59. Exam.

3.3K 461 74
                                        

Sebelum baca, vote dulu, lalu komen, ok thanks.

***
Setelah keluarnya Jisu dan para rombongannya, sebenarnya gak ada kejadian yang berarti selama di sekolah.

Ya anggap saja orang gila hilang satu di sekolah, para penggemar Jisu juga entah kenapa pada hilang semua, mungkin malu sudah pernah mendukung Jisu.

Jangankan mereka, Taehyun saja merasa malu karena pernah suka sama Jisu, untung saja dia sudah lebih dulu mengetahui sifat buruk Jisu dan berakhir dengan dirinya yang jadian sama Beomgyu.

Rasa malunya sudah hilang, lagipula untuk apa memikirkan Jisu? Taehyun malah senang gak perlu melihat muka tuh cowok lagi.

Kehidupan basket juga aman-aman saja tanpa gangguan tuh cowok, walaupun manajer timnya tetap menyebalkan sih.

Daripada memikirkan hal itu, enakan juga Taehyun memeriksa perlengkapan alat tulisnya mengingat hari ini sedang uas.

Sebentar lagi pacarnya bakalan jauh lebih sibuk dari semester ini, tapi gapapa setidaknya dia masih tetap berhubungan sama pacarnya itu.

"Taehyun, ada pena lagi gak?" tanya salah satu anak kelasnya sambil melirik kearah ketua kelas tersebut.

Taehyun langsung meminjamkan penanya mengingat pena yang dia bawa cukup banyak dan itu semua persiapan dia.

"Thanks ya."

Taehyun hanya mengangguk sambil membuka bukunya sekilas soalnya waktu ujiannya akan segera di mulai.

Terbukti tangan Taehyun langsung kembali menutup buku tersebut ketika ada guru yang datang sambil membawa soal dan kertas untuk jawaban mereka.

Tangan Taehyun meraih kertas dari gurunya dan mengulurkannya ke belakang, soal hari pertama langsung matematika ya, Taehyun cuma tersenyum gak masalah sama sekali untuknya.

Dia segera mengerjakan soal tersebut padahal anak-anak kelasnya yang lain pada kebingungan dengan soal di hadapan mereka itu.

Beda sekali dengan Taehyun yang sudah mencoret kertas yang di gunakan untuk menghitung itu, intinya sih anak-anak kelas bakalan tau pasti Taehyun yang akan keluar pertama dari kelas.

Berbeda dengan Beomgyu yang meletakkan dagunya di balik telapak tangannya saat melihat soal matematika di kertas yang ada di bawahnya itu.

Matanya melirik kearah anak-anak kelasnya yang tampak kebingungan semua, ya pada dasarnya mereka itu memang gak pintar sih.

Terbukti saat diberi soal oleh guru, mereka malah gak bisa dan berujung berdiri semua di kelas kecuali Beomgyu.

"Ada apa Beomgyu? Butuh kertas coretan lagi?"

"Ah enggak bu," balas Beomgyu dengan cepat menolak tawaran gurunya itu.

Soalnya Beomgyu lebih suka langsung menjawab soalnya tanpa perlu coret-coret di kertas lain dulu.

Beomgyu mulai mengerjakan soal tersebut sambil memainkan penanya.

"Mau nyontek ya?" tanya Beomgyu dengan pelan sambil melirik kearah anak cewek yang duduk di sebelahnya.

Soalnya kelihatan sekali gelagat tuh cewek yang mau menyontek jawabannya, tapi sayangnya Beomgyu tidak sebaik itu untuk memberikan jawabannya.

Buktinya Beomgyu tersenyum mengejek ke cewek yang barusan dia tanyain itu.

Cewek tersebut mukanya memerah karena berhasil diejek oleh Beomgyu.

Sedangkan Beomgyu tidak peduli dan kembali menjawab semua soal tersebut, dia mau keluar lalu bersantai di sudut sekolah sebelum kembali mengerjakan soal ulangan lagi.

Truthfully -beomtae✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang