Pernikahan yang terjadi secara tiba tiba membuatkan Limario membenci Chaeyoung namun akhirnya dia menyerah ketika cinta mula menghampiri namun dia 'terlambat'
Chaelim📌
Fanfiction 📌
Fiksi📌
Dengan wajah datarnya Chaeyoung menatap Limario. Dulu, Limario lah yang memasang wajah datar ketika berhadapan dengannya namun kini ianya malah sebaliknya. Hah~ karma memang ada.
"Chaeyoung-ah, ak-"
"Bagus deh kita sudah ketemu disini" potong Chaeyoung "Kita harus menyelesaikan urusan kita dengan segera. Ceraikan aku"
Deg
"Tidak! Aku tidak mau menceraikan kamu!" Sahut Limario dengan cepat.
"Ternyata kamu masih sama, keras kepala" sinis Chaeyoung "Tidak ada lagi saya-kamu sama aku huh?" Ledeknya.
Limario menghembuskan nafasnya dengan kasar "Chaeng-ah, aku tahu aku salah. Aku benar benar menyesal. Tolong maafkan aku. Aku ingin kembali bersama kamu. Tolong maafkan aku" mohonnya.
"Maaf, kita tidak bisa kembali bersama lagi" ujar Chaeyoung.
Limario beralih berjongkok menyamakan tingginya dengan Liam "Ini anak aku bukan?" Tanya Limario kepada Chaeyoung.
"Dia bukan anak kamu lagi setelah kamu mengusir aku dari hidup kamu!" Balas Chaeyoung.
Limario menangkup kedua pipi Liam "Nama kamu Liam bukan?"
Bocah itu mengangguk "Nama aku Sky Liam Manoban. Mama pelnah bilang kalau nama aku sama sepelti nama Papa"
Setetes air mata mengalir keluar dari mata Limario. Dia sama sekali tidak merasa ragu dengan bocah didepannya itu. Dia benar benar benar yakin bocah itu adalah anak kandungnya "Liam, maafkan Papa" dibawanya sang anak kedalam dakapannya "Maafkan Papa karena sudah meninggalkan kamu sama Mama. Papa bersalah sama kalian"
"Apa Papa janji tidak akan meninggalkan Liam sama Mama lagi? Liam tidak mau kehilangan Papa" lirih Liam memeluk Limario dengan erat.
Mata Chaeyoung berkaca kaca. Sudah lama anaknya itu ingin merasakan pelukan dari sosok sang Papa dan sekarang Chaeyoung sedikit merasa bersyukur karena Limario bisa menerima kehadiran Liam.
"Papa janji tidak akan meninggalkan Liam sama Mama lagi. Papa sayang kalian" sahut Limario mengecup dahi sang anak berkali kali.
"Papa" panggil Liam.
"Iya sayang?" Sahut Limario kembali menangkup kedua pipi Liam.
"Apa Papa sudah punya kelualga balu? Apa Liam bukan anak Papa lagi?"
"Liam akan selamanya menjadi anak Papa. Papa tidak punya keluarga lain selain kalian" sahut Limario.
"Telus siapa anak kecil yang Papa gendong waktu itu? Liam tidak suka Papa gendong anak itu. Papa cuma punya Liam tama Mama" lirih sang bocah.
"Siapa yang kamu maksudkan?" Bingung Limario.
Liam menunjuk kearah Sean yang sudah berada digendongan Jisoo itu.
"Ah. Namanya Sean, dia dongsaeng kamu loh" jelas Limario.
"Jadi benar kamu sudah menikah sama Jennie Eonnie? Untuk apa lagi kamu mempertahankan aku? Ceraikan saja aku dan aku akan pergi bersama Liam" sambar Chaeyoung.
Limario sontak bangkit "Chaeng, kamu salah faham. Aku sama Jennie tidak pernah menikah. Dia menikah sama Jisoo Oppa dan Sean itu anak mereka. Aku hanya mencintai kamu Chaeng. Aku hanya mau kamu yang menjadi istri aku"
Chaeyoung akhirnya bisa bernafas lega setelah mendengarkan penjelasan dari Limario namun dia tetap saja belum siap untuk kembali bersama Limario. Dia harus memastikan jika suaminya itu memang membutuhkannya baru dia bisa membuat pertimbangan untuk kembali bersama suaminya atau pun pergi meninggalkan suaminya.
"Kamu bisa ketemu Liam kapan pun yang kamu inginkan tapi aku sama Liam tidak akan tinggal bersama kamu" ujar Chaeyoung.
"Wae? Kamu masih istri aku Chae"
"Aku butuh waktu"
Limario menghela nafasnya dengan kasar "Arreosso" pasrahnya. Dia akan memberikan waktu untuk istrinya dan diwaktu yang sama, dia akan membuktikan kepada istrinya itu kalau dia memang sudah berubah.
"Liam, ayo pergi. Kamu mau ke akurium bukan?" Ajak Chaeyoung beralih menggandeng tangan sang anak.
"Liam, apa Papa bisa ikut bersama?" Pinta Limario.
"Boleh! Liam mau jalan jalan sama Papa" sahut Liam antuasis.
"Ayo pergi!" Dengan semangatnya Limario menggendong Liam dan membawa sang anak menuju kemobilnya. Chaeyoung mendengus lalu ikut menyusul keduanya.
Limario tersenyum haru. Sejujurnya dia bingung atas kemunculan Chaeyoung bersama anaknya itu secara tiba tiba namun dia tetap merasa bersyukur karena diberi peluang untuk bertemu istri dan anaknya.
"Woahhh ikannya gede!" Ujar Liam antuasis.
Chaeyoung memilih untuk mengikuti mereka dari belakang. Melihat Limario yang sepertinya menyayangi Liam, hati Chaeyoung menghangat. Apa seharusnya dia menerima kembali sang suami?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.