penasaran. Padahal dia ingat bagaimana bergengkarnya kedua manusia itu.
L memandikan bahunya tanda tak tahu. Dan Irene hanya mengangguk angguk paham saja.
"Ehh L boleh anterin aku gak sebentar? Sebenarnya ada pak Tono, tapi udah lama gak dianterin kamu. Boleh yahh?!?!" Minta gadis itu memelas.
Ya, sudah beberapa Lama gadis ini merindukan diantar seorang kekasih hari pujaan hati my ayang cogan.
Sudah jelas dikesempatan kali ini ia akan langsung menerobos maju tanpa berhenti ditengah jalan untuk mendekati sang kekasih.
"Hmm, tapi aku mau ke supermarket dulu."
"Gak pa pa aku juga mau beli eskrim entar. Jadi oke yaa?" Senang gadis itu menatap pahatan wajah indah L yang menyamping.
L mengangguk."oke."
********
"Lagu ini, gue persembahan buat cewek yang lagi cemberut di pojok kanan." Suara berat seorang pria yang berbicara dengan mike.