Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bunda, did you know? Daddy gak pinter pilih dress untuk tante Cupcake, loh," ucap Freya sembari memasukkan rok span yang ia beli bersama bundanya beberapa hari lalu ke dalam paperbag dan memberi notes yang ia tulis sendiri.
Bundanya hanya terkekeh mendengar laporan Freya tentang Aran.
"Untung aja Freya langsung jemput bunda," ucap bunda.
Freya hanya cekikikan.
Sore ini Freya ingin mengantarkan paperbag berisi rok pink span itu ke Ayara Bakery, tempat dimana ia bertemu Chika. Barangkali Chika ada di sana, Freya akan memberikannya langsung.
"Freya, hati hati turunnya tunggu daddy ya," ucap Aran ketika baru saja mobilnya berhenti di parking area milik Ayara Bakery.
"Okay dad,"
Setelah itu mereka berdua pun masuk ke dalam bakery, tujuan utama mereka adalah frontliner di bakery tersebut. Aran ingat saat gadis itu meminta cupcake yang baru untuk Freya, ia memanggil nama frontliner tersebut. Itu sangat memungkinkan mereka kenal akrab.
"Permisi, kak kenal dengan perempuan yang waktu itu ditabrak anak saya?"
"Ah iya mas, dia kebetulan anak dari owner Ayara Bakery. Ada yang bisa saya bantu?"
"Tante tantee... Freya mau ketemu tante Cupcake," seru Freya. Tangannya mengangkat paperbag yang ia bawa.
"Yah sorry, tante cupcake lagi gak di sini," jawab Eli menampilkan wajah sedihnya.
"Yaudah kalau gitu, saya boleh titip paperbag ini untuk perempuan itu?" tanya Aran.
"Namanya Chika,"
"Ya siapapun itu,"
"No dad, Freya mau kasih langsung," tukas Freya dan keluar dari bakery tersebut.
Mendengar keputusan Freya, Aran berpamitan pada Eli dan langsung mengejar Freya keluar sebelum gadis kecil itu pergi entah kemana.
***
"Aduh gawat nih kalo gue sampe telat," ujar gadis dengan blazer pink menekan beberapa kali klakson mobilnya. Pagi ini ia memiliki kelas yang harus ia ajar 15menit lagi, namun terjadi kemacetan di luar dugaannya.
Chika masih menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Mobil di depannya sudah mulai melaju cepat. Tanpa pikir panjang, inilah kesempatan Chika untuk menancapkan gas.
"Aaah akhirnya,"
Brakkk!
"No way Yessica,"
Chika menabrak mobil di depannya.
"Duh Chikaa ada-ada aja lo hidup."
Karena kemacetan sudah mengurai, Chika lanjut mengemudi tanpa turun dan meminta maaf pada pemilik mobil tersebut.