Sebelum baca, vote dulu, lalu komen, ok thanks.
***
Sebenarnya punya keuntungan juga lho punya pacar seperti Beomgyu, cowok itu dengan sopan minta izin ke papanya buat mengajak dirinya pergi malam-malam begini.
Gak ada takut-takutnya sama sekali dan hebatnya adalah papanya mengizinkan dirinya pergi, beneran hebat.
Dia aja pas itu kalau mau izin keluar pas malam hari banyak sekali pertanyaannya, itupun kalau diizinkan syukur-syukur.
Pas Beomgyu yang minta izin malah langsung di iyakan oleh papanya, hebat, Taehyun senang sih.
"Jaketnya jangan lupa di pakai, Taehyun," suruh mamanya yang membuat Taehyun langsung menerima jaket yang diberikan mamanya itu.
"Hati-hati aja bawa motornya," ucap papa Taehyun kepada pacar anaknya itu.
Beomgyu mengangguk, berbeda dengan Taehyun yang memutarkan kedua bola matanya.
Papanya itu salah sekali ngomong gitu ke Beomgyu, mana mungkin bisa di percaya, cowok itu bawa motor seperti orang gila.
"Pamit om, tante, nanti Taehyun bakalan pulang sebelum jam 12."
"Kalau lewat jam 12 juga gak masalah asal kalian baik-baik aja, kan besok kalian juga harus sekolah," balas mama Taehyun yang membuat Beomgyu mengangguk.
Sehabis pamit Taehyun segera memegang tangan pacarnya agar segera naik ke motor pacarnya itu.
"Mudah kan izin sama papamu?"
"Entah, aku heran kenapa papa sepertinya percaya sekali sama kakak," jawab Taehyun yang segera memeluk pacarnya dengan erat sebelum di pinta oleh Beomgyu.
Beomgyu hanya membalas dengan kekehan lalu langsung menjalankan motornya.
Dengan kecepatan biasa, soalnya kalau langsung ngebut ketahuan sama orang tua Taehyun, setelah agak jauh, Taehyun langsung mengeratkan pelukannya ke pinggang pacarnya itu.
Soalnya Beomgyu langsung ngebut seperti mereka sedang ada di arena balapan aja.
Gak ada takut-takutnya sama sekali, ya Beomgyu juga selalu aman sih ketika bawa motornya walaupun di posisi sedang ngebut sekalipun.
Arena balapannya itu agak jauh dari tengah kota, bisa di katakan berada di pinggiran kota dan posisinya itu dekat dengan pantai.
"Kenapa gak di arena biasa?"
"Entah, katanya lebih menarik arena di pinggir kota," balas Beomgyu yang mendengar pertanyaan dari pacarnya barusan.
Mereka berada di lampu merah, wajar kalau bisa saling ngomong, kalau di jalanan tadi mah boro-boro ngomong, palingan mereka seperti keong kalau Beomgyu sudah melajukan motornya itu.
Gak bisa saling ngomong dan mendengar karena bakalan gak nyambung.
"Hadiahnya banyak?"
"Uang sih kata Keeho, kalaupun aku menang aku memberikan hadiahnya ke Keeho," balas Beomgyu yang membuat Taehyun tersenyum saat mendengar jawaban pacarnya.
Pacarnya itu memang sebaik itu dengan Keeho, wajar saja jika Keeho juga selalu baik dengan Beomgyu, pertemanan pacarnya juga kelihatan baik-baik saja.
Untung juga Taehyun memiliki teman-teman yang baik juga, anak-anak tim basketnya maupun anak-anak kelasnya pada baik sih.
Kalaupun ngeselin ya palingan hanya beberapa orang aja.
Taehyun kembali mengeratkan pelukannya sambil bersandar di punggung pacarnya itu.
Dia melirik kearah langit yang terlihat indah saat ini, apalagi di sana ada banyak bintang juga.
Apalagi ketika di arena nanti, kan posisinya dekat pantai, pasti pemandangannya bakalan lebih keren.
KAMU SEDANG MEMBACA
Truthfully -beomtae✔
FanfictionBeomgyu dan Taehyun memiliki sikap yang berbeda di sekolah dan di luar sekolah. #1 in beomtae || 170623 #1 in taehyun || 240623 #1 in txt || 060723 ➡️11.06.23 28.08.23⬅️ ©2023
