Silih berganti orang yang datang menjenguk Jeno selama masa pemulihannya. Jeno kebingungan semuanya mengaku sebagai teman dan kerabat.
Siang ini si cantik tengah sendiri, baru saja ditinggal oleh kekasihnya untuk membeli makanan. Mata terasa berat hingga membuatnya beberapa kali menguap.
Ceklek!
Baru saja akan terpejam bunyi pintu terbuka membuatnya kembali terjaga.
"Ah, maaf sepertinya aku mengganggu tidur mu...",
Seorang lelaki manis muncul di ambang pintu bersama bayi mungil di gendongannya.
Jeno tersenyum,"tidak, aku hanya memejamkan mata saja".
Entah sudah berapa kali dia melihat wajah-wajah baru di beberapa hari belakangan ini. Itu sedikit membuatnya pusing karena otaknya bekerja otomatis mengingat sekilas memori yang melintas sendirinya.
"Aku Jaemin..., tapi kau sering memanggil ku Nana",
Lelaki manis itu ternyata bernama Jaemin. Jeno memandang lekat berusaha mengingatnya.
"Aku tidak bisa dibilang teman atau sahabat mu karena kita sudah seperti saudara...",
Jeno mengangguk meski otaknya tak mengingat secuil pun.
"Jangan dipaksa, tak apa jika kau tak mengingatnya. Lihat sekarang aku sudah punya bayi, dulu kau sangat ingin melihatnya!",
Jaemin menyerahkan bayinya pada Jeno untuk digendong.
Dengan sangat hati-hati Jeno menerimanya. Mencium pipi gembulnya lalu menimang kecil saat bayi mungil itu terusik olehnya.
"Menggemaskan sekali, siapa namanya?",
Jeno sangat menyukai bayi Jaemin, sangat tampan.
"Jisung...",
"Nama yang gagah cocok untuknya",
Keduanya asik bercengkrama, naluri Jeno dengan cepat menerima jaemin hingga membuatnya berpikir bahwa mereka memang benar-benar dekat.
Jaemin juga tidak membahas masa lalu untuk memaksa Jeno mengingatnya. Dia tahu itu akan menyakiti sang sahabat. Biarkan semua mengalir semestinya sesuai takdir yang ditentukan.
Akan ada masanya semua memori itu kembali dan Jeno mengingat semuanya.
"Jeno, sepertinya aku harus pulang. Sudah waktunya Jisung bobok",
Bayi Jaemin mulai rewel mungkin karena sudah mengantuk.
"Ya sudah, kalian pulang dengan apa?",
Jeno memastikan Jaemin pulang bersama siapa.
" Aku sudah meminta ayahnya untuk menjemput...",
"Baguslah, hati-hati!",
.
.
.
"Sayang...",
Cup
Selang beberapa menit Jaemin pergi kekasih Jeno pun datang kembali. Membawa makanan yang tadi diinginkannya.
Menyapa lembut, tidak lupa dengan kecupan manisnya.
"Apa aku terlalu lama meninggalkan mu?",
Jeno mengangguk, "aku lapar".
"Maaf sayang, aku membuat mu kelaparan",
Dengan cekatan membuka bubur dan menyuapkannya pada sang kekasih. Tidak lupa meniup terlebih dahulu karena buburnya masih panas.
"Hyunjin, kapan aku pulang?",
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet but Psycho
De Todo"Lelah membangun dinding ku, hanya untuk menyaksikan mereka runtuh lagi".... "Cintai Aku atau Biarkan Aku Pergi".... Highest rank on wattpad: #3-markno(01-08-2023) #Markno Boys Love Mark x Jeno Warning!!! Mature Content 21+++++
