Triple up!
Sebelum baca, vote dulu, lalu komen, ok thanks.
***
Beomgyu melihat kearah gurunya yang tampak diam melihat siapa yang baru saja datang ke ruangan bk saat ini begitu pula dengan Jisu dan keluarga tuh cowok.
"Maaf kami terlambat," ucap papa Beomgyu dengan sangat sopan sambil menunduk pelan ke orang-orang yang ada di ruangan ini.
Padahal Beomgyu malas jika ada orang tuanya yang datang kesini mengingat mereka itu terkenal, namun bagaimana lagi, inikan ulah dia sendiri.
Bajingan Jisu itu gak akan pernah habis dengannya kalau dia gak melakukan sesuatu ke cowok itu.
Beomgyu melirik kearah mamanya yang sedang menatapnya, anak bungsu mereka itu sekalinya memberi kabar malah kabar kalau Beomgyu yang berantem di sekolah.
"Ibu dan bapak bisa lihat sendiri apa yang di lakukan oleh putra anda ke teman sekelasnya sendiri," ucap guru yang ada di hadapan mereka membuat Beomgyu hanya menatap malas kearah Jisu.
Cowok itu pantas mendapatkan luka seperti itu, belum saja kakinya Beomgyu buat patah, dirinya lebih sering mendapatkan luka-luka yang sama namun dirinya biasa aja.
Dasaran Jisu saja yang playing victim mentang-mentang semua anak kelas pada membelanya, cowok itu kan ada backingan bukan seperti Beomgyu yang tidak ada sama sekali jika di sekolah.
Teman itu ada tapi Keeho, Heeseung, atau yang lainnya gak bakalan menang jika melawan penggemar cowok yang duduk di sebelahnya itu.
Kecuali kalau yang berantem itu Jisu sama Taehyun, kemungkinan Taehyun menang itu masih ada, karena cowok itu memiliki banyak penggemar karena dia anak ekskul basket dan sekarang sudah jadi kapten tim basketnya itu sendiri.
"Namun karena anak bapak dan ibu baru pertama kali membuat pelanggaran di sekolah, maka pihak sekolah masih memaklumi hal ini, namun nama Beomgyu bakalan tetap kami catat di buku hitam sekolah," lanjut gurunya yang membuat orang tuanya itu hanya setuju saja.
Ya masih mending sih daripada anaknya itu di skors atau yang lebih parah di pindahkan.
Rasanya nanggung saja jika hal itu beneran terjadi mengingat Beomgyu kan sudah kelas 12.
"Kok gitu bu, dia membuat mukaku babak belur dan dia hanya di kasih sanksi peringatan saja?" ucap Jisu yang tidak terima ketika melihat Beomgyu yang hanya menanda tangani surat peringatan yang ada di atas meja itu.
"Maaf Jisu, tapi mengingat Beomgyu pernah beberapa kali membanggakan sekolah dengan olimpiade yang sering dia ikuti jadi tidak ada alasan untuk memberikannya sanksi yang berat, lagipula kalau kamu butuh biaya ganti rugi atas luka di mukamu, sepertinya orang tua Beomgyu tidak keberatan untuk membayarnya."
Jisu ketika mendengar penjelasan dari gurunya hanya diam tertegun, dirinya selalu menjadikan Beomgyu sebagai mainan di kelas tanpa tau cowok itu sering ikut olimpiade mewakilkan sekolah.
Beomgyu ketika mendengar itu tersenyum kecil, cowok itu kan memang hanya fokus ke rombongannya dan juga basket sampai melupakan kalau Beomgyu itu juara pararel untuk angkatannya.
"Lagipula sadar jika kamu duluan yang mulai memukulku, aku memukulmu juga sebagai self defense," ucap Beomgyu sambil membenarkan kacamatanya.
Cowok itu gak akan Beomgyu biarkan bisa bermain-main bebas seperti sebelum-sebelumnya.
Bisa dikatakan anggap saja ini awal kehancuran bagi Jisu.
Lalu Jisu melirik kearah sebuah cek yang baru saja diberikan oleh papanya Beomgyu, cek berisikan tulisan uang yang cukup besar membuat Jisu terdiam, sialan dia dan orang tuanya berasa di permainkan oleh keluarga Beomgyu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Truthfully -beomtae✔
ФанфикшнBeomgyu dan Taehyun memiliki sikap yang berbeda di sekolah dan di luar sekolah. #1 in beomtae || 170623 #1 in taehyun || 240623 #1 in txt || 060723 ➡️11.06.23 28.08.23⬅️ ©2023
