XII. CHAP YANG HILANG

49 3 0
                                        


—✧—𝐒𝐄𝐋𝐀𝐌𝐀𝐓 𝐃𝐀𝐓𝐀𝐍𝐆—✧—

Mohon bijak dalam membaca.
Cerita ini hanya berdasarkan imajinasi penulis.


𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶

•・•✧✧•・•

    17 tahun yang lalu....

"Permisi, dari keluarga pasien?" Ucap seorang dokter wanita yang baru keluar dari dalam ruang ICU.

Orang yang berada disana pun segera mengangguk.

Dokter tersebut berucap sambil menundukkan kepala nya.
"Maaf kami tidak bisa membantu lebih, saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi Tuhan berkata lain, Tuhan lebih sayang mereka." Setelah ucapannya selesai dia mengangkat kepala nya kembali.

Deg

"Pasien perempuan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 03.10 pagi, sedangkan pasien laki-laki dinyatakan meninggal dunia ditempat, pada pukul 02.23 pagi waktu setempat."

3 orang yang berada didepan ruang tersebut pun syok bercampur sedih saat mendengarnya. Tiba-tiba saja seseorang berteriak kesakitan.

"Akh" Teriak kesakitan seorang pria baya yang berumur sekitaran setengah abad seraya memegang erat dadanya, dia meluruh kebawah. Pasalnya dia sangat syok mendengar istrinya meninggalkannya. Sampai-sampai ia terkena serangan jantung, mungkin juga karna diumur nya yang sudah berkepala 5.

Semua bertambah panik, tanpa pikir panjang dokter tersebut langsung menghampiri pria paruh baya itu, yang tengah berteriak kesakitan. Dia ingin memerintahkan suster untuk mengambil brankar, tapi sebelum itu pria dihadapannya ini sudah menghembuskan nafas terakhir.

"Innalillahiwainnalillahirojiun" Gumam dokter tersebut yang didengar oleh pasangan suami istri disamping nya.

Dina yang mendengar pun menangis histeris, Irawan langsung membawa istri nya ke dalam dekapannya.

"MAS AYAH MAS! TADI IBU, SEKARANG AYAH! ENTAR SIAPA LAGI?! HIkss.. Hikss.." Teriak Dina histeris dalam dekapan Irawan.

"Mas.. Anak kita mana mas?! anak kita masih hidupkan?!" Tanya Dina purau. Ah iya dirinya baru ingat dengan bayi satu-satunya.

Dokter tersebut yang memperhatikan sedari tadi pun menjawab, setelah menginstruksikan bawahan nya untuk membawa pria tersebut, dokter wanita itu menghampiri pasangan suami istri yang sedang berpelukan.

"Bayi perempuan itu masih bisa diselamatkan, sebuah keajaiban. Bayi perempuan itu tidak terluka parah, tetapi ada sebuah luka yang sepertinya tidak bisa dihilangkan. Yaitu luka yang berada di pundak nya"

~>>||<<~

Tempat tinggal yang dulu orang tua Dina tempati saat ini telah ramai. Mereka mengucapkan bela sungkawa kepada Dina yang telah berduka.

Serta keluarga Irawan sudah sampai dari semalam di rumah tersebut. Irawan menceritakan kronologinya yang dibalas dengan tatapan tidak percaya. Mau menyeramahi pun percuma karna orang nya sudah dimakamkan.

𝐁𝐢𝐚𝐧𝐚𝐜𝐚𝐥𝐚 [𝐬𝐚𝐧𝐠 𝐠𝐚𝐝𝐢𝐬 𝐝𝐞𝐬𝐚]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang