Sebelum baca, vote dulu, lalu komen, ok thanks.
***
Beomgyu berada di kelas tanpa ada gangguan dari Jisu yang saat ini sedang di support oleh anak-anak kelasnya karena baru saja keluar dari basket.
Kalau statement yang sempat Beomgyu baca sih lewat di akun sosial medianya, cowok itu keluar dari basket bersamaan dengan teman-temannya yang lain karena mau fokus belajar, karena mereka sudah kelas 12 jadi harus giat belajar, alasan klasik, padahal mereka juga belum terlalu fokus ujian, waktu tambahan untuk belajar saja belum di adakan.
Tentunya mereka gak mungkin blak-blakan berbicara jika mereka keluar karena di suruh keluar oleh dirinya, harga diri Jisu dan yang lainnya bakalan hancur karena di ancam oleh cowok cupu sepertinya.
Beomgyu memutarkan kedua bola matanya ketika melihat tatapan mengintimidasi dari Jisu ketika matanya berpapasan dengan mata Beomgyu.
Sumpah, Beomgyu gak merasa terintimidasi sama sekali oleh cowok bajingan kekanakan itu.
Yang ada Beomgyu semakin ingin mempermainkan Jisu hingga cowok itu merasa malu sendiri.
Waktu istirahat akhirnya tiba, namun Beomgyu tidak tertarik untuk ke kantin, dia memilih keluar dari kelas sambil bersandar di dinding pembatas yang ada di belakangnya.
Matanya juga bisa melihat ada Jisu yang keluar dari kelas masih tetap di semangati oleh anak-anak kelasnya.
Menjijikan sekali, cowok itu hanya keluar dari ekskul lho.
Tapi apa yang bisa Beomgyu lakukan selama disini? Gak ada, karena pada dasarnya dirinya kan berada karakter gak berguna selama di sekolah.
"Bukannya kamu bakalan malu jika mereka tau kamu keluar dari basket karena di ancam olehku?" ucap Beomgyu ketika melihat Jisu yang tidak jauh darinya itu.
Tidak ada anak-anak kelas di sekitaran Jisu, namun ada anak-anak kelas lain juga yang berjalan di antara mereka berdua.
Waktu istirahat, wajar jika ada banyak orang yang berlalu lalang di lorong sekolah ini.
"Diam bangsat, gak usah sok keren selama disini, pada dasarnya kamu disini bakalan tetap menjadi mainanku," balas Jisu yang membuat Beomgyu tertawa lucu sekali coba.
Kaki Beomgyu lalu berjalan pergi dari sana namun tangannya langsung menoyor kepala Jisu ke belakang membuat Jisu langsung memegang kepalanya sendiri.
Kaget dengan ulah Beomgyu, sayangnya kenapa tidak ada yang melihat tingkah Beomgyu tadi coba? Kalau ada pasti bakalan ada banyak yang membelanya.
Mental circle dan di dukung oleh banyak orang membuat Jisu menjadi orang yang sangat percaya diri ya, jika sendirian Jisu itu bagaikan tahu sekali di tekan langsung buyar kemana-mana.
"Aku disini memang bagaikan mainanmu, aku mengakui hal itu, namun jika di luar sekolah, kamulah yang menjadi mainanku," ucap Beomgyu sambil tersenyum menyeringai kearah Jisu yang menahan emosi saat ini.
Beomgyu memiliki banyak cara sekali untuk membuatnya emosi, cowok sialan itu.
Tujuannya saat ini adalah sudut sekolah, karena dia tau Keeho dan temannya yang lain sudah pada berkumpul di sana.
Sekarang ada Taehyun yang menentukan formasi buat pertandingan hari sabtu nanti, dari pulang sekolah nanti mereka bakalan latihan sampai malam, maklum mereka harus bersiap karena lawan mereka tim basket yang cukup kuat.
Rombongan seniornya saat itu saja tidak bisa mengalahkan tim tersebut, makanya kali ini Taehyun berharap dirinya bisa membawa kemenangan, ini keinginannya secara perdana setelah menjadi kapten.
KAMU SEDANG MEMBACA
Truthfully -beomtae✔
Fiksi PenggemarBeomgyu dan Taehyun memiliki sikap yang berbeda di sekolah dan di luar sekolah. #1 in beomtae || 170623 #1 in taehyun || 240623 #1 in txt || 060723 ➡️11.06.23 28.08.23⬅️ ©2023
