11. Cinta × Masa lalu✓

90 6 0
                                    

Silahkan vote

Silahkan koment.

Happy reading.

Bantu follow ya gays:)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bantu follow ya gays:)

Hari perayaan maulid nabi Muhammad Saw telah tiba. Seluruh santri di pesantren menyambutnya dengan sangat meriah. Namun tidak berhenti disitu saja, malamnya akan digelar acara dakwah yang langsung disampaikan oleh ustadz afzhal anak dari pemilik pesantren Sulaimaniyah. Seorang ustadz muda yang baru kembali setelah lima tahun menuntut ilmu di universitas Muhammadiyah Busan yang ada di Korea Selatan.

Kepulangannya tidak banyak diketahui orang hanya santri di pesantren dan beberapa orang sekitarnya saja yang tau. Namun kepulangannya itu menjadi hal yang membahagiakan untuknya saat dia bisa menjadikan wanita yang sudah iya cintai dalam diam sebagai istrinya.

******

Saat ini ayrin sedang bersiap untuk melihat suaminya menyampaikan dakwah, hatinya begitu bahagia saat ini apalagi saat iya sudah mengungkapkan semua perasaannya pada ustadz afzhal.

Ayrina Arasyatul Annisa:

Uhibbuka mitsla maa anta uhibbuka kaifa maa kunta

Waa mahmaa kaana mahmaa shooro, anta habiibi anta

Zauji, anta habiibi anta. Sambil berias ayrin bernyanyi dengan merdu, lidahnya lihai dalam menentukan irama nada lagu itu. Namun setengah dari lagunya disambung oleh ustadz afzhal yang berhasil membuatnya tersentak kaget. Iya kagum sekaligus malu saat suaminya menyambung lagunya.

Afzhal Habil Al-Zaidan :

Uhibbuki mitsla maa anti Uhibbuki kaifa maa Kunti
(Aku mencintaimu apapun dirimu, Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu).

Wa mahmaa kaana mahmaa shooro, Antii habiibatii anti
(Apapun yang terjadi dan kapanpun, Engkaulah cintaku).

Zaujatii, Antii habiibatii anti
(Duhai istriku, Engkaulah kekasihku)

Keduanya saling menatap dari kejauhan. Mata keduanya saling tertuju satu sama lain. Perasaan yang berdebar saling mereka rasakan. Cinta dan kasih sayang kita telah menjadi satu dalam dua insan manusia itu. Afzhal menghampiri ayrin, iya mengulurkan tangannya pada gadis itu dan langsung di sambut oleh ayrin. Keduanya saling menggenggam sambil menatap dua pasang mata itu.

Kita dan Sang PenciptaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang