Sebelum baca, vote dulu, lalu komen, ok thanks.
***
Sesuai dengan permintaan Taehyun saat itu ke Beomgyu, mereka beneran bakalan belajar bersama di perpustakaan yang ada di rumah Beomgyu.
Dasar orang kaya yang gabut, perpustakaan aja bisa sampai ada di rumah.
Sebenarnya Taehyun sih senang ya kalau punya rumah yang ada perpustakaannya begitu, baginya itu mah surga dunia.
Dia kadang kalau liburan sekolah dan gak ada urusan sama ekskul basketnya itu memilih untuk ke perpustakaan kota atau berdiam diri dengan waktu cukup lama di toko buku.
Tentunya dia bukan hanya baca novel ya, dia baca buku pelajaran juga, makanya dia bisa pintar, dia belajar kan memang pakai niat.
Dia masuk ekskul basket, itu baru gak pakai niat, sayangnya kenapa malah sampai bisa jadi kapten.
Salahkan pacarnya, itu ulah Beomgyu, padahal saat cowok itu meminta Jisu untuk lepas jabatan dari kapten, Taehyun yakin Beomgyu aslinya gak terlalu tau kalau dia jago main basket.
Kalaupun tau palingan dari Keeho atau teman-teman pacarnya itu.
"Untuk muka-muka seperti kakak, gak ada cocoknya ya suka baca buku."
Beomgyu memutarkan kedua bola matanya ketika mendengar ejekan dari Taehyun barusan.
"Memang, Keeho dan yang lainnya juga mengatakan hal yang sama, bahkan mereka juga bilang kalau aku tidak pantas sama sekali menjadi seorang cupu di sekolah," balas Beomgyu yang mengakui perkataan pacarnya itu dia sama sekali gak merasa tersinggung atas ejekan pacarnya, lalu dia bisa merasakan tangan Taehyun yang masih memeluknya dengan erat.
Mereka saat ini ada di motor dan memang menuju ke rumah Beomgyu.
Taehyun sih setuju dengan ucapan Keeho dan teman-teman pacarnya, pacarnya itu terlalu wah untuk menjadi cupu, mukanya saja sangat tampan.
Tapi ada keuntungannya juga Beomgyu bersikap cupu seperti saat ini sih, kalau Beomgyu gak bertingkah cupu di sekolah, Taehyun yakin cowok ini pasti dari dulu sudah jadi rebutan anak-anak sekolah mau cewek ataupun cowok.
Mengalahkan Jisu ataupun dirinya yang kata Keeho memiliki banyak penggemar itu.
"Eh aku turun aja," ucap Taehyun ketika mereka sampai di depan gerbang rumah pacarnya itu.
Beomgyu yang baru saja menghentikan motornya itu melirik kearah pacarnya.
"Untuk apa?"
"Biar aku saja yang buka gerbangnya," balas Taehyun yang segera turun dari motor pacarnya itu.
Memanggil pelayan juga bakalan lama mengingat Beomgyu gak butuh-butuh banget penjaga di depan rumahnya, makanya tugas buka gerbang kadang dia lakukan sendiri atau enggak di bantu oleh pelayan di rumahnya itu.
"Maaf ya."
"Ngapain minta maaf coba?" balas Taehyun yang menolak ketika di tawarkan untuk naik lagi ke motor pacarnya.
Dia bisa jalan kaki sampai ke halaman rumah pacarnya itu.
Beomgyu ketika melihat Taehyun yang menolak tawarannya langsung menjalankan motornya sampai ke garasi rumah.
Lalu garasi itu terbuka karena ada pelayan rumah yang sepertinya sadar jika tuan rumahnya pulang.
Mata Beomgyu melirik sekilas kearah mobil sport yang terparkir tidak jauh dari halaman runahnya itu.
Namun dia gak banyak tanya dan langsung memasukkan motornya ke sana.
Berbeda dengan Taehyun yang tersenyum kikuk ke pelayan rumah yang baru saja membukakan pintu untuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Truthfully -beomtae✔
FanficBeomgyu dan Taehyun memiliki sikap yang berbeda di sekolah dan di luar sekolah. #1 in beomtae || 170623 #1 in taehyun || 240623 #1 in txt || 060723 ➡️11.06.23 28.08.23⬅️ ©2023
