Double up!
Sebelum baca, vote dulu, lalu komen, ok thanks.
***
Taehyun melirik kearah jendela kamarnya, melihat cuaca beberapa hari memang lagi gak baik, soalnya hujan terus.
Dia jadi malas untuk bawa ke sekolah, apalagi kalau hujannya pas pulang sekolah, diakan terpaksa harus berada di sekolah dulu menunggu hujan sampai reda.
Namun kalau dia gak bawa motor sendiri, dia mau naik apalagi? Naik kereta atau naik bus? Susah soalnya jarak halte dan stasiunnya jauh dari rumahnya.
Dia berjalan turun dari kamarnya untuk makan malam, papanya sudah pulang dari luar kota, dia bisa melihat papanya yang sudah duluan duduk di meja makan bersama mamanya.
"Gimana sekolahmu?"
"Baik," balas Taehyun yang baru saja menarik bangkunya itu.
Baru juga mau duduk sudah di tanya-tanya saja, tentunya seputar sekolah atau enggak ekskulnya.
"Papa dengar dari mamamu, sabtu ini ada pertandingan basketmu bukan?"
Taehyun mengangguk membalas pertanyaan papanya itu.
Dia malas dengan hal-hal semacam ini, dia dulu ketika bermain basket hanya terpaksa, lalu dia memiliki motivasi ketika melihat Jisu, eh ternyata cowok yang dia sukai ternyata seorang bajingan, jadi Taehyun seperti gak memiliki minat sama sekali di basket.
Namun jika dia berhenti bakalan ribet, ribet dengan pihak ekskulnya di tambah ribet dengan oleh papanya.
Nasib anak tunggal memang seperti ini ya, harus memenuhi kehendak orang tuanya itu.
Makan malam kali ini pun tampak seperti biasa saja.
Taehyun malah ingin segera kembali ke kamarnya dan lalu membaca novel atau belajar saja di sana.
Daripada di tatap oleh papanya itu.
Handphone di saku celana Taehyun berbunyi membuat Taehyun langsung pergi dari sana untuk mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo? Kenapa?" tanya Taehyun saat tau anggota basketnya itu menelponnya.
"Kamu ada waktu bukan malam ini?"
Taehyun melirik kearah jam dinding di rumahnya yang menunjukkan pukul setengah 7 malam.
"Ya, aku ada waktu, kenapa?"
"Kak Jisu nyuruh kumpul di kafe ini buat diskusi tentang pertandingan basket lusa."
"Aneh, padahal bisa di bicarakan saat besok, kan besok kita latihan," balas Taehyun sambil bersandar di dinding yang ada di belakangnya.
"Entah, aku juga malas sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi kita datang-datang saja, nanti kalau gak nurut di kata kurang menghormati, jadi datang ke kafe Royal jangan lupa."
Setelah berbasa-basi singkat panggilan telepon tersebut langsung terputus, Taehyun memutarkan kedua bola matanya.
Ada masalah apa sih Jisu itu sampai menyuruh mereka buat berkumpul untuk diskusi tentang pertandingan basket mereka itu.
"Kenapa?"
"Aku harus pergi ke kafe Royal sebentar lagi buat diskusi tentang pertandingan basket," balas Taehyun sambil memakan sedikit makan malamnya karena takutnya dia bakalan memesan makanan lagi di kafe.
Padahal cuaca saat ini lagi hujan, menyusahkan sekali tuh cowok bajingan, kalau bukan kapten saja, Taehyun bakalan enggan untuk datang, malas sekali jika dia harus di antar oleh papanya.
"Papamu akan mengantarmu kesana, lagipula kamu gak mungkin naik motor kan kesana?"
"Ah gak perlu, teman Taehyun akan menjemput di halte depan, jadi Taehyun pergi dengan dia saja," tolak Taehyun dengan cepat sambil tersenyum ke mamanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Truthfully -beomtae✔
FanfictionBeomgyu dan Taehyun memiliki sikap yang berbeda di sekolah dan di luar sekolah. #1 in beomtae || 170623 #1 in taehyun || 240623 #1 in txt || 060723 ➡️11.06.23 28.08.23⬅️ ©2023
