Seorang pria tampan berkulit pucat terlihat sedang malas - malasan di atas sofa.Televisi yang menyala sama sekali tidak menghiburnya.Berkali - kali dia mengganti chanel agar mengurangi kebosanannya ini.
Sementara di atas lantai beralaskan karpet, duduk seorang pria cantik yang sedang sibuk berkutat dengan lembaran - lembaran kertas di hadapannya.Dia sama sekali tidak menghiraukan Harvy yang dari tadi memanggil dan mengganggunya.
"na...!,masih lama ?",Harvy kembali mengulangi pertanyaan yang sudah sangat sering dia lontarkan sejak tadi.
Si cantik tidak menggubris pertanyaan itu,dia tetap fokus dengan pekerjaannya.
Harvy sangat kesal dan tidak terima,kesabarannya sudah habis.Dari tadi dia sangat bosan karena hanya diabaikan.Harvy tidak ingin menunggu lebih lama lagi.Tiba - tiba pria tampan itu tersenyum menyeringai ke arah Jaemin.
Harvy turun dari sofa dan duduk di atas karpet,sebelah Jaemin.Dia menatap lekat pada wajah yang juga menatap lekat pada kertas di tangannya.Kadang paras cantik itu terlihat mengernyit bingung lalu kembali tersenyum kecil.Sepertinya lembaran - lembaran itu jauh lebih menarik dari pada pria tampan yang sekarang tepat di sisinya.Sangat dekat sehingga Jaemin dapat merasakan deru nafas Harvy yang menerpa lehernya.
Harvy sengaja mendekatkan wajahnya ke leher Jaemin bahkan dia sedikit menjulurkan lidahnya.Merasa tidak mendapatkan respon apa - apa,Harvy semakin kesal.Namun dia tidak habis akal,tangan nakalnya pun mulai bereaksi.
"ahh...,Harvy!.Apa yang kau lakukan?",Jaemin kaget saat tangan Harvy merambat ke dalam kaosnya.Dari tadi dia sudah berusaha menahan godaan Harvy di lehernya.Namun rasa geli di perutnya membuat Jaemin terjengit.
Harvy hanya tersenyum tanpa dosa dan tidak menghentikan tangannya.Jari - jarinya semakin bergerak nakal,secara perlahan menyentuh titik sensitif Jaemin.Meraba - raba tonjolan di dada Jaemin lalu menariknya gemas.
"akhh...shh",Jaemin meringis karena merasa perih di putingnya.
Harvy sangat suka tubuh Jaemin yang merespon sentuhannya.Pria tampan itu terus memandangi wajah Jaemin yang terlihat sangat tidak nyaman.
"Harvy please....,aku lagi ngerjain tugas",Jaemin menurunkan egonya dan memohon pada Harvy.Kalau begini,bagaimana caranya dia bisa menyelesaikan tugasnya.
"kerjakan saja,aku tidak melarang mu...",Harvy sangat ringan mengatakannya yang membuat Jaemin ingin melayangkan pukulan di wajah tampan itu.
"tapi kau mengganggu ku,Harvy!",Jaemin menekankan setiap kosakatanya.
"salah siapa yang dari tadi mengabaikan ku",Harvy tetap acuh dengan rengekkan Jaemin.Tangannya malah semakin intens menggerayangi tubuh bagian depan Jaemin.
"Harvy...,tolonglah.Tugas ini mau dikumpulkan besok...",Jaemin menahan tangan Harvy yang bergerak turun akan menyentuh bagian bawahnya.
"akhh...",Jaemin terjengit saat Harvy meremas kuat miliknya.Jaemin menatap memohon pada Harvy.
"Please Harvy...,Aku janji akan kasih lebih setelah ini selesai",Jaemin sudah tidak tahan dengan perlakuan Harvy.
Harvy tampak berpikir mempertimbangkan penawaran yang dikatakan oleh Jaemin.
"hmm...,cukup menarik.Kapan ini akan selesai?",Harvy menarik tangannya dari tubuh Jaemin.
"sekarang pukul berapa?",Jaemin bertanya jam kepada Harvy.
Harvy mengambil ponselnya,"pukul 23.21",sambil memperlihatkan layarnya pada Jaemin.
"hmm...,mungkin sekitar 3 jam lagi",Jaemin menafsirkan kapan tugasnya ini akan selesai dan itu membuat Harvy melongo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet but Psycho
De Todo"Lelah membangun dinding ku, hanya untuk menyaksikan mereka runtuh lagi".... "Cintai Aku atau Biarkan Aku Pergi".... Highest rank on wattpad: #3-markno(01-08-2023) #Markno Boys Love Mark x Jeno Warning!!! Mature Content 21+++++
