14. Meet.

5.4K 735 177
                                        

Double up!

Sebelum baca, vote dulu, lalu komen, ok thanks.

Btw, thanks ya book ini ada di rank 1 tagar beomtae💜

***
Beomgyu menyimak pertandingan yang ada di depannya itu, untuk kali ini tim basket sekolahnya lagi ketinggalan poin.

Saat dia melirik sekilas kearah Jisu, cowok itu kelihatan sangat senang akan hal ini, pasti dia berharap kalau pertandingan ini kalah dan semuanya bakalan menghujat Taehyun.

Pemikiran yang kekanakan, tanpa di tanya juga Beomgyu sudah bisa menebak duluan.

"Mereka belum terbiasa dengan formasi ini, makanya permainannya masih agak buruk, tapi Taehyun bermain dengan baik sih dari tadi," ucap Heeseung yang melihat Taehyun yang sedang membungkuk saat ini.

Seperti memijat kakinya sendiri, sebelum dia lanjut berlari untuk mengambil bola basket yang ada di tim lawan.

"Mereka semuanya bermain dengan bagus saat ini, tapi sayangnya tim lawan memang kuat," balas Beomgyu yang menatap kearah Taehyun yang berhasil merebut bola dari lawan lalu mengopernya ke anggotanya yang lain.

Berbeda dengan Taehyun yang menghela nafasnya saat ini ketika mendengar wasit meniupkan peluitnya.

"Gapapa, ini masih babak pertama, masih babak selanjutnya, di sana kita balas mereka," ucap Taehyun sambil menepuk-nepuk bahu teman-temannya.

Mereka juga kelihatannya tidak patah semangat, terbukti masih bisa tersenyum kepadanya.

Taehyun langsung meraih botol minuman yang ada tersedia di sana tanpa mengambil dari tangan manajer timnya itu.

Matanya melihat kearah bangku penonton, namun kenapa sih dia seperti mudah sekali menemukan Beomgyu, cowok itu kebetulan sekali seperti sedang bertatapan dengannya.

Sebelum Taehyun mengalihkan tatapannya, dia menutup kembali botol minumannya sambil menampar kedua pipinya sendiri.

Para anggotanya menoleh kearah Taehyun saat ini, semuanya kebingungan dengan apa yang di lakukan oleh kapten tim basket mereka itu.

"Eh kamu gapapa?" tanya Sangmim saat melihat pipi Taehyun yang sangat memerah akibat tamparan yang dilakukan oleh Taehyun itu sendiri.

"Gapapa, biar aku bisa fokus, kalian lihat di bangku penonton di arah kanan, di sana ada kak Jisu dan rombongan senior lainnya, mereka pasti bakalan menertawakan kita jika kita kalah hari ini," balas Taehyun membuat semua pemainnya itu menoleh kearah bangku penonton.

Mereka bisa melihat tatapan sombong Jisu di sana, kakak kelasnya itu sampai kapan coba mau mempermainkan mereka?

"Sebenarnya aku juga gak mempermasalahkan jika kita kalah hari ini, karena formasi kita masih sangat baru dan butuh penyesuaian dulu, tapi sehabis ini kita bakalan tetap evaluasi untuk mencari tau apa yang kurang dari tim kita saat ini, jadi jangan berkecil hati kalau kita kalah," lanjut Taehyun sambil melihat kearah para anggotanya yang setuju akan hal yang dia katakan barusan.

Taehyun benar-benar sangat berbeda dari Jisu, cowok ini memang seorang kapten yang baik, bukan seperti Jisu yang berkata apapun yang terjadi pokoknya mereka harus menang, padahal selama di pertandingan Jisu bagaikan beban, untung saja saat itu yang menjadi point guard adalah Taehyun, jadi bisa tertutup dengan kehebatan Taehyun saat itu.

"Aku gak akan memaksa seperti kak Jisu yang harus membuat kita menang, tapi kalau kita menang hari ini, anggap saja itu keberuntungan dan jangan langsung sombong, kita bisa membuktikan tim kali ini lebih baik tanpa senior sebelumnya, mengerti?"

Semuanya langsung mengerti dan waktu istirahatpun selesai, mereka kembali bertanding di sana, mata Taehyun melihat kearah point guard dari tim lawan yang dari tadi seperti memblokirnya untuk mencari peluang mengumpan bola ke timnya sendiri.

Truthfully -beomtae✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang