–pergi ke jalan flicker–
"Kenapa ni bocah," pikir Hesa.
Ia memilih tak terlalu memperdulikan itu dan lanjut masuk kedalam mobil.
Tak lama, mobil pun berjalan pergi meninggalkan area parkiran.
Suasana jalanan sebenarnya tampak tenang dan normal seperti biasanya, pikiran Hesa saja yang mulai tak tenang. Ia tiba2 kepikiran pesan dari Kyungmin.
"Ck, gue baru inget kalo tu bocah esper,"
Hesa menoleh pada Wish yang duduk di bangku penumpang disebelahnya, tampak memperhatikan jalan saja.
"Rumah loe dimana btw?" tanya Hesa.
"Bener kok lewat sini, rumah gue di komplek universe. Turunin aja gue ntar di depan gerbang komplek," ucap Wish.
"Bisa lewat jalan flicker kan?" ucap Hesa.
"Bisa sih, tapi jadi agak jauh," ucap Wish.
"Gak apa2, kita lewat situ aja," ucap Hesa.
"Lagi ada perlu ya disana," ucap Wish.
"Ah i-iya, ada sedikit perlu," ucap Hesa.
Meskipun agak ragu, Hesa tetap mengikuti kata hatinya untuk mendengarkan pesan dari Kyungmin.
Dengan perasaan berdebar tak karuan, Hesa melihat jalan di depannya yang sudah semakin dekat jalan yang ia tuju. Namun sebelum sampai kesana, sudah lebih dulu terdengar suara benturan yang cukup keras.
Brakkk.
Wish yang sebelumnya melamun juga reflek terkejut, ia menoleh ke arah Hesa yang wajahnya sudah sangat pucat.
Beberapa detik mereka berdua saling tatap sampai akhirnya Hesa keluar dari mobil.
Pemuda itu berlali melewati beberapa keandaraan yang terhenti di tengah jalan.
Hesa menoleh ke arah papan jalan, menunjukan ia sudah tiba di jalan flicker, namun suasana yang tak harapkan sudah terjadi disana.
Di depan matanya Hesa melihat beberapa mobil yang penyok karna saling membentur satu sama lain.
Banyak polisi serta tenaga medis yang baru tiba, Hesa memperhatikan proses evakuasi sampai akhirnya ia menyadari sesuatu. Dan langsung mendekat ke arah salah satu mobil yang penyok.
"Merek mobil sama plat nomornya..."
Hesa seketika merasa udara disekitar nya berhenti, sesak langsung ia rasakan. Dengan langkah tak beraturan ia menghampiri ambulance yang masih mengangkut para korban.
Harapan nya tak terkabul, Hesa melihat salah satu temanya diangkut kedalam ambulance.
Langkahnya kian memberat ketika menghampiri ambulance yang dituju.
"J-Jio..."
Si teman menoleh karna masih bisa mendengar suara lirih itu. Hanya bisa tersenyum ke arah si kakak kelas tanpa bisa mengucapkan satu kata pun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Undercover
FanfictionBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
