Seiring berjalannya waktu hingga dua bulan lamanya mereka menjadi lebih akrab dan lebih dekat Fania juga merasakan adanya buih buih cinta dalam dirinya untuk Sandi. Sandipun merasakan hal yang sama merasakan kenyamanan tersendiri saat bersama Fania tapi karna niatnya yang hanya ingin membuat Fania melupakan masa lalunya terus menjadi tujuan utamanya.
Sampai akhirnya Sandipun menyatakan perasaannya pada Fania untuk melengkapi niatnya yang menurutnya baik. Faniapun menerimanya karna memang sudah menyukai Sandi tidak heran jika Fania sampai menyukainya, Pesona Sandi sudah tidak bisa diragukan lagi Sandi begitu tampan dengan postur tubuh yang lumayan tinggi matanya yang kuning bersemu coklat memiliki keindahan tersendiri dengan bibir tipis merah alami yang mendominasi pesonanya.
"Kau benar benar menerimaku menjadi kekasihmu, Kau serius?" Tanya Sandi menatap Fania
Faniapun menganggukan kepalanya tanda mengiyakan. Senyum bahagia Sandi terlihat jelas dimatanya dia akhirnya memeluk Fania, Sandi merasakan pelukan yang tidak pernah dia rasakan dari gadis gadis yang pernah singgah dihatinya pelukan Fania benar benar berbeda, Pelukan hangat dan ternyaman bagi Sandi seperkian detik kemudian Sandi melepas pelukan.
"Terima kasih sudah mau menerimaku aku akan menjadikanmu ratu dihatiku, Aku akan mencoba untuk bisa membahagiakanmu"
"Buktikanlah!"
"Aku pasti akan membuktikannya sayang"
"Idih baru jadian udah sayang sayang"
"Hey kau kekasihku sekarang jadi buat apa aku memanggilmu Fania panggilan sayang sudah terbiasa bukan untuk seorang kekasih"
"Iya tapi aku tidak bisa memanggilmu dengan sayang aku ingin memanggilmu dengan sebutan Yara dan itu hanya aku yang boleh memanggilnya"
"Kenapa harus Yara itu kan nama panjangku"
"Panggilan itu akan bermakna nantinya dalam dirimu sudahlah aku hanya suka dengan nama Yara, Aku memanggilmu Yara saja yah"
"Baiklah terserah kau saja aku menurut padamu sayang asal kau bahagia"
"Aku akan bahagia bersamamu mari kita mulai bersama melangkah untuk perjalanan cinta kita, Semoga berjalan dengan sebagaimana takdirnya"
"Takdirnya semoga kau menjadi istriku kelak."
Dengan reflek Sandi mengucapkan tapi dia juga teringat tujuan awalnya membuatnya merasa heran dengan ucapannya. Bagaimana bisa dia mengatakan akan menjadikan Fania istrinya kelak dengan tujuannya Sandi juga pasti akan mengakhiri hubungannya dengan Fania. Sandipun akhirnya lebih memilih membiarkan ucapannya tadi dia berfikir mungkin tidak sengaja mengucapkan kata kata itu.
*Di Toko Mawar Busana
"Ekhemmm yang jadian yang jadian, Traktirannya mana nih?" Seru Lusi menyindir Fania.
Fania yang tau maksud Lusi segera mengirim chat memesan empat porsi menu ayam geprek beserta minumannya pada langganan makanan yang biasa dipesannya secara online karna pada dasarnya Fania memang terkenal suka memberi sesuatu kepada ketiga temannya entah itu makanan baju dan lain lain.
15 menit kemudian datanglah kurir pengantar makanan, Fania segera menyuruh Lusi untuk menerima pesanan yang telah dipesannya sampai akhirnya Lusi dengan teriakan histerisnya menyapa Fania Tari dan juga Naeli.
"Faniaaaaa!! Dasar ratu kejutan!! gayz kita makan gratis kurir tadi bilang pesanan mba Fania kau pesan empat untuk kita berempatkan"
"Iya makanlah makan sindiranmu itu!!" Jawab Fania santai
"Ck aku tidak menyindir yah cuma ya yang baru jadiankan harus merayakan"
"heh!! Lusi kebiasaan banget sih, Fania sering sering ajalah kaya gini"
Jawab Tari ikut mengambil ayam geprek yang dibawa oleh Lusi diikuti oleh Naeli yang membuat Lusi melotot.
"Ck apa apaan kalian, yang gratis tis tis ikut maju juga kan"
"Bodo amat makasih Fan." Seru Tari dan Naeli
Lusipun membawakan satu ayam geprek yang dipegangnya untuk Fania dengan senang hati Lusipun menyengir kuda pada Fania yang membuat Fania menahan tawa.
"Hehehe makasih ya Fan baru kali ini orang menyindir dapat ayam geprek" Ucap Lusi terkekeh
"Makanya sindirin ajah Fania tiap hari bisa dapet ayam geprek hahahah." Teriak Naeli ikutan menjawab dengan tertawa
"Iya juga ya besok aku mau menyindirmu lagi tapi dapatnya kuota boleh ngak Fan?" Tanya Lusi dengan tidak tau malunya.
"Ck kuota kepalamu! Belilah sendiri!! Udah dikasih jantung mintanya kerongkongan"
Lusi yang mendengar jawaban Fania seketika mengaruk kepalanya yang tidak gatal tapi dengan menyengir kuda yang membuat Naeli dan Tari seketika tertawa renyah memiliki sahabat seperti Lusi. Faniapun ikut terkekeh pelan dan geleng geleng kepala melihat tingkah ketiga temannya.
Disaat mereka tengah bergurau ria terdengar bunyi pesan singkat diponsel Fania senyum menggembang dibibir Fania setelah melihat siapa yang mengirim pesan padanya.
"Sayang nanti malam aku jemput yah"
Dengan senyum yang tidak lepas dari bibirnya, Faniapun membalasnya.
"Boleh kalau kau tidak sibuk saja"
Satu menit kemudian Sandipun membalas pesan Fania kembali.
"Aku seharian ini sibuk memikirkanmu, Makanya aku ingin menjemputmu pulang kerja nanti aku benar benar merindukanmu"
Seperti orang yang sedang kasmaran hati Fania semakin berbunga bunga melihat balasan pesan dari Sandi. Melihat Fania tersenyum senyum seperti orang gila Naelipun ikutan menyindir.
"Weleh weleh sejak kapan Fania menjadi gila kalian lihat senyum senyum sendiri begitu"
"Berisik!! orang jomblo mana tau jangan ngiri yah"
Balas Fania menjawab sambil melenggang pergi dengan membawa ayam geprek dan ponselnya menuju meja kasir yang membuat ketiga temannya terbenggong benggong.
"Ck lihat dengan sombongnya mentang mentang manis dan cepat laku gayanya sok kecantikan" Seru Naeli
"Nael aku dengar yah!! Kembalikan saja ayam geprek yang kuberi untukmu seenaknya saja mengatakan aku sombong"
Naeli yang mendengar Fania meminta ayam gepreknya kembali seketika tersedak, Karna mereka bertiga sedang menikmati ayam geprek yang diberi oleh Fania. Naelipun segera minum untuk menetralkan tersedaknya yang membuat mereka bertiga tertawa renyah.
"Sialan!! Ayam geprek sudah dikasih diminta lagi! Orang macam apa kau Fan!"
"Yee situ dulu mencemoh diriku tau!!"
"Iya iya maaf deh."
Setelah selesai membalas pesan dari Sandi, Faniapun ikut makan bersama ketiga temannya sambil bercerita dan bercanda bersama. Mereka senang Fania telah mendapatkan kekasih karna meninggalnya Ruis pasti membuat Fania merasakan kehilangan yang teramat dalam ketiga teman Fania berharap Fania bisa mendapatkan kebahagian dari Sandi karna menurut ketiga temannya Fania adalah gadis yang sangat baik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir Jodohku
FanfictionFania Sari dan Ruis Adrian adalah sepasang kekasih yang menjalin hubungan hampir lima tahun lamanya. tapi takdir cinta mereka berdua harus kandas. Ruis Adrian telah meninggal dunia dalam hubungannya yang hampir lima tahun, meninggalnya Ruis membuat...
