22

631 27 2
                                        

Para mahasiswa berhamburan keluar kelas begitu mendengar bel pulang.Berlalu lalang di sepanjang lorong sambil menyandang tas di punggung masing-masing.Terlihat santai dengan bercengkrama bersama teman seiringan.

Namun kontras dengan seseorang yang sedang tergesa-gesa dan sedikit berlarian.Membuat yang melihat menatap bingung dan heran.Bahkan tanpa sengaja bahu mungilnya itu menyenggol siapa saja yang menghalangi jalannya.

Brughh!!

Yah,akhirnya terjadi juga.

“astaga!,Jeno…”,seseorang yang ditambraknya itu menoleh ke belakang begitu merasakan benturan yang cukup keras di punggungnya.Dan lebih terkejut lagi ketika melihat Lee Jeno yang terduduk di lantai sambil meringis sakit.

Aneh,dia yang menabrak tapi malah dia juga yang jatuh.

“Lu-Lucas…”,Jeno menjadi gugup ketika mengetahui dia telah menabrak seorang Lucas.

Lucas mengulurkan tangan untuk membantu Jeno berdiri.Dengan ragu Jeno menerima uluran tangan itu.

“maaf telah menabrak mu…”,Jeno masih memegangi pinggulnya yang masih terasa sakit karena baru saja mencium lantai keras.

“lain kali hati-hati”,

Tatapan Lucas yang terlihat biasa saja namun mampu membuat Jeno menjadi salah tingkah.Entah apa yang ada di dalam pikirannya,tapi sepertinya Jeno masih mengenang dengan baik kebersamaannya bersama Lucas di apartement tempo hari lalu.

Jeno lebih dulu memutuskan tatapan,lalu sedikit terkekeh canggung. Lucas hanya tersenyum melihat tingkah lucu dan sedikit aneh Jeno.

“masih sakit…?”, Lucas masih melihat Jeno memegangi pinggangnya.

“hum”,Jeno mengangguk karena memang pinggangnya terasa juga sangat sakit.

“mari ku gendong”,

“ha?”,

Jeno melongo dan sedikit tidak percaya apa yang baru saja di dengarnya.Melihat Lucas yang telah berjongkok di depannya membuat Jeno semakin gugup.

“naiklah..!”,

Jantung Jeno semakin berdegup kencang begitu dadanya bersentuhan dengan punggung tegap Lucas.Jeno jadi malu jika saja Mark merasakannya.Sedikit canggung,perlahan Jeno mengalungkan sebelah tangannya di leher Lucas dan sebelah lagi berpegangan di lengan kekar pria tampan itu.

Lucas melirik ke belakang dan itu seacara tak sengaja membuat mulutnya langsung menyentuh ceruk leher Jeno yang sedikit mendongak. Lucas meneguk kasar salivanya kemudian mengeratkan pegangan tangan di paha Jeno.

“huk agh!”,

Lucas telah berdiri namun masih belum juga berjalan sehingga membuat Jeno bingung.

“sorry…,sebenarnya kau ingin kemana?”, Lucas bertanya sambil sedikit menahan tawa.Lucu saja rasanya.

Jeno tersenyum,ternyata Lucas tidak tahu harus membawanya kemana.Namun itu hanya sekejap karena setelahnya Jeno jadi ingat kemana tujuan awalnya.Berada di dekat Lucas membuat otaknya beku dan terpaku.

“ke perpus…,aku akan ke perpus,kalau bisa tolong sedikit lebih cepat”,

Lucas mengangguk lalu mempercepat langkahnya.

Sementara Jeno mengulum senyum saat menatap wajah Lucas dari jarak sedekat ini.

“wow! ada apa ini?”,

Suara yang sangat familiar mengintrupsi mereka. Lucas biasa saja dan langsung menghentikan langkahnya namun Jeno menegang.Kalau bisa ingin rasanya dia langsung lompat saja dari gendongan Lucas.

Sweet but PsychoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang