7. House.

5.9K 749 100
                                        

Sebelum baca, vote dulu, lalu komen, ok thanks.

***
Di sepanjang perjalanan mungkin kerjaan Taehyun hanya berdoa berharap dirinya baik-baik saja karena Beomgyu beneran gila kalau sudah membawa motor.

Tangannya saja masih memegang dengan kuat tas Beomgyu agar dirinya gak terjatuh.

"Kakak gila ya? Jalanan licin gini malah ngebut," ucap Taehyun ketika mereka berada di lampu merah.

Di saat itu juga akhirnya Taehyun bisa bernafas lega, Beomgyu melirik kearah Taehyun dari balik kaca spion motor tersebut.

Kelihatan sekali muka Taehyun tampak sewot di sana.

"Gaklah, lagipula salah sendiri memberikan tumpangan tadi."

"Lebih baik aku yang bawa motor."

"Tidak tertarik, jika kamu beneran melakukan hal itu, maka aku akan memilih stop disini dan naik bus," balas Beomgyu yang membuat Taehyun mendengus lalu dia merasakan motornya itu kembali di jalankan oleh Beomgyu.

Kepalanya mendongak ke atas melihat langit yang tadinya sedikit cerah kembali mendung pertanda hujan kembali akan turun.

Baru saja dia mendongak keatas dia bisa merasakan air hujan yang mengenai mukanya.

Berakhir mereka berdua langsung basah kuyup karena hujan turun dengan sangat deras, gak ada kesempatan untuk berteduh karena sudah kepalang basah kuyup juga.

Rumah Beomgyu juga letaknya gak jauh lagi, makanya Beomgyu memilih tetap menjalankan motor ini tanpa memilih berteduh.

Kelihatan juga Taehyun tidak protes sama sekali atas kelakuannya itu.

Taehyun dari balik kaca helmnya bisa melihat rumah-rumah elite yang berada di sekitarnya saat ini.

Tentu saja isinya pasti orang-orang kaya, termasuk kakak kelasnya ini.

"Eh aku mau langsung pulang saja," ucap Taehyun ketika motornya berhenti tepat di gerbang rumah ini.

"Yakin kamu mau lanjut jalan dengan keadaan hujan sederas ini? Gak takut jatuh? Jika memang mau ya aku gak memaksamu untuk masuk sih," tanya Beomgyu yang sudah turun dari motor Taehyun.

Dia membuka gerbang rumahnya sambil melirik kearah Taehyun yang kelihatan tampak bimbang mau langsung pulang atau berteduh dulu.

"Jika kakak gak keberatan aku mau numpang berteduh sebentar."

"Tidak masalah, sana langsung berlarian aja kesana biar aku bawa motormu masuk," suruh Beomgyu sambil menunjuk kearah teras rumahnya itu.

Taehyun menurut dan langsung berlarian menuju ke teras rumah Beomgyu, sedangkan Beomgyu membawa motor Taehyun masuk sambil menutup gerbang rumahnya juga.

Mata Taehyun melirik kearah sekitar rumah ini, halaman rumah ini cukup luas, mana rumahnya menggunakan gerbang bukan sekedar pagar lagi, tapi gerbang, dari hal itu saja sudah bisa menebak bukan kalau rumah Beomgyu itu sangat besar.

Dan herannya kenapa cowok itu bisa di bully? Padahal tinggal pamer saja kekayaannya dan semua anak-anak sekolahan pasti akan langsung mau berteman dengan Beomgyu, siklus pertemanan memang seperti itu.

Jika masalah visual dan uang pasti semua orang bakalan langsung mendekat.

"Motormu aku letakkan dulu ke garasi, sekarang ayo masuk," ajak Beomgyu yang segera berjalan menuju pintu rumahnya sambil membuka pintu itu menggunakan kode.

Sialan, bahkan pintu rumah ini saja pakai kunci digital begitu, mengerikan sekali.

Pintu rumah tersebut langsung terbuka Beomgyu segera berjalan masuk diikuti oleh Taehyun yang berjalan mengikuti Beomgyu.

Truthfully -beomtae✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang