Cup
"Maafkan aku!".
"eunghh...",
Jeno melenguh saat merasa tidurnya terusik. Perlahan matanya terbuka.
"happy birth day...",
"tidur lah ini masih sangat pagi!",
Jeno melirik keluar jendela, terlihat masih gelap dan berkabut. Dia kembali memejamkan mata saat Mark menurunkannya dari gendongan.
Jeno dapat merasakan Mark yang memperbaiki selimut kemudian juga ikut berbaring di sebelahnya.
Mark menarik Jeno ke dalam dekapan untuk berbagi kehangatan. Memandangi wajah terlelap si cantik, menilik setiap inci yang membuatnya selalu tertarik. Jeno sangat cantik saat tidur dan semakin cantik jika dilihat dari jarak sedekat ini.
Mark tersentak dan mengernyit bingung melihat kelopak indah itu tiba-tiba basah. Perlahan setetes bulir bening mengalir dari sudut mata, turun melewati pangkal hidung dan terhenti di kelopak mata sebelahnya.
Dengan lembut Mark menghapus dengan jempolnya. Setelahnya mengecup lama pucuk hidung Jeno dan semakin mengeratkan dekapan hingga tidak ada celah di antara mereka.
"Maaf...!".
...
"Na, ayo lah...!", Jeno terus merengek di sepanjang koridor hingga sekarang telah sampai di parkiran.
"aku kerja Jen...", sebenarnya Jaemin tidak tega melihat Jeno yang dari tadi terus memohon padanya.
"sekali ini saja, please...!", Jeno heran kenapa belakangan ini Jaemin menjadi sangat sulit untuk diajak menginap di apartementnya.
Jaemin diam, tampak mempertimbangkan.
"sebentar lagi skripsi, hanya ada sedikit waktu yang bisa kita gunakan untuk bersama...",
"kenapa tidak kau gunakan untuk bersama Mark?", Jaemin juga heran kenapa akhir-akhir ini Jeno sedikit jarang bersama Mark.
"dia bilang ada acara dengan temannya...",
"dan kau tidak diajak...?",
Jeno mengangguk.
"jadi kau menjadikan ku pelampiasan dari kesepian mu?",
"apa aku pernah seperti itu pada mu?",
Jeno murung dan terlihat kecewa dengan ucapan Jaemin.
"hey...!. Aku hanya bercanda", Jaemin tersenyum dan menarik Jeno yang hendak meninggalkannya.
"let's go the party!!", teriakkan Jaemin langsung membuat Jeno sumringah.
"that's my friend!".
.
.
.
Langit malam terlihat indah. Bulan tampak bersinar angkuh karena dikelilingi oleh ribuan bintang membuat iri siapa pun yang memandanginya.
"aku ingin seperti bulan, bersinar terang dan ditemani bintang-bintang. Tidak pernah kesepian...".
"jangan Na...".
Jaemin memutuskan pandangan ke langit dan melirik pada Jeno di sebelahnya.
"ada kalanya sinar bulan itu redup dan bintang-bintang pun enggan menemaninya saat mendung. Tidak semua yang terlihat adalah benar...",
Jaemin tertegun, seakan Jeno sedang menceritakan tentangnya. Jaemin dapat melihat sendu dibalik senyum Jeno saat ini.
"ada apa dengan mu?".
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet but Psycho
Sonstiges"Lelah membangun dinding ku, hanya untuk menyaksikan mereka runtuh lagi".... "Cintai Aku atau Biarkan Aku Pergi".... Highest rank on wattpad: #3-markno(01-08-2023) #Markno Boys Love Mark x Jeno Warning!!! Mature Content 21+++++
