*Satu Minggu Kemudian
"Saya terima nikah dan kawinnya Fania Sari bin Bari Ferdian untuk diri saya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
Ucap Sandi dengan satu tarikan nafas masih berjabat tangan dengan Bari sang ayah Fania yang menjadi wali nikahnya.
"Bagaimana para saksi sah?" Ucap pak penghulu.
"Sahhhhh"
Semua yang menjadi saksi pernikahan Fania dan Sandi mengucapkan kata sah lalu pak penghulu melantunkan doa doa setelah ijab kabul dilakukan. Faniapun meneteskan air mata haru atas pernikahannya lalu mencium tangan Sandi penuh santun karna telah menjadi istri, Sandipun balas mencium kening Fania dengan lembut.
Resepsi Pernikahanpun segera digelar setelah acara ijab kabul dilakukan kedua orang tua Sandi dan Faniapun memberikan restu pada keduanya dan semua para tamu undangan yang hadir maju satu persatu untuk memberikan selamat pada kedua mempelai.
"Inilah jawaban sebenarnya takdir yang sebenarnya untukmu cucuku sayang berbahagialah" Ucap Nenek Laras memeluk Fania.
"Terima kasih nek Fania sayang nenek terima kasih untuk nasehat nasehat nenek dan kasih sayang nenek" Jawab Fania seraya melepas pelukan.
"Iya sayang nenek akan selalu menyanyangimu sampai kapanpun dan jangan lupa berikan nenek cucu kalau bisa perempuan nenek sudah punya Daniel"
Dengan terkekeh nenek Laras menggoda Fania yang belum memulai ritualnya untuk membuatkannya.
"Apaan sih nek perempuan atau laki laki tidak apa kan nek aku hanya bisa menerima tidak bisa menawar aku juga baru saja menikah tidak tau diberinya kapan nek namanya juga rezeki" Jawab Fania ikut terkekeh.
"Iya iya nenek hanya bercanda sayang"
Lalu Fania dan Sandipun berganti meminta restu pada kedua orang tua Fania terlebih dahulu.
"Selamat sayang putri ibu akhirnya menikah semoga bahagia yah" Ucap ibu Uti
"Terima kasih ibu terima kasih untuk segalanya." Faniapun memeluk ibunya menangis dan beralih memeluk sang ayah Bari.
"Putriku sudah dewasa dan aku masih diberi umur untuk bisa melihatmu menikah sekaligus menjadi wali dalam pernikahanmu berbahagialah nak ayah senang kau bisa menemukan kebahagianmu yang sesungguhnya"
"Terima kasih ayah, Ayah adalah ayah terbaik untuk Fania terima kasih untuk segalanya" Ucap Fania sembari melepas pelukan
"Sandi jaga putri ayah nak ayah serahkan tanggung jawab ayah padamu jangan sampai kau menyakitinya berilah dia cinta dan kasih sayangmu yang sesungguhnya bahagiakan dia, Dia adalah anak gadisku yang paling berarti" Ucap Bari pada Sandi
"Aku berjanji ayah aku akan menjaganya menyayanginya mencintainya dengan sepenuh jiwa dan ragaku ayah aku akan berusaha untuk membahagiakannya dan aku berjanji akan setia dan tidak akan membuatnya terluka sedikitpun ayah pegang janjiku ini" Jawab Sandi mantap yang mendapat pelukan hangat dari sang mertua Bari.
"Kau cantik sekali adikku sayang kakak senang kau bahagia sekarang jadilah istri yang baik untuk suamimu" Ucap Temmy memeluk Fania erat.
"Terima kasih kak aku akan berusaha menjadi istri yang baik" Ucap Fania melepas pelukan Temmy.
"Kau jaga adikku baik baik jangan sampai kau menyakitinya lagi." Ucap Temmy menatap Sandi serius
"Iya kak aku berjanji tidak akan menyakitinya kembali." Jawab Sandi mantap
Lalu Faniapun beralih memeluk Selly yang mengucapkan selamat padanya dengan Daniel yang memuji Fania sangat cantik. Setelah selesai dengan keluarga Fania kini kedua mempelai beralih meminta restu pada kedua orang tua Sandi dan juga Andra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir Jodohku
FanfictionFania Sari dan Ruis Adrian adalah sepasang kekasih yang menjalin hubungan hampir lima tahun lamanya. tapi takdir cinta mereka berdua harus kandas. Ruis Adrian telah meninggal dunia dalam hubungannya yang hampir lima tahun, meninggalnya Ruis membuat...
